
Ilham membuka laporan tentang kondisi Gita. Menurut dokter Sasono, kesembuhan Gita masih ada harapan. Karena masih stadium awal. Ilham mulai merancang tentang rencana pernikahan mereka. Sehabis menikah, Ilham akan membawa Gita untuk kemoterapi.
"Kenapa kamu rahasiakan semua ini? aku akan selalu di sampingmu."
Ilham menemui Gita yang masih kurang sehat. Wajah Gita yang pucat, membuat Ilham tidak tega menatapnya.
"Maafkan aku soal semalam."
Gita tidak bergeming. Terbayang di ingatannya, tuduhan Ilham yang menyakitkan perasaannya. Ini bukan yang pertama. Gita sering takut kalo melihat Ilham emosi.
"Sayang, kamu mau kan maafin aku."
Gita mengangguk. Walaupun begitu dia belum sepenuhnya memaafkan sikap Ilham. Ilham pamit pulang. Gita beranjak dari kamarnya, lalu video call sama Papanya.
"Pa, aku mau kerja di kantor Opa. Ada lowongan nggak, pa?"
"Kamu mau kerja apa, nak? Skill kamu kan desain bukan di bisnis?"
"Apa aja deh, pa? jadi OB juga boleh. Gita pengen punya aktivitas."
"OB? kayak yang bisa kerja aja?" Papa tertawa mendengar permintaan Gita.
"Ya, udah nanti papa cariin."
"Makasih, pa." Gita menyudahi obrolan.
Gita berdiri membersihkan kamarnya. Dari mengganti sprei, membersihkan kaca jendela, sampai mengganti dinding wallpaper kamarnya. bi Endah sampai heran melihat kegiatan Gita.
"Non, biar bibi aja." ucap bibi melihat Gita asyik membenahi kamar.
"Nggak papa, bi. Gita suntuk nggak ada kegiatan. Itung itung latihan buat jadi istri." ucap Gita pada bi Endah
"Ah, non. Mas Ilham kan sama dengan non. Sama sama anak orang kaya, pasti pake pembantu."
Gita nyengir. Siapa sih yang tidak kenal sama keluarga Pramono, seorang pengusaha sukses. Bahkan lebih kaya dari keluarga Spencer. Tapi keluarga mereka bukan keluarga yang suka show up sama publik. Bahkan dulu, nggak ada yang tahu kalo Ilham lebih kaya dari Roki.
Mama Yulia saja awalnya tidak tahu kalau Ilham anak pengusaha sukses. Mama bilang kalau cari pasangan hari setia, sayang keluarga, nggak papa bukan orang kaya asalkan dia mau bekerja keras.
Awalnya Gita menemukan sosok itu adalah dalam diri Ronal. Sayangnya, kekecewaan yang dia dapatkan. Meskipun Siti berkali-kali meyakinkan dirinya untuk memaafkan Ronal. Gita sudah memaafkan Ronal, tapi untuk kembali? Gita merasa tidak akan pernah kembali ke Ronal.
...----------------...
If you love me like you tell me
Please be careful with my heart
You can take it just don't break it
__ADS_1
Or my world will fall apart
You are my first romance
And I'm willing to take a chance
That 'till life is through
I'll still be loving you
I will be true to you
Just a promise from you will do
From the very start
Please be careful with my heart
I love you and you know I do
There'll be no one else for me
Promise I'll be always true
For the world and all to see
"Gita Mandasari... Will you marry me?"
Gita langsung menjawab dengan anggukan. Tapi entah kenapa dia terbayang saat Ronal melamarnya malam itu. Gita sedikit mundur ketakutan. Lalu mencoba membuka mata. Bukan seperti bayangannya tadi. Gita menghela nafas, lalu berdiri menerima cincin yang di sematkan di jarinya.
Pelukan keduanya disambut tepuk tangan orang orang terdekat Gita. Ilham merasa masih ada yang harus dia perjuangankan. Kesembuhan Gita dan restu dari keluarganya.
