Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
81. S2: Petualangan angkot


__ADS_3

Sejak saat itu boy dan Gita menjadi dekat. Boy di tawari rekaman oleh produser kenalan Jonathan. Sebuah awal karir yang cukup mulus untuk seorang pendatang baru.


Jo sering mengajak boy kumpul bersama Gita dan Siti. Hanya saja Ilham mencoba menjaga jarak dengan kehadiran Boy.


Siti mengungkapkan kalau dirinya jatuh cinta pada Boy. Siti meminta Gita mendekatkan dirinya dengan boy, dengan senang hati Gita akan membantu sahabatnya.


Inilah yang menjadi misi Gita untuk sisa hidupnya. Membahagiakan orang-orang terdekatnya seperti mendekatkan Siti dengan lelaki yang di cintai sahabatnya.


Gita memutar otak agar mendekatkan boy dan Siti. Termasuk meminta bantuan Jonathan untuk memuluskan rencananya. Jonathan dengan senang hati membantu rencana Gita. Tapi tidak dengan Ilham, dia takut malah jadi bumerang bagi Gita. Gita meyakinkan Ilham kalau dia tidak akan jatuh cinta pada Boy. Tapi tetap saja Ilham was-was karena boy pernah mau mencium Gita di makam Alam.


"Cemburu yang tidak beralasan." ucap Gita.


"Terus ngapain dia nyium kamu di makam Alam." protes Ilham.


"Dia khilaf, ham. Aku aja udah maafin, masa kamu nggak."


"Kamu tuh otaknya lurus banget sih." Ilham mencubit pipi Gita.


"Kalo bengkok aku nggak waras, dong. Jadi gimana? Mau nggak bantu aku jodohin Siti sama boy."


"Iya, iya nanti aku bantu. Apa sih yang nggak buat kamu?" Ilham mengacak rambut Gita.


"Jangan diacak ntar tambah habis rambutku."


Ilham memberikan hadiah untuk Gita. Sebuah wig dengan berbagai model rambut. Lalu memakaikan ke rambut Gita. "Kan cantik." puji Ilham.


"Emang selama ini nggak cantik?"


"Cantik, kok. Tapi hatimu lebih cantik." rayu Ilham.


"Gombal. Btw kamu udah masukin lowongan kerja belum."


"Udah. Tapi belum ada panggilan."


"Aku bilang ke papa, ya. Siapa tahu ada lowongan?"


"Nggak usah, yang. ntar kesannya aku masuk pake orang dalam. Lagian basic aku kan dokter lucu aja jadi orang kantoran" tolak Ilham.


"Ya, udah kalo nggak mau. Aku tawarkan sama kak Jo atau sama boy aja." goda Gita.


"Nih, anak seneng ya bikin aku panas. Awas, ya." Ilham mengejar Gita yang berlari ke arah kolam renang.


"Apa mau bales?" Gita menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Mereka berlari-lari sekitar kolam renang. Gita terjatuh ke dalam kolam renang, lama tidak keluar. Ilham takut Gita kehabisan nafas di dalam. Tak lama Gita keluar menyemburkan air ke wajah Ilham. Ilham memegang pinggang Gita, mencoba mencium wajah Gita, Gita kabur naik ke atas.


Mama melihat dari jauh senang melihat anaknya bahagia.


...----------------...


"Apa! Kamu mau deketin aku sama Siti?" ucap boy kaget dengan ide Gita.


"Loh emang kenapa? Siti itu cantik Lo." jawab Gita.


Aku cuma maunya kamu, Gita. bukan Siti atau siapapun. Aku cintanya sama kamu. Siti itu adikku.


"Hey! gimana mau nggak?" Gita menanyakan kembali pada boy.


"Maaf nggak bisa. Aku sudah punya seseorang yang sudah lama menungguku." ucapnya.


"owh, maaf aku nggak tahu." jawab Gita sedikit kecewa.


Dan orang itu kamu, Gita.


Gita bingung harus bilang apa pada Siti kalau boy menolaknya. Gita minta pada boy menerima Siti untuk membahagiakan sahabatnya.


"Kenapa kamu maksa banget sih?" boy meninggi.


"Aku cuma ingin melakukan sesuatu sebelum aku pergi, boy." Isak Gita.


"Aku mau tanya sesuatu?" boy mendekat ke arah Gita.


"Apa?" Gita menghapus air matanya.


"Jika pacarmu yang sudah meninggal itu masih hidup apa yang kamu lakukan. Apakah kamu kembali padanya atau kamu akan mempertanyakan hubunganmu dengan lelaki yang sekarang di dekatmu."


"...."


"Jawab, Gita! Apa yang akan kamu lakukan kalau Alam masih hidup! Sementara kamu dengan mudahnya menemukan penggantinya."


"aku ... aku ... aku pulang dulu!" Gita mencoba keluar dari hadapan boy.


Boy menghadang Gita. "Tatap mata aku, Gita. Apakah kamu masih mencintainya!"


Gita berontak "Itu bukan urusan kamu!" Gita mendorong tubuh boy. Lalu pergi dari hadapan lelaki itu.


"Oke kalau itu mau kamu, aku akan mendekati Siti! Tapi bukan sebagai boy! jangan kamu pikir aku tidak bisa mencari wanita lebih dari kamu, Gita. Jika aku kembali menjadi Alam apakah kamu masih bertahan dengan Ilham." batin Boy.

__ADS_1


Gita terduduk di pangkalan ojek tak jauh dari kostan boy. Ucapan boy seolah menyudutkan dirinya "Please, jangan suruh aku memilih. Aku tidak akan bisa memilih. Tolong jangan paksa aku untuk memilih."


Boy menyadari perkataannya telah menyinggung perasaan Gita. Tak lama boy berlari keluar mencari Gita. Karena yang dia tahu Gita gampang drop kalau sedang banyak pikiran. Gita pergi meninggalkan pangkalan ojek, hujan tiba-tiba turun. Gita tetap melangkahkan kakinya dalam keadaan basah kuyup.


Gita menaiki angkot, kepalanya pusing.


"Mau kemana, neng?" tanya Abang angkot


Abang angkot berbalik melihat Gita sudah pingsan.


Darah prianya berdesir melihat tubuh Gita yang basah dan menggoda. Abang angkot mencari celah untuk menjelajah tubuh Gita.


Buuuughhh!


Seketika tubuh Abang angkot tersungkur ke tanah.


"Jangan coba kamu sentuh dia!" Boy langsung menghajar Abang angkot.


Boy melarikan angkot dan meletakkan Gita di sampingnya. Tangannya meraba dahi Gita. Boy lega kalau Gita tidak sampai demam. Abang angkot berteriak angkotnya di rampok.


Orang-orang berlari mengejar angkot yang di bawa Boy.


Boy melihat mobil polisi ikut mengejar dirinya. Dengan cepat boy melajukan angkotnya, paling tidak dia mengamankan Gita terlebih dahulu. Gita terbangun melihat Boy membawa mobil dengan kebut-kebutan. Gita memegang jaket boy karena ketakutan.


"Ini ada apa?" tanya Gita masih ketakutan.


"Udah, kamu diam aja!" bentak boy.


"Lo mau nyulik gue!"


"Rugi gue nyulik cewek tukang makan kayak Lo." teriak boy


Angkotnya berhenti. " Lo turun!" bentak boy. Gita tak bergeming "Gue bilang Lo turun! atau Lo beneran gue culik!"


Gita langsung turun dari angkot. Boy langsung berputar arah kembali ke rute awal.


"Sebenarnya ada apa sih!"


Tak lama sebuah mobil polisi melewati Gita dan boy duduk di belakangnya.


...----------------...


ada apa sih!

__ADS_1


segitunya boy melindungi Gita!


kepo ya!.


__ADS_2