Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Sebuah Berita


__ADS_3

Setelah melihat Elisa pergi Devinka pun juga ikut pergi mencari pemberitaan lain yang bisa dia laporkan pada ketua tim nya dan dijadikan pemberitaan utaman untuk siaran esok malam, meski sebetulnya Devinka tidak memperdulikan masalah persaingan departemen satu dan dua tapi dia melakukan itu hanya karena tidak ingin kalah dengan Elisa.


Jika saja Devinka tidak melihat Elisa yang mendapatkan pemberitaan bagus dia juga tidak akan mencari pemberitaan untuk tugasnya, bahkan jika dia tidak melakukan apapun tidak ada yang berani menegurnya karena calon penerus pimpinan perusahaan itu sendiri.


Saad Devinka sibuk mencari pemberitaan di sisi lain Elisa tengah mewawancarai ibu tadi mengenai kronologis sebenarnya hingga dia diikuti oleh dua berandalan tadi, setelah mewawancarainya dan mengajukan beberapa pertanyaan akhirnya ibu itu pun menjawab semua pertanyaan Elisa dengan sangat jelas, Elisa juga terus mereka ibu tersebut dan akhirnya juga mengerti mengapa dia penjahat tadi mengikuti ibu tersebut.


Karena sebelumnya ibu itu baru saja keluar dari bank dan mencairkan banyak dana mungkin karena mereka mengetahui hal tersebut sehingga mereka menjadikan ibu itu target kejahatannya.


Cukup lama Elisa mewawancarai ibu itu sampai akhirnya pihak kepolisian yang menyelesaikan sisanya dan ibu itu pun berpamitan setelah selesai membuat laporan namun sayangnya tadi aku lupa menanyakan nama ibu tersebut, dan saat aku berlari mengejarnya ibu itu sudah masuk ke dalam taxi sampai taxi yang ditumpanginya melaju dengan cepat.


"Ahh... Tunggu" teriakku sambil berlari namun tetap gagal menyusul ibu itu.


Saat itu aku menyalahkan diriku sendiri dengan kecerobohan yang aku lakukan padahal sebuah nama adalah hal yang penting untuk laporan ini, aku bingung bagaimana memberikan laporan pada ketua tim jika aku mendapatkan berita yang cukup bagus namun tidak lengkap seperti ini.


Aku pun hanya bisa tertunduk lesu dan akhirnya aku memutuskan untuk izin pada kak Anna sebab tidak bisa bekerja dengannya untuk hari ini sebab aku belum menyelesaikan tugasku di kantor dengan baik.


Untunglah saat itu ternyata kak Anna masih berada di luar kota sehingga dia juga mengijinkanku untuk tidak masuk kerja menjadi bodyguard nya selama beberapa hari, mendengar kabar itu aku sungguh senang setidaknya dengan begitu aku tidak perlu kehilangan salah satu pekerjaanku.


"Ahh....benarkah, terimakasih banyak kak kau memang majikan terbaik yang pernah aku temui ahh aku beruntung sekali bisa bekerja padamu" ucapku sangat bersyukur,


Kak Anna hanya membalas ku dengan tawa dan dia menutup telponnya karena saat itu masih harus melakukan banyak pekerjaan di tempatnya.


Aku merasa sangat lega dan kembali masuk ke dalam untuk menanyakan lagi informasi pada petugas kepolisian yang saat itu baru kembali dari tugas patrolinya.


"Pak....pak...bagaimana patrolinya apa berjalan lancar?" Tanyaku padanya dengan penasaran dan penuh harapan.


Nampak wajah polisi tersebut ditekuk dan murung dan aku pun mulai semakin penasaran, sampai akhirnya dia duduk dan mulai memberitahuku tentang sebuah kejadian menarik.

__ADS_1


"Ini liput saja ke sana jika kau ingin mencari berita" ucap polisi itu sambil memberiku sebuah alamat dalam secarik kertas,


Awalnya aku bingung dengan maksud polisi tersebut sampai seseorang tiba tiba saja menghampiriku lalu merampas secarik kertas berisi sebuah alamat dari tanganku sebelumnya.


"Terimakasih atas kerjasama nya pak, kami tidak akan mempersulit anda lagi" ucap seorang perempuan yang bernama Kiki dan dia adalah ketua tim departemen satu.


Aku membelalakkan mata dan langsung meneriakinya.


