
Selama menikmati makanan bersama kak Eril aku sungguh bisa menjadi diriku sendiri seutuhnya tidak ada rasa malu yang berlebihan tidak ada rasa canggung dan lainnya aku hanya nyaman saja menjadi seperti ini di hadapannya dan dia juga tidak merasa keberatan sama sekali dengan hal itu.
Meskipun saat itu kak Eril baru saja mengungkapkan perasaannya kepadaku tapi aku sama sekali tidak merasa terlalu gugup karena mungkin fokus dalam diriku sudah teralihkan karena banyaknya makanan diatas meja yang bisa aku nikmati saat itu, hingga beberapa saat kemudian akhirnya kami selesai menikmati semua makanan itu.
Dan aku memang sanggup untuk menghabiskannya dengan cepat, aku sangat kenyang dan merasakan perutku yang sudah terpenuhi dengan banyak makanan di dalamnya, aku juga tidak lupa untuk berterimakasih kepada kak Eril karena sudah mau mengajakku pergi makan di tempat ini yang memiliki banyak hidangan menggugah selera.
"Aaahhh....enak sekali, perutku sudah penuh sekarang, terimakasih ya kak kamu baik sekali, nanti lain kali giliran aku yang mentraktir mu" ucapku mengungkapkan rasa terimakasih,
"Santai saja harusnya aku yang berterima kasih kepadaku Elisa karena sudah mau menemaniku makan bersama" balasnya membuatku sedikit merasa tidak enak,
"Ehehe...kak, kamu ini bisa aja" balasku sambil tersenyum malu-malu.
Kami pun segera pergi dari tempat itu dan kak Eril mengantarkan aku pulang, aku sangat senang dan gembira, sehingga saat masuk ke dalam kamar kosku aku langsung merebahkan tubuhku di lantai dan menatap langit-langit kamarku dengan perasaan senang dan salah tingkah sendiri.
"Aaarggghhh ....apa tadi kak Eril sungguh menyatakan perasaannya kepadaku?, Huaaa...aku harus bagaimana menghadapi dia nantinya" gerutuku merasa salah tingkah tidak jelas.
Aku pasti akan benar-benar gugup jika harus berhadapan apalagi bekerja sama dengan kak Eril seperti sebelumnya, aku juga tidak tahu bagaimana harus menghadapinya nanti bila seandainya aku masuk kembali ke departemen dua dan menjadi bawahan kak Eril, ditambah disana bukan hanya ada kami berdua melainkan ada kak Anne dan juga kak Kris.
Sudah tidak bisa aku bayangkan lagi reaksi seperti apa yang akan mereka perlihatkan kepadaku ketika mereka mengetahui hubungan diantara aku dan kak Eril yang sudah dekat dari sebelumnya bahkan kak Eril berani mengungkapkan perasaannya kepadaku.
Sudah pasti kak Kris akan mengintrogasi aku dengan keras begitu juga kak Anne yang akan terus bertanya-tanya sampai membuatku mungkin tidak akan bisa lari dari mereka, membawakannya saja sudah membuat aku bergidik ngerti dan merasa ketakutan tidak jelas, bukan apa-apa tapi kak Eril adalah seorang ketua tim di departemen dua sehingga tentu saja semua orang pasti akan penasaran dengan wanita yang tengah dia kejar, dan jika semua orang mengetahui bahwa akulah perempuan yang tengah di kejar oleh kak Eril, sudah pasti mereka akan protes karena aku sendiri bahkan merasa bahwa aku tidak cocok untuknya.
__ADS_1
"Aaahhh....aku harus bagaimana nanti, tapi apa aku akan diterima di perusahaan tersebut?" Ucapku merasa sedikit kurang percaya diri.
Aku mungkin mahasiswa lulusan terbaik di fakultas dan di universitas tersebut tetapi sainganku juga banyak dan bukan yang kuliah di universitas favorit saja melainkan banyak orang-orang hebat lainnya yang berasal dari luar negeri, lulusan universitas internasional atau bahkan orang-orang beruang yang memiliki koneksi pada perusahaan tersebut sehingga mungkin orang-orang jenis seperti itu akan lebih mudah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Sedangkan orang-orang miskin dan hanya mengandalkan kemampuan sepertiku hanya memiliki satu keajaiban yang bergantung pada keberuntungan diri sendiri sebab tidak memiliki koneksi di dalam perusahaan atau pun uang untuk mendapatkan kemudahan, makanya aku tidak terlalu berharap banyak untuk bisa diterima di perusahaan tersebut, meskipun aku sangat antusias dan penuh semangat agar bisa masuk kesana.
"Aaahhh...ayolah Elisa berhenti memikirkan banyak hal yang belum tentu terjadi, lebih baik aku mandi dulu saja" ucapku bicara pada diri sendiri.
Aku bangkit dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum beristirahat dan tidur dengan nyenyak malam itu.
Hingga paginya saat aku bangun lebih awal aku mendapatkan sebuah panggilan dari nomor telepon yang tidak aku kenal.
Aku segera meraih ponselku yang ada di samping karpet tipis tempatku tertidur, lalu aku angkat panggilan itu dan ternyata itu panggilan dari pihak perusahaan CTN Group yang sudah aku tunggu-tunggu kabarnya.
Aku mulai mengeluarkan suara dengan sedikit gugup ketika menjawab sapaan dari telpon tersebut.
"Ha...ha...hallo kakinya saya dengan Elisa Marshanda" balasku dengan sedikit terbata-bata,
"Oh bagus, selamat kamu terpilih untuk mengisi lowongan pekerjaan di perusahaan CTN Group dan kami mengundang anda untuk melakukan tes wawancara besok pagi sesuai jadwal kerja di perusahaan, tes ini akan menjadi tes akhir dan penentuan diterima atau tidaknya anda untuk bekerja di perusahaan" ucap seseorang di balik telpon tersebut yang membuatku sangat senang.
"Ahh..iya baik kak saya akan pastikan besok datang ke sana tepat waktu, terimakasih atas informasinya kak" balasku sangat senang.
__ADS_1
Panggilan pun terputus dan aku langsung berjingkrak kegirangan dengan penuh kebahagiaan yang tidak bisa aku gambarkan dengan jeli.
"Arkhhh, senang sekali... Akhirnya aku bisa masuk setidaknya dalam tahap wawancara, hahaha...aku senang sekali" ucapku dengan senang.
Aku segera mandi dan bersiap untuk berolahraga pagi ini berniat untuk menyegarkan diriku sendiri dan menyehatkan tubuhku, agar aku bisa datang ke perusahaan dengan penuh energi dan tetap bugar.
Aku sudah berganti pakaian menggunakan pakaian olahraga dan siap untuk memulai jogingku di pagi hari yang sangat cerah ini, dengan penuh semangat aku keluar dari rumah kos ku dan aku segera berlari-lari kecil di pinggir jalan dan tetap berada di tempat lalu aku mulai melakukan pemanasan beberapa saat hingga setelah tubuhku terasa lebih lemas aku segara mulai berlari pelan menelusuri jalanan indah di tempat tersebut.
"Huaaa....ini sangat segar dan melegakan haha...." Ucapku sambil berlari dengan merentangkan tanganku dan menghirup udara segar sepanjang jalanan tersebut.
Aku sangat senang dan begitu gembira hingga aku terus tersenyum lebar sepanjang perjalanan, bahkan aku menyapa setiap orang yang aku temui dan tersenyum lebar serta ceria kepada mereka sekalipun aku tidak mengenalnya bahkan ada beberapa orang yang barus aku temui namun aku juga menyapa mereka dengan senang hati.
"Syalala..Lala...la...la..la..Lala....huaaa...aku tidak sabar untuk menyambut hari besok" senandungku tak habis-habisnya merasa senang dan sangat gembira.
Sebelumnya aku tidak pernah merasa segembira ini tapi ini adalah hari yang paling menyenangkan untukku sehingga aku harus terus menikmatinya dan aku memutuskan untuk pergi ke taman yang tidak jauh dari jalanan dekat rumah kosanku.
Setiap akhir pekan aku juga sering melihat banyak sekali orang-orang yang bersantai ataupun berolahraga di sekitar taman itu, sehingga aku memutuskan untuk pergi ke sana sampai tiba disana semua dugaanku memang benar, banyak sekali orang dewasa maupun para remaja yang berolahraga disana dan ada juga yang hanya sekedar bersantai menggelar tikar dan melakukan piknik kecil yang sangat menenangkan.
Aku terus berlari-lari kecil hingga tidak sengaja melihat kak Eril yang tengah melakukan pemanasan di dekat sebuah kolam air mancur.
"Ehh...bukankah itu kak Eril, sedang apa dia ada di sekitar sini?" Ucapku merasa heran.
__ADS_1