Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Menjahili Elisa


__ADS_3

Wajah Devinka langsung berubah drastis matanya merah dan tangannya mengepal kuat hingga membuat Dika dan Reksa terperangah melihatnya.


"Dev...Lo kenapa?" Tanya Reksa sambil saling tatap dengan Dika,


"Arghhhh...sial ternyata cewek itu, berani beraninya dia menipuku!" Bentak Devinka marah besar,


"Heh...heh...heh..sabar Dev, emangnya dia nipu apa sih sama lo?" Tanya Dika menenangkan Devinka,


"Dia berani sekali mengantarkan makanan itu tanpa memperlihatkan wajahnya di depanku, tentu saja tadi aku tidak menyadari nya, bukankah itu namanya menipu" jawab Devinka yang membuat Dika juga Reksa memukul jidat mereka bersamaan,


"Ya..ampun Dev, gue kira nipu apaan, heh kalo itumah jelas banget lah, dia itu takut sama lo atau kalau enggak dia males kali berurusan sama orang emosian kaya Lo" jawab Dika yang langsung mendapatkan pukulan dari Devinka.


"Bukk...ahhh" ringis Dika yang mendapatkan pukulan tepat di perutnya,


Reksa yang melihat itu dia langsung saja berpura pura tak melihat apapun dan fokus memakan ayam yang ada dihadapannya, Reksa tidak mau dia mendapatkan pukulan yang sama jika mengeluarkan suara dan membuat Devinka tersinggung.


*****


Ke esokan paginya Devinka sudah menyusun rencana dan dia meminta para penggemar gilanya itu untuk membantu dia mengerjai Elisa, Devinka pergi ke kampus pagi pagi sekali dan dia menyuruh beberapa mahasiswa untuk membuatkan jebakkan di depan pintu kelas untuk Elisa, tak lupa Devinka juga mengancam mereka jika mereka tidak melakukannya dengan benar, tentu saja para mahasiswa itu takut dan terpaksa menuruti perintah Devinka, saat itu Reksa, Dika dan Ciko bahkan belum tiba di kampus jadi mereka sama sekali tidak mengetahui dengan rencana yang tengah di jalankan oleh Devinka.


Sementara itu Devinka duduk di kursinya dan tersenyum sinis sambil membayangkan Elisa yang akan terguyur air juga gula dan kopi dari atas ember yang sudah di simpang diatas pintu.


Beberapa saat kemudian Elisa tiba dan dia merasa sedikit aneh karena di jam yang sudah siang seperti itu belum ada para mahasiswa di dalam kelas kecuali beberapa orang yang berdiri di lorong kelas, meski merasa aneh Elisa hanya mengabaikannya dan dia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam kelas, saat tubuhnya tepat melewati pintu, air langsung mengguyur sekujur tubuhnya, di ikuti dengan siraman gula berwarna hitam kecoklatan dan gula pasir yang membuat nya sulit melihat pandangan.


"Aishh....ulah siapa ini!" Bentak Elisa dengan amarah yang menggebu,

__ADS_1


Saat Elisa tengah membersihkan wajah dan pakaiannya dari kotoran kopi, Lili baru saja tiba saat itu, dan dia kaget saat melihat sekujur tubuh Elisa sudah dipenuhi kopi dan gula pasir, sedangkan Devinka tertawa keras bersama para mahasiswa yang lain sambil bertepuk tangan dan berjalan menghampiri Elisa hingga mengelilinginya.


"Elisa....kenapa kamu begini?" Tanya Lili sambil membantu membersihkan tubuh Elisa,


" Prok...prok...prok..ahahaha...rasakan itu, semua ini masih permulaan nikmatilah penederitaanmu cewek sombong penjual ayam hahaha!" Ucap Devinka meledek Elisa dengan puas.


Teman teman yang lain juga ikut menertawakan Elisa dan mengejeknya sebagai cewek ayam karena Devinka sudah menyebarkan semuanya mengenai pekerjaan Elisa dan masalah Elisa yang mengantarkan pesanan ayam miliknya tadi malam.


Elisa sudah tidak sanggup lagi menerima ejekan dan cemoohan dari semua orang yang terus terngiang di kepalanya dia berdiri dengan wajah penuh bubuk kopi dan tangan yang gemetar karena dingin juga amarah yang tidak bisa dia salurkan, Elisa langsung pergi menerobos Devinka dan para mahasiswa lain yang mengerumuninya.


Saat Elisa hendak pergi Devinka dengan sengaja menyandung kaki Elisa hingga Elisa jatuh tersungkur ke lantai dan kembali di tertawakan oleh semua orang, Lili mencoba membantunya berdiri namun Elisa langsung bangkit dan melepaskan tangan Lili, dia pergi berlari ke kamar mandi dengan air mata yang tidak bisa di bendung lagi.


