
Aku berjalan dengan perlahan dibantu oleh kak Anna karena bagiku ini masih cukup sulit harus berjalan memakai hak tinggi keluar dari mobil mewah bak seperti orang orang kaya lainnya yang sering aku lihat di televisi sebelumnya.
Saat berjalan memasuki gedung aku sungguh kembali terpukau entah itu gedung apa namun sepertinya itu adalah hotel mewah yang biasa di sewa untuk pesta orang kaya.
"Kak...apa ini tidak salah, kenapa sangat besar sekali kakiku sudah lecet memakai sepatu ini" ucapku berbisik pada kak Anna.
"Sudah diam, kamu ikuti saja aku sampai nanti ada yang bermacam macam denganku kamu bebas melakukan apapun" ucap kak Anna dan aku balas dengan anggukan.
Saat aku terus berjalan di samping kak Anna dari kejauhan aku melihat pria sebelumnya yang pernah menyeret kak Anna tadi siang, dia berjalan dengan seorang wanita seksi di sampingnya dan membawa minuman di tangannya dia nampak menatap dengan sinis ke arah kak Anna dan mereka berjalan semakin mendekati kak Anna hingga jarak mereka sangat dekat dan tatapan permusuhan di antara keduanya terlihat begitu jelas bagiku.
"Astaga...sepertinya ini sudah saatnya aku waspada" gumamku dalam hati,
Pria itu menyapa kak Anna dan aku terus berjaga jaga memperhatikannya dalam diam.
"Wah...wah...wah...aku tidak menyangka seorang Anna masih tidak tahu malu datang ke acara peresmian proyek baruku" ucap pria itu dengan sinis,
"Aku hanya menghormati hubungan antara keluarga kita dan kedatanganku hanya sebagai wali dari NEO group, bukan untuk mengucapkan selamat kepada anda dan proyek baru anda!" Jawab kak Anna yang sepertinya membuat pria itu kesal.
Pria tersebut nampak mengepal gelas berisi minuman ditangannya dengan sangat kuat dan saat itu juga aku sadar bahwa pria itu akan mulai menyerang, dia langsung hendak melemparkan gelas tersebut ke arah kepala kak Anna dan aku terbelakang serta langsung menahan tangan pria itu dengan kuat lalu ku hempaskan tangannya ke bawah hingga gelas yang di pegangannya jatuh dan pecah berserakan di lantai.
Para tamu undangan lainnya menatap ke arahku dan kak Anna mereka juga saling berbisik satu sama lain wanita di samping pria itu langsung mengajak pria tersebut untuk pergi meninggalkan kami karena malu namun pria sialan itu masih tetap menggebu dengan emosinya.
"Lepaskan, aku tidak akan membiarkan j*Lang sepertinya bisa menikmati pesta mewah ini, dia tidak pantas disebut selebritis terkenal" teriak pria itu membuat para tamu undangan semakin ricuh.
__ADS_1
Aku paham kak Anna pasti menanggung rