
Ke esokan paginya Elisa kembali berangkat ke kampus agak siang karena jarak rumah dan kampus sekarang sangat dekat jadi hanya dengan berjalan kaki dia sudah bisa sampai dalam beberapa menit saja.
Elisa berjalan menuju kampus dengan senyum ceria yang mengembang di wajahnya, meski setiap hari dia terlihat sebagai gadis yang manis dan penuh keceriaan namun jauh di dalam lubuk hatinya Elisa sangat iri dengan teman temannya yang bisa merasakan kasih sayang dari keluarga mereka, saat tengah berjalan hendak masuk ke gedung kampus, Lili datang menghampiri Elisa.
"Pagi Ell, tumben kamu datang ke kampus siang begini, biasanya sudah ada di kelas sejak tadi pagi" ucap Lili sambil berjalan beriringan dengan Elisa,
"Iya Li, sekarangkan aku tinggal di kosan belakang kampus tentu saja tidak butuh waktu lama untuk datang ke sini makanya bisa datang lebih siang hehe" jawab Elisa sambil cengengesan.
Mereka terus asik mengobrol satu sama lain dan beberapa kali saling bercanda sampai di tengah jalan tak sengaja berpapasan dengan kak Ciko dan Lili menabrak kak Ciko yang tengah membawa beberapa buku hingga buku itu jatuh ke lantai.
"Brukk...." Suara buku yang jatuh berserakan ke lantai,
"Aduhh... Maaf kak maaf aku tidak sengaja" ucap Lili sambil membungkuk dan refleks membereskan buku itu lalu dia kembalikan pada kak Ciko,
"Ini kak bukunya, sekali lagi aku minta maaf" ucap Lili yang sama sekali tidak digubris oleh kak Ciko.
Ciko yang tak lain adalah kakak tingkat kita di kampus sekaligus anggota geng The Boys yang sangat terkenal dengan kekayaannya itu, dia bahkan hanya menatap sekilas lalu merampas buku itu dari tangan Lili dan langsung berjalan melewati kami berdua.
Elisa yang kesal karena sahabatnya sendiri menjadi murung akibat diperlakukan seperti tadi oleh Ciko dia pun langsung berbalik dan berteriak pada Ciko sambil merutukinya.
"Heh... Dasar manusia es balok, orang sok kaya, bukannya berterimakasih malah tak tau diri, ayo Lili abaikan saja dia, kamu tidak pantas meminta maaf seperti tadi pada orang sombong sepertinya" ucap Elisa dengan suara lantang dan dia menarik lengan Lili untuk segera masuk ke dalam kelas.
Sampai sudah duduk di meja kelas, wajah Lili masih tetap terlihat lesu dan murung Elisa sangat tidak nyaman dengan suasan itu, biasanya Lili sangat berisik tapi tiba tiba saja dia diam seperti ini, membuat suasana menjadi sepi.
__ADS_1
"Lili.. kamu kenapa sih murung begitu, sudahlah masih banyak pria lain dibandingkan si Ciko itu menyebalkan sekali saat mengingat wajahnya tadi" ujar Elisa dengan merotasikan matanya.
"Heuheu.... Elisa kau ini salah paham, aku murung bukan karena kak Ciko hiks.. hiks.." jawab Lili sambil merengek,
"Hah?, Terus karena apa?" Tanya Elisamerasa heran,
"Karena KAMU ELISA....heuuu heuuu heuuu" jawab Lili yang membuat Elisa membelalakkan matanya,
"Karena aku?, Apa salahku?" Ucap Elisa bertanya tanya,
"Kau sudah membentak dan mempermalukan kak Ciko di depan umum tadi, aku merasa malu untuk menampakkan wajahku lagi di hadapannya, semua itu karenamu kenapa kau malah menghina dia dihadapan orang orang hiks...hiks...hiks.." jawab Lili menjelaskan,
"Aishh... Aku itu membelamu kenapa kau malah marah denganku, aneh benar benar aneh!" Balas Elisa yang tak habis pikir sambil memijat dahinya yang pusing dengan kelakuan Lili,
"Idihh... Kau ini, mana mungkin dia akan mengingat wajahmu melihatnya saja tidak, kau juga sedari tadi menunduk bagaimana dia bisa melihat wajahmu?" Jawab Elisa merasa heran,
"Elisa....ayolah bantu aku kalau kau memang sahabatku, meminta maaflah pada kak Ciko yahhh" lagi lagi Lili memohon pada Elisa,
"Maaf Li, aku tidak bisa lagi pula aku kan tidak salah dan apa hubungannya denganku yang menabrak dia juga bukan aku kan, kau ini ada ada saja, sudah jangan memikirkan hal yang tidak penting lebih baik kau belajar yang rajin agar nanti bisa satu kelas lagi denganku oke" jawab Elisa sambil mendorong Lili agar tak menatapnya lagi.
