Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
RhnS 8


__ADS_3

Semua orang menghampiri ke pintu, Ayah Sehun yang melihat kehadiran Chanyeol pun langsung kesal.


Ayah Sehun menarik kerah baju Chanyeol dengan penuh amarah, sementara Chanyeol hanya terdiam.


“Ayah hentikan!” pinta Ibu Sehun dan Kakak laki-laki Sehun yang mencoba menghentikan Ayah Sehun.


“Mau apa kau ke sini?”


“Aku hanya ingin bertemu Sehun.”


“Mulai detik ini kau tidak boleh bertemu dengan Sehunie, dia juga tidak ingin bertemu denganmu, kini dia membencimu.” ucap Ayah Sehun penuh amarah, Chanyeol diam dengan nasibnya yang miris.


Chanyeol termakan ucapan Ayah Sehun.


“Dia membenciku. Aku mengerti.” ucap Chanyeol merintih. “Tolong katakan padanya! Meski dia membenciku, aku masih tetap menyayanginya.”


“Sudah puas?” tanya Ayah Sehun berteriak dan cukup membuat Sehun yang sedang melamun di kamarnya mendengarnya.


Sehun pun segera keluar untuk memeriksa.


“Silahkan pergi!” pinta Ayah Sehun sedikit memelankan suara.


Ibu Sehun memengangi pundak Chanyeol perihatin, saat Chanyeol menatapnya penuh kesedihan, Ibu pun menggelengkan kepalanya.


“Jangan bersedih! Pergilah dari sini! Pesanmu akan aku sampaikan pada Sehunie.” ucap Ibu Sehun, Chanyeol pun mengerti.


“Lepaskan dia!” ucap Ayah Sehun kasar dengan menghempaskan tangan Ibu Sehun dari pundak Chanyeol. “Sekarang pergilah!”


Chanyeol pun meninggalkan kediaman keluarga Oh dengan sebuah kesedihan.


Setelah Chanyeol sudah sangat jauh Sehun keluar dari rumah dan dia sadar sosok Chanyeol yang sudah jauh dari tempatnya.


“Chanyeolie Hyung.” teriak Sehun dengan sekencang-kencangnya, namun tidak terdengar.


Ketika Sehun akan mengejar Chanyeol, Ayah Sehun menghentikannya.


****


Ayah Sehun mengurung Sehun di dalam kamarnya, Sehun terus memukul-mukuli pintu.


“Biarkan aku keluar!”


“Ayah, jangan kunci Sehunie di dalam kasihan dia!” pinta ibu memohon-mohon dengan menangis.


“Diamlah! Bawa Ibumu ke kamarnya!” pinta Ayah Sehun pada Kakak laki-laki Sehun, Kakak laki-laki Sehun itu pun membawa Ibunya.


“Lepaskan Sehunie!!” pinta Ibu Sehun menjerit, namun Ayah Sehun menghiraukannya.


****


Chanyeol berjalan-jalan dalam dinginnya salju, hingga langkahnya terhenti saat melihat Minseok berjalan-jalan bersama istrinya yang sedang mengandung dengan sangat bahagia, beberapa kali tanganya mengelus perut istrinya yang mulai membesar.


“Hyung pasti sedang sangat bahagia.” ucap Chanyeol lirih. “Aku tidak mungkin memgganggunya dengan menemuinya.”


Chanyeol pun memutar arah tujuannya, dia meninggalkan mereka berdua.


Kepergian Chanyeol ternyata disadari oleh Minseok.


“Cha...” ucap Minseok terhenti saat akan mengejar Chanyeol, dia hampir saja terjatuh jika istrinya tidak menahannya.

__ADS_1


“Sayang, hati-hati.” ucap khawatir. “Dia sudah menjauh, tidak usah dikejar.”


Mendengar ucapan istrinya, Minseok hanya bisa terdiam dengan sedih dan terus melihati kepergian Chanyeol.


****


Akhirnya mereka bertiga tiba di Bandara Seokarno Hatta dengan selamat.


Setelah tiba di luar Bandara Yuda mendekatkan dirinya pada gadis SMA itu.


“Syah, 30 menit lagi lomba dimulai, kamu mau bareng aku atau pulang dulu aja?” tanya Yuda.


“Bareng aja deh Kak, soalnya takut telat, dikit lagi mereka bakal lomba.”


Setelah pembicaraan tersebut mereka berdua pun berpamitan pada Pak Muklas dan Aryo, namun tiba-tiba.


“Gua ikut dong.” pinta Aryo sedikit merengek.


“Ngapain ikut? Lu mah gak ngerti kaya gituan.” balas Yuda tidak suka dan membuat Aryo mencibir.


“Bilang aja mau berduaan sama dia.” ledek Aryo tidak ikhlas.


“Fitnah lebih kejam dari pembunuhan.” balas Yuda menyangkal.


“Alah.”


“Udah-udah! Kalian jangan ribut! Percuma ribut, dia kan udah punya seseorang yang dia suka.” erai Pak Mukhlas dan membuat Yuda dan Aryo terkejut.


“Iya Syah?” tanya Yuda dan Aryo penasaran dan membuat gadis SMA itu bingung.