"Hey...apa yang kau lakukan kembalikan kertas itu padaku!" Bentakku padanya,


"Hai gadis kecil, apa ada masalah?, Kenapa bicara tidak sopan pada seniormu?" Jawabnya dengan wajah yang angkuh,


"Kembali kertas itu padaku!" Ucapku dengan tegas.


Bukannya memberikan kertas milikku dia justru malah berjalan menghampiriku dan mulai membisikan sebuah kalimat yang membuatku sangat kesal dan geram.


Ku kepalkan kedua lenganku dengan kuat lalu sebelum aku berlari mengejar wanita itu aku meminta alamat tadi dahulu kepada polisi yang memberikan itu padaku sebelumnya.


Sayangnya aku tidak berhasil menghentikan dia karena dia sudah pergi dengan mobilnya, aku pun segera menelpon kak Kris yang katanya tengah di perjalanan menuju ke tempat itu.


"Hallo kak kau ada di mana?" Tanyaku pada panggilan telpon,


"Ini aku di belakangmu ada apa?, Kau merindukanku yah?" Balas kak Kris sambil bercanda.


Aku langsung berbalik dan segera berlari menghampiri kak Kris yang tengah berdiri di samping mobilnya, aku bicara terburu buru dan menyuruh kak Kris untuk pergi ke alamat yang ada di kertas milikku.


"Kak, ayo cepat ada berita bagus yang harus diliput, ayo kak kita pergi ke alamat ini" ajak ku sambil masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Nampak kak Kris yang baru saja tiba di sana dia membelalakkan mata kebingungan namun untunglah dia tetap menuruti ucapanku dan kami segera meluncur menuju alamat yang diberikan oleh polisi tadi, sepanjang perjalanan aku terus merasa tidak tenang dan sangat penasaran kejadian apa yang dimaksud polisi itu sampai dia tidak memberitahuku secara langsung dan malah memberikan sebuah alamat.


Kris yang melihat wajah Elisa begitu heran dan dia segera menanyakannya.


"Elisa apa yang terjadi kenapa kamu terlihat begitu cemas, bukankah kita akan meliput berita?" Tanya Kris dengan heran,


"Iya kak tapi tadi kak Kiki merampas alamat yang diberikan oleh pihak polisi kepadaku, dia jelas ingin mencuri berita itu dariku tapi anehnya kenapa pihak polisi tidak memberitahuku secara langsung kejadian apa yang sebenarnya terjadi di alamat itu" balasku mengungkapkan keresahan padanya,


Tiba tiba saja kak Kris mengerem mobilnya dengan tiba tiba dan membuat badanku terpentok ke depan, saat itu hampir saja kepalaku mengenai bagian depan kaca mobil.


"Aaahhh..." Teriakku kaget,


"Ya ampun Elisa maaf aku tadi kaget saat mendengar Kiki merampas berita mu" katanya meminta maaf,


"Tidak papa kak, tapi kamu tidak perlu sekaget itu kan, ini bisa berbahaya untukmu juga" balasku mengingatkan kak Kris.


Dia menatapku dengan lekat bahkan membalikkan badannya menghadap ke arahku lebih dekat, wajahnya juga mulai berubah serius.


"A..ada apa kak?" Tanyaku gugup,


"Elisa aku rasa memang ada yang aneh dengan kasus ini, sebaiknya kita tidak langsung datang ke tempat itu, aku takut ini sebuah jebakkan dan rasanya sangat aneh jika seorang Kiki merebut sebuah kejadian dari tangan anak baru darimu, padahal harusnya dia tahu jika kejadian itu mungkin sebuah kabar yang kecil seperti kecelakaan lalu lintas, perampokan, kebakaran atau sebagainya, namun kali ini dia bersikap terburu buru padamu pasti ada sebuah pemberitaan besar di tempat itu" ucap kak Kris menjelaskan padaku.


Saat mendengar ucapan kak Kris aku juga baru sadar dan terpikirkan mengenai keganjalan ini, apalagi saat mengingat bagaimana kak Kiki pergi dengan terburu buru ke tempat itu dan dia juga sempat mengancamku.


"Tapi kak jika itu sebuah kabar besar bukankah itu juga akan menguntungkan kita?" Balasku padanya,


"Tidak semua Elisa, kamu masih baru di dunia ini, semuanya tidak sesederhana yang kamu pikirkan, tapi tenang saja sekaranga ada aku di sampingmu aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun" jawabnya membuatku merasa malu,

__ADS_1


"Aishh...kenapa tiba tiba dramatis begini aku jadi malu" ungkapku sambil menutupi pipiku yang mudah merona karena hal hal manis.


__ADS_2