"Aku janji akan perjuangkan cinta kita." peluk Ilham
Gita menerawang kata yang sama pernah di ucapkan Ronal. Tapi nyatanya, tak ada yang diperjuangkan oleh laki-laki itu. Gita berharap ini bukan sekedar janji lagi. Gita trauma di beri janji palsu.
Memang harus di perjuangkan. Mengingat Keisya dan Mama Mila sudah tidak menyukainya lagi. Gita sadar diri. Beta dan Siti merangkul kedua pasangan yang sedang bahagia itu. Siti menginjak jempol kaki Gita.
"Ngapain?" Tanya Gita heran dengan kelakuan Siti.
"Biar nular." jawab Siti.
"Aku juga mau dong." Beta menirukan yang dilakukan Siti.
"Awwwww" jerit Gita.
__ADS_1
"Napa sayang?" tanya Ilham melihat pacarnya meringis.
"Ini. jempolku." Gita menunjuk jempol nya yang diinjak Beta.
"Mau aku marahin?"
"Nggak usah, sayang. Aku kaget aja. Beta kenceng banget nginjaknya."
"Sorry, ta." Beta minta maaf pada Gita.
Ilham mendekatkan wajahnya pada Gita lalu di cegah Mama. "Hey! belum muhrim. Sabar! sabar!"
Ilham menarik Gita mengajak keluar rumah. Ilham mengajak Gita ke pantai. Di mobil mereka bebas bermesraan, tanpa gangguan siapapun. Tapi saat Ilham hendak menciumnya, mata Gita malah seperti melihat Ronal. Gita melepaskan pelukan dari Ilham. Tapi ternyata Ilham tidak menyerah, dia kembali melakukan aksinya dan Gita tidak bisa menolak.
Yang lagi bahagia, tapi ada air matanya terluka saat mendengar Gita di lamar Ilham.
Ronal bangkit dari kursi rodanya, dia mencoba sedikit berjalan. Tadi Siti mengabari kalau Gita menerima lamaran Ilham. Tak ada reaksi marah, seperti saat dia melamar Gita malam itu.
"Aku sudah tak ada tempat untuknya. Percuma aku menggagalkan pernikahan dengan Dinda dan Keisya, kalau pada akhirnya Gita tetap tidak memilihku." ratap Ronal.
Ronal mengambil semua photo kenangannya dengan Gita lalu memecahkannya. Mama Marni kaget mendengar suara pecahan dari kamar anaknya.
"Kenapa? kamu lupa di rumah ini ada bayi? kasihan nanti jenny bangun?" omel Mama Marni.
Ronal mendengus kesal, ibunya sekarang lebih judes. Beda dengan mama Marni yang dulu. Rasanya banyak yang ingin Ronal tanyakan pada ibunya, termasuk penyebab kebencian ibunya pada Gita. Tapi lagi-lagi dia tidak mendapat jawaban dari ibunya.
"Besok kamu kembali ke kantor, ibu dan Papa mau ada pertemuan bisnis di Kalimantan. Roki juga ikut sekalian bawa Rere dan jenny."
"Kenapa aku tidak diajak, Bu?"
"Siapa yang mengurusi perusahaan kalau pergi semua." ujar Mama Marni.
"Kalian curang. Aku sendirian di rumah." Ronal dengan gaya ngambeknya.
"Makanya kamu cari pasangan. Jangan mikirin Gita terus, dia aja nggak mikirin kamu." ejek Mama Marni Sambil sedikit tertawa.
Ronal setuju dengan usulan Mama Marni. Tapi siapa yang mau sama dia? dua kali tidak jadi nikah, sekarang gadis yang dia cintai akan menikah dengan laki-laki lain.
"Coba dekati Siti? Kalian kan dekat sejak kecil." usul Mama Marni.
"Bu, aku mau pulang ke Sukasari. Boleh?" tanya Ronal.
"Nanti kalo ibu dah pulang." jawab mama Marni.
...----------------...
...Nah ada yang setuju nggak Siti sama Ronal. kalo setuju akan di buat perjalanan kedekatan mereka. Ya, kasihan Ronal kalo beneran di tinggal nikah. ...
__ADS_1