
Reksa terlihat tersenyum senang begitu pula dengan Dika, sebab mereka sudah menyiapkan sebuah rencana kejutan bagi Devinka dan Elisa, setidaknya itu akan membuat sebuah kenangan indah terakhir bagi mereka semua.
Disisi lain pagi-pagi sekali aku sudah bersiap-siap dengan penuh semangat dan energi positif di dalam tubuhku untuk pergi ke perusahaan CTN Group impianku dan kembali bekerja disana sebagai karyawan tetap setelah magang selama satu bulan sebelumnya ketika aku masih menjadi mahasiswi.
Aku sangat beruntung karena bisa langsung dipekerjakan oleh mereka dengan mudah dan langsung menjadi seorang karyawan tetap, sedangkan orang baru lainnya harus mengikuti masa training dahulu minimal selama tiga bulan, tetapi entah bagaimana aku bisa langsung diterima bekerja disana dengan sangat mudah.
"Aahhh...ini pasti sebuah keberuntungan dan hadiah dari sang maha kuasa karena aku adalah gadis yang baik, terimakasih tuhan akhirnya kau mengebulkan permintaanku ini" ucapku sambil menatap langit dan terus berjalan menuju halte bus.
Saat aku tengah menunggu bus disana, tiba-tiba saja sebuah mobil hitam yang sangat mewah dan mengkilap berhenti di hadapanku, itu membuat aku bingung dan keheranan sampai kaca mobil itu menurun dan memperlihatkan Reksa yang berada di dalam mobil indah tersebut.
"Hallo Elisa kau mau kemana?, Butuh tumpangan?, Aku akan mengantarmu ke manapun kau pergi" ucap Reksa menawarkan.
Karena aku tidak ingin terlambat di hari pertamaku bekerja, sehingga aku memutuskan untuk langsung masuk ke dalam mobil tersebut tanpa rasa curiga sedikitpun.
Hingga di perjalanan Reksa memberikan aku sebuah kertas yang bertuliskan alamat sebuah tempat yang tidak asing bagiku.
"Ehh...apa ini, apa ini taman hiburan di lapangan kota?" Ucapku baru mengingatnya,
"Benar, dan kau harus datang ke sana setelah kau pulang bekerja, aku tahu kau di terima bekerja di perusahaan CTN Group dan langsung menjadi karyawan tetap kan?" Balas Reksa yang membuatku kaget dan heran, sebab dia tiba-tiba saja tahu tentang aku yang di terima bekerja di perusahaan tersebut.
__ADS_1
"Yah itu benar, tapi darimana kau tahu, perasaan aku tidak pernah memberitahu siapapun tentang kabar ini" balasku dengan wajah yang heran.
Bukannya menjawab pertanyaanku Reksa malah memalingkan wajahnya dan mengalihkan pembicaraan dengan cepat seakan dia tidak ingin membahas masalah itu lagi, dan lebih tepatnya dia terlihat menghindari semuanya dengan sangat jelas dan aku bisa mengetahuinya dengan mudah.
"A..aku....kita sudah sampai, cepat kau turun sana dan ingat jangan lupa jam tiga sore di sana ya, aku akan menjemputmu nanti, sampai jumpa Elisa" teriak Reksa sambil terburu-buru seperti mengusirku dari mobilnya.
Aku masih merasa heran tapi aku mengabaikan semua kecurigaan itu sebab ini adalah hari pertama aku kerja dan aku sudah menanti untuk waktu indah seperti ini sebelumnya, jadi aku sangat tidak sabar untuk memulainya lagi dan segera masuk ke dalam kantor dengan cepat lalu menemui kak Eril dan teman-teman lainnya di departemen dua.
Seperti biasa mereka memang selalu menerima kehadiranku dengan baik dan mereka selalu mengajariku apa itu kerjasama dalam tim, mereka selalu kompak meski terkadang menjadi sensitif, tetapi kami selalu bisa melewati permasalahan apapun yang melanda tim kami, sehingga aku senang sekali ketika bisa bekerja dengan rekan yang luar biasa seperti mereka ini.
"Aaahhh...bungsuku sudah tiba, Elisa aku sangat merindukanmu" ucap kak Anne sambil langsung berlari memelukku,
"Aishhh...kakak selalu datang pagi setiap kali aku hadir ke ruangan ini untuk hari pertama, apa kau se senang itu dengan kehadiranku?" Balasku balik bertanya,
Dimana disitu tepat sekali ada kak Kris yang berdiri sambil membalas tatapan kak Anne dengan sorot mata yang tidak kalah menyeramkannya dengan sorot mata kak Anne barusan.
"Ehh.... sudah-sudah apa kalian akan terus bertengkar begini, jangan bertengkar terlalu sering nanti kalian bisa saling mencintai" ucapku memperingati mereka,
"Apa yang kau bicarakan, haha.... Mana mungkin aku akan menyukainya, meski aku jomblo dan tidak punya gebetan, tapi dia tetap bukan tipeku, kau pasti tahukan bagaimana tipe idealku Elisa" balas kak Kris dengan penuh kepercayaan diri.
__ADS_1
Aku hanya mengangguk sembarangan saja karena sudah tidak mengerti dengan apa yang akan terjadi jika mereka mulai bertengkar lagi di ruangan ini, mungkin kak Kiki musuh bebuyutan kami di departemen satu akan menertawakan kami departemen dua, jika kami terdengar terus bertengkar dan kelihatan seperti tidak kompak.
Karena tidak ingin semua itu terjadi aku pun segera berusaha memisahkan mereka berdua dan dengan cepat membawa kak Anne untuk kembali ke meja kerjanya, begitu pula dengan kak Kris yang di tarik oleh kak Eril dan dia kembali pada pekerjaannya juga.
"Aduduh....sudah kalian ini sungguh sangat serasi, ayo kembali bekerja saja aku juga akan segera kembali bertemu dengan komputer kesayanganku, ayo ..ayo...kak" ucapku sambil mendorong kak Anne untuk membuatnya segera menjauh dari kak Kris dan membujuknya hingga dia menurut untuk kembali duduk di depan meja kerjanya.
Setidaknya semua sudah kembali damai dan memisahkan mereka adalah cara dan solusi paling baik disetiap pertengkaran yang terjadi.
Sedangkan disisi lain Reksa menggerutu kesal pada dirinya sendiri yang hampir saja keceplosan dan membuat Elisa mencurigai dirinya karena dia mengetahui masalah Elisa yang bekerja di CTN Group hari ini.
Sebelumnya kemarin malam Devinka menerima berkas dan hasil wawancara semua calon karyawan baru, dan kebetulan saat itu ada Reksa di kediamannya sehingga Reksa mengetahui secara tidak sengaja bahwa ada resume milik Elisa diantara tumpukan resume lainnya yang ada disana, Devinka langsung melihatnya dengan cepat dan seketika dia teringat dengan mimpi Elisa selama ini.
Dia pun mulai mengutarakan sebuah ide kepada Reksa dan dia yang membuat Elisa langsung diterima bekerja di perusahaan tersebut dibandingkan dengan pelamar lain yang jika di lihat dari keahlian, Elisa tetap kalah sebab mereka telah berpengalaman cukup lama dibandingkan dirinya yang masih baru dan tidak mengerti sepenuhnya masalah bisnis pemberitaan seperti ini.
Meski awalnya Reksa juga tidak menyetujui ide Devinka itu, tetapi ketika Devinka terlihat sungguh-sungguh untuk membantu Elisa, dia pun tidak bisa menahan apalagi melarangnya lagi, selama ini tidak akan menyakiti Elisa sendiri, Reksa pun mengijinkannya.
"Aku akan memastikan dia langsung menjadi karyawan tetap dan tidak akan ada yang berani melawan dia apalagi membuat trik kotor untuk mencoba menjatuhkan dia di perusahaanku" ucap Devinka dengan tekad dan keseriusan yang dalam.
Reksa hanya bisa menghembuskan nafas tak bersemangat ketika melihat dengan jelas seberapa perdulinya Devinka terhadap Elisa, tetapi sayangnya Devinka masih belum menyadari hal itu dan dia terus menolak perasaan yang tumbuh di hatinya bagi Elisa, dia akan membunuh kebahagiaannya sendiri jika terus jaga gengsi dan standard seperti itu.
__ADS_1
"Sssttt...dia memang sangat keras kepala, pasti akan sulit jika aku ada di posisi Elisa, di sukai oleh pria seperti Devinka memang akan menguras tenaga dan pikirannya" gerutu Reksa yang merasa iba pada Elisa.
Itulah alasan Elisa bisa di terima bekerja dengan mudah di perusahaan besar bertarap internasional tersebut hanya dengan sekali wawancara dan itu pun tidak berlangsung dengan baik, tetapi aku tetap bisa mendapatkan pekerjaan yang selama ini sangat aku damba-dambakan sejak kecil hingga sebesar sekarang.