“Mungkin.” jawab gadis itu ragu. “Udah yuk Kak otw!” ajaknya dengan meninggalkan mereka bertiga, Yuda pun mengikutinya.


****


Sehun memastikan ikatannya kuat dan barulah dia turun dari rumahnya dengan sebuah tas yang digendongnya melalui pagar lantai duanya dengan bantuan baju yang menjadi tali.


Setelah berhasil turun, dia pun melarikan diri meninggalkan rumahnya tersebut.


****


Chanyeol menuju rumah seseorang, dengan ragu dia pun mengetuk pintu.


Tok tok!!


Seseorang membuka pintu dan menampilkan seorang pria dengan kemeja kotak dan celana jean dengan wajah yang imut dan ganteng, dia melihat pada Chanyeol dengan terheran.


“Anyeong Baekhyunie.” asapa Chanyeol dengan tersenyum, Baekhyun pun membalas senyumannya balik.


“Anyeong Chanyeolie.”


Melihat senyuman Baekhyun cukup membuat Chanyeol senang dan terharu.


“Kau ingin masuk? Sepertinya sudah lumayan lama kita tidak bertemu. Oh, iya, bagaimana keadaanmu Junmyunie Hyung dan Kyunsoo ya?”


Cerewet!!


Namun jujur saja, semua member EXO menyukai Baekhyun yang cerewet, karena dengan itu mereka tahu jika Baekhyun sangat mencintai mereka.


“Chanie?” ucap Baekhyun saat melihat Chanyeol melamun.

__ADS_1


“Eh, iya, kenapa?”


“Mau masuk tidak?”


“Tidak usah.”


“Baekhyunie siapa?” tanya seorang pria baya dari dalam rumah Baekhyun.


Ketika melihat sosok Chanyeol di luar sana, terlihat ekspresi wajah pria itu murka. “Baekhyunie masuk!” pinta pria baya itu dengan menarik Baekhyun masuk. “Untuk apa kau kemari?”


“Pa-paman, aku hanya ingin bertemu dengan Baekhyunie.”


“Pergilah! Jangan pernah menemui anakku dalam bentuk apa pun. Kau hanyalah masalah baginya. Minggu depan pernikahan anakku, jadi pergi jauh-jauh darinya.”


Mendengar ucapan pria baya itu yang sangat marah, Chanyeol pun hanya bisa termenung, dia memberikan semyuman terpaksanya.


“Jika seperti itu, saya akan menjauh. Terima kasih.”


Chanyeol pergi menjauhi tempat tersebut, senyuman yang sempat ada kini kembali menjadi kesedihan.


Baekhyun keluar dan menemui pria baya itu dengan heran.


“Mengapa Ayah mengusirnya?” tanya Baekhyun tidak mengerti. “Mengapa? Dia adalah sahabatku. Apa salahnya?”


“Kau tahu, dia telah mengubah agamanya.” jelas pria baya itu, Baekhyun pun sangat terkejut.


“Pindah agama?” tanya Baekhyun tidak percaya. “Apa salahnya jika dia pindah agama?”


“Tentu salah.”


“Ayah, jika itu aku, apakah Ayah akan seperti itu juga padaku?” tanya Baekhyun yang cukup mendalam, Ayahnya pun hanya terdiam. “Ayah izinkan aku.” Pinta Baekhyun meminta restu.


“Pergilah!”


“Terima kasih, Yah.” ucap Baekhyun senang dan lang pergi meninggalkan Ayahnya barulah setelahnya Ibu Baekhyun menghampiri Ayahnya.


****


Chanyeol berjalan dengan wajahnya yang sangat memperihatinkan, dia terlihat patah harapan.


“Akh!!” keluh Chanyeol saat kepalanya dilempar sesuatu dan saat melihat apa yang mengenainya, ternyata itu sebuah sepatu. “Apa sampai seperti ini kebencian mereka?” ucap Chanyeol memperihatinkan.


“Chanyeolie!!” teriak seseorang.


Seorang pria terlihat melambaikan tangan kearah Chanyeol dengan salah sepatu yang sudah terlepas dari kakinya. Dengan senang pria itu berlari menghampiri Chanyeol, dan itu sanggup membuat wajah ceria Chanyeol kembali. Pria itu ternyata adalah Baekhyun.


“Chanyeolie anyeong.” Sapa Baekhyun saat berada di depan Chanyeol.


“Ka-kau, pergilah! Nanti Ayahmu akan memarahimu.”


“Yaishh!! Tenanglah! Ayahku bisaku tenangkan. Ayahku sudah tidak masalah kok.”


“Baekhyunie!!” ucap Chanyeol senang dan langsung saja memeluk Baekhyun.


Tangis Chanyeol langsung menderas saat itu, pelukannya terhadap Baekhyun sangat erat.


Baekhyun hanya diam dan membalas pelukan tersebut, Baekhyun terdiam ikut merasakan apa yang dirasakan Chanyeol.


“Menangislah! Itu baik untukmu. Seorang pria menangis memang memalukan, tapi pria juga punya perasaan, jadi menangislah.” ucap Baekhyun lembut dan penuh pengertian.

__ADS_1


Sementara Baekhyun berbicara Chanyeol hanya bisa menangis, perasaannya sangat kacau.


__ADS_2