"El...tunggu Elll..." teriak Lili berlari menyusul dengan khawatir.


Namun sayangnya Elisa berlari sangat kencang hingga Lili tidak bisa menyusulnya,


Elisa membersihkan sekujur tubuhnya dengan guyuran air seorang diri, lalu dia keluar dengan pakaian yang sudah basah kuyup, semua orang menatapnya jijik dan terus membicarakan peristiwa di kelasnya tadi, Elisa berusaha tegar dan dia terus berjalan keluar dari gedung kampus, di perjalanan dia tak sengaja berpapasan dengan Ciko, Reksa dan Dika yang baru sampai di kampus, Elisa menatap sinis ke pada mereka bertiga sedangkan Ciko, Reksa dan Dika hanya saling tatap dengan heran sampai mereka tiba di kelas mengunjungi Devinka barulah mereka tau karena mendengar gosip dari banyak mahasiswa di sana.


Karena penasaran Dika menanyakannya pada salah seorang mahasiswi yang tengah sibuk bergosip di lorong kelas.


"Heh...apa yang kalian bicarakan, kenapa semua orang terlihat bergosip?" Tanya Dika penasaran,


"Eh...kak Dika masa sih kakak gak tau, itu loh si Elisa dia dikerjain habis habisan sama kak Devinka, biar tau rasa tuh anak berani beraninya sih menyinggung seorang Devinka" ujar mahasiswa tersebut sambil menunjukkan video saat Elisa tersiram air dan kopi di depan kelas.


Dika membulatkan matanya sempurna dia langsung berlari menyusul Ciko dan Reksa dia bahkan menerobos mendahului kedua temannya, Dika langsung berjalan menemui Devinka dan dia menarik kerah baju Devinka dengan keras.

__ADS_1


"Dev...Lo bener bener udah keterlaluan, otak Lo dimana Dev, kenapa Lo gak bisa ngontrol temramen di diri Lo sendiri!" Bentak Dika dengan mata lebar dan nafas menderu.


Ciko dan Reksa yang melihat itu mereka segera berlari dan melepaskan cengkraman Dika dari kerah pakaian Devinka.


"Dik udah Dik cukup" ucap Reksa sambil melepaskan cengkraman Dika,


Dika menghempaskan tangannya dan dia menunjuk tepat di depan wajah Devinka.


"Lo denger Dev, sekali lagi lo berbuat semena mena sama orang, gua akan keluar dari The Boys!" Ancam Dika memberikan peringatan.


"Heh Dika Lo apa apaan sih?, Sejak kapan lo berani ngatur gue?, dan sejak kapan lo membela orang yang gue bully?, atau jangan jangan karena orang yang gue bully adalah cewek ayam itu" ucap Devinka merasa heran dengan reaksi yang diberikan Dika padanya.


Ciko dan Reksa kaget mendengar ucapan dari Devinka namun memang ucapan dari Devinka itu ada benarnya sebelumnya Dika sama sekali tidak pernah mau ikut campur apapun urusan dan apapun yang dilakukan oleh Devinka sama seperti Ciko, Dika hanya menuruti dan lebih banyak Diam namun kali ini adalah pertama kalinya Dika membela orang yang dijahili oleh Devinka secara berlebihan meskipun memang Dika juga sering membela korban Devinka yang lainnya namun hanya dengan memberikan uang atau menyuruhnya agar meminta maaf pada Devinka.


"Ehh...tunggu tunggu, Lo bener juga Dev, kenapa Dika semarah ini, Lo kenapa Dik?" Tanya Reksa yang juga merasa heran,


"Lo semua salah, gua bukan membela cewek itu, gue sama sekali gak kenal sama cewek itu namanyapun gue gak tau, tapi Dev gue cuman mau memperingatkan loh, mau sebarapa banyak lagi orang yang jadi korban dari emosi dan keegoisan loh, gue gak mau Lo terus seperti ini Dev, usaha Lo buat nyembuhin emosional Lo akan sia sia kalau Lo terus bersikap liar seperti ini!" Ucap Dika menjelaskan.


"Dika bener Dev, sebaiknya Lo renungkan kesalah Lo hari ini, Dika ayo ke kelas" tambah Ciko dan dia menarik Dika pergi dari sana.


Devinka berdecak kesal dan memukul meja dengan tangannya cukup keras.


"Euhh....sial kenapa mereka berdua ngebela cewek ayam itu sih, memangnya dia itu siapa" bentak Devinka yang masih belum terima.


"Dev udah lah setelah gue pikir pikir, ucapan Ciko dan Dika memang ada benarnya, Dev Lo juga mau sembuh kan" balas Reksa sambil menepuk pundak Devinka,

__ADS_1


Devinka hanya menatap sinis dengan ujung matanya ke arah Reksa yang membuat Reksa langsung merasa ngeri dan memalingkan wajah begitu saja.


__ADS_2