Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Berbohong


__ADS_3

Aku benar-benar kehilangan kendali atas diriku sendiri, mereka terus saja melakukan apapun yang mereka inginkan terhadap wajahku aku hanya bisa diam tidak mampu berontak lagi terhadap mereka karena mereka terlalu banyak dibanding aku hanya hanya seorang diri saja.


Wajahku dipakaikan masker bahkan kuku tanganku juga di cat oleh mereka, rambutku di cucikan dan mereka sungguh merawatku seperti aku anak kecil, aku tidak sudah dan merasa tidak nyaman namun para pelayan itu tetap saja tidak melepaskan aku, aku sudah tidak tahan lagi sampai akhirnya serangkaian perawatan yang mereka lakukan kepadaku sudah selesai barulah mereka memberikan sebuah gaun kepadaku.


Dan gaun itu sangatlah pendek untukku aku tidak ingin memakainya namun mereka tidak memberikan pakaian lain kepadaku sehingga dengan terpaksa aku harus memakainya, saat pertama kali menggunakan gaun tanpa lengan dan memiliki belahan dada yang terlalu panjang membuat aku merasa sangat risih ketika mengenakannya.


Mereka juga mencatok rambutku dan membuatnya menjadi sedikit bergelombang aku tidak biasa menguraikan rambutku dan berpenampilan seperti ini, tapi ketika mereka membawaku ke depan cermin aku sangat kaget melihat wajahku yang sama sekali tidak mirip dengan aku yang sebelumnya.


"Silahkan nona perawatannya sudah selesai, bagaimana apakah anda puas dengan hasilnya?" Ucap pelayan itu kepadaku.


"Aaarkhhh....ya ampun ada apa dengan wajah dan tubuhku, kenapa aku berubah seperti ini?, Ini bukan aku!" Ucapku merasa kaget dan tidak percaya dengan apa yang aku lihat di cermin.


Para pelayan yang menangani aku mereka justru tersenyum saja melihat reaksi dariku, sedangkan aku benar-benar merasa aneh dengan diriku sendiri yang ku lihat dari pantulan cermin.


Aku bingung entah aku harus merasa senang karena mereka telah membuat aku menjadi jauh lebih cantik dan terawat dari sebelumnya ataukah aku harus marah dan kesal karena mereka telah membuat aku kehilangan jati diriku sendiri, karena aku lebih suka menjadi diriku yang sebelumnya, aku sudah menjadi Elisa yang memakai celana dan kau sederhana kemana mana dengan rambut di ikat tinggi di belakang.


Tanpa make up, riasan dan semua pakaian mahal dan indah, aku suka menjadi diriku yang apa adanya dan aku nyaman dengan diriku yang dulu tidak dengan aku yang berpenampilan glamor seperti ini dan aku kesulitan karena aneh dengan kuku jari tanganku yang tiba-tiba saja berubah menjadi panjang juga berwarna seperti sekarang.


"Hah, kenapa kukuku jadi panjang dan berwarna begini?, Nanti bagaimana aku makan?" Ucapku kebingungan hingga membuat para pelayang tertawa dengan kekonyolanku.

__ADS_1


Mereka langsung saja membawaku keluar dan memperlihatkan aku kepada Devinka yang ternyata menunggu sedari tadi di luar tempat itu.


"Tuan muda nona anda sudah selesai kami tangani, apakah anda puas dengan hasil kerja kami?" Ucap pelayan yang berdiri di sampingku.


Devinka langsung berdiri dan dia menatapku dengan lekat serta matanya yang terbuka lebar, dia menatapku tanpa berkedip sambil terus berjalan perlahan menghampiriku hingga jarak diantara kami begitu dekat satu sama lain.


"Chicken bagaimana apa kau suka dengan hasilnya?" Tanya Devinka kepadaku.


Karena dia menanyakan itu, tentu saja aku berniat mengatakan yang sebenarnya kepada dia namun ketika aku melihat wajah para pelayan di sampingku yang terlihat murung dan seperti ketakutan, aku mengerti dengan rasa khawatir yang mereka rasakan, aku pun menghirup udara beberapa saat lalu membuangnya perlahan.


Terpaksa aku harus berpura-pura senang dengan hasil yang aku dapatkan pada tubuhku.


"Ahaha...aku sangat senang sekali, mereka bekerja dengan baik kau lihat pakaiannya sangat cocok denganku make up dan perawatannya juga sangat cocok untukku aku menyukainya, terimakasih ya kalian semua sudah membantuku untuk tampil cantik" ucapku sambil memasang senyum yang aku paksakan.


"Baguslah jika kau puas atas hasilnya kau juga terlihat lebih cantik, kalian akan mendapatkan bonus bulan ini atas pekerjaan kalian, chicken ayo kita pergi" ucap Devinka membuat para pelayan tersenyum senang dan ada juga yang berjingkrak kegirangan.


Devinka langsung mengajakku untuk segera pergi dari sana namun tiba-tiba saja salah satu pelayan tadi berlari menghampiriku dan dia mengucapkan terimakasih kepadaku sambil memujiku di depan Devinka secara langsung.


"Tunggu...." Teriak salah satu pelayan tadi dan di ikuti dengan beberapa pelayan lain di belakangnya,

__ADS_1


Aku menatap dengan heran karena mereka berlari menyusulku seperti itu.


"Nona terimakasih kau memang cantik tidak hanya di luar tetapi hatimu juga baik, aku harap kau bisa terus bersama dengan tuan muda kamu" ucap pelayan tersebut dan mereka serentak menundukkan kepala memberi hormat padaku.


Aku sungguh kebingungan dan merasa sangat heran juga tidak enak karena membuat mereka membungkuk seperti itu kepadaku padahal aku bukan siapa-siapa.


"Ehh ...sudah jangan seperti ini memang kalian bekerja dengan baik, aku juga senang dengan hasilnya sudah jangan merendahkan diri kalian begitu" ucapku kepada mereka dan segera pergi dari sana.


Mereka terus berteriak mengungkapkan rasa terimakasihnya kepadaku sedangkan aku hanya tersenyum saja menanggapinya dan segera pergi dengan secepatnya dari sana dan keluar dari mall besar yang berisi segala macam tempat di dalam sana.


Devinka membukakan pintu mobil untukku dan aku segera masuk ke dalam dengan tenang sambil menghembuskan nafas lega.


"Haaahh....akhirnya bisa duduk dengan damai, Devinka kenapa kau membawaku ke tempat seperti tadi kau lihat mereka memakaikan aku pakaian tidak sopan seperti ini, sekarang bagaimana aku harus berjalan keluar, ini sangat memalukan" ucapku sambil memeluk diriku sendiri,


"Bukankah tadi kau bilang kau menyukai model ini yah?, Kenapa sekarang berubah?" Tanya Devinka kepadaku.


Aku baru ingat dengan kebohonganku, dan sekarang aku bingung bagaimana harus menjawab ucapan Devinka, jika aku berbohong lagi dia pasti tidak akan mempercayai alasanku tapi jika aku jujur dia mungkin akan menertawakan aku atau membatalkan bonus yang sudah dia katakan kepada para pelayan tadi, aku sangat bingung memikirkannya dan hanya bisa terdiam saja dalam beberapa saat.


Sampai ketika Alvaro kembali bertanya dengan nada suara yang cukup tinggi barulah aku segera tersadar dan malah keceplosan mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"CHICKEN!, Cepat jawab aku" teriak Devinka seperti membentakku,


"Aahh...iya iya aku mengatakan seperti tadi karena aku tidak tega dengan para pelayan itu, kau tahu aku juga sama seperti mereka dulu aku seorang karyawan di restoran siap saji dan aku membutuhkan penilaian yang baik dari pelanggan, jika satu pelanggan saja memberikan nilai buruk kepadaku maka bos akan memarahiku, atau mengurangi gajihku, dan karena aku merasakan apa yang mereka rasakan makanya aku tidak tega, karena mereka sudah bekerja keras dan hasilnya memang bagus hanya saja aku lebih suka menjadi diriku sendiri" ucapku mengungkapkannya dengan lantang begitu saja hingga membuat Devinka tertegun mendengarnya.


__ADS_2