Lili pun menyerah untuk sementara ini karena dia tidak berhasil membujuk Elisa untuk menemui kak Ciko impiannya, Lili sama sekali tidak memperhatikan pembelajaran materi yang di sampaikan oleh dosen, sepanjang materi berlangsung Lili hanya cemberut dan menunduk lesu sambil mencoret coret buku catatannya, dia sengaja melakukan itu berharap Elisa bisa melakukan keinginannya untuk meminta maaf pada kak Ciko.
Hingga sampai materi selesai Lili terus saja murung bahkan ketika Elisa mengajaknya pergi ke kantin, Lili juga menolak.
__ADS_1
"Lili ayo ke kantin aku sudah lapar" ajak Elisa,
"Tidak mau, kau juga tidak ingin meminta maaf pada kak Ciko kan, maka aku juga tidak mau berteman denganmu lagi" jawab Lili yang membuat Elisa kembali pusing,
"Li.. ayo dong kita kan udah dewasa sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini hanya demi seorang pria yang sama sekali tidak pernah menganggap mu" jawab Elisa menegur Lili.
Awalnya Elisa berkata seperti itu dengan harapan Lili bisa sadar dan tidak lagi dibutakan oleh cinta sepihaknya, Elisa sebagai sahabat hanya ingin Lili fokus pada pelajaran dan cita citanya di tambah orang yang digilai oleh Lili adalah Ciko, meski Ciko nampak sedikit berbeda dengan anggota The Boys lainnya namun kesombongan mereka berada di tingkat yang sama itulah yang membuat Elisa tidak menyukainya, Elisa hanya takut perasaan yang Lili miliki pada Ciko justru hanya akan membuatnya sakit di masa depan.
Namun Lili yang sudah terlanjur menyukai Ciko dia sama sekali tidak pernah mendengarkan peringatan dari Elisa justru saat mendengar ucapan itu Lili malah semakin marah dan dia menggebrak meja lalu bicara dengan keras pada Elisa.
"Brakkk... Ell kalau kau tidak mau meminta maaf pada kak Ciko kamu juga tidak perlu menjelekkan dia padaku, dan kalau kau masih tidak mau juga menemuinya kita sebaiknya jangan berteman lagi!" Bentak Lili lalu pergi meninggalkan Elisa,
Elisa berlari menyusul Lili.
"Li..Lili...tunggu maksudku bukan begitu, itu juga demi kebaikanmu Li" teriak Elisa namun Lili tetap berjalan pergi meninggalkannya.
Elisa berdiri menatap punggung Lili yang semakin menjauh dari pandangannya, dia hanya bisa membuang nafas kasar dan mengacak belakang rambutnya dengan frustasi, Elisa bingung bagaimana lagi dia harus membujuk Lili pasalnya Elisa tidak mau menemui Ciko apalagi meminta maaf padanya, karena Elisa merasa dia memang tidak melakukan kesalahan apapun.
"Lili-Lili... Harus bagaimana lagi aku menyadarkan mu huuh... Semua ini karena si Ciko sialan itu!" Gerutu Elisa dengan berdecak kesal.
Akhirnya Elisa terpaksa pergi sendiri ke kantin dan saat sampai di sana Elisa tak sengaja melihat Lili yang sibuk berdesakkan dengan para mahasiswi lainnya yang berebut meminta foto dengan anggota The Boys, Elisa hanya bisa menatapnya dari kejauhan dan dia duduk di salah satu meja sambil mengunyah roti selai nanas kesukaannya.
Mata Elisa terus memperhatikan Lili dengan lekat dia hanya khawatir Lili akan dalam bahaya jika berada di kerumunan seperti itu terlebih Lili hanyalah gadis polos yang ter butakan oleh cinta tak menentu seperti itu.
__ADS_1
"Lili andai saja kita tidak bertengkar mungkin kau tidak akan berada di sana sekarang, huuhh" ucap Elisa sambil terus menatap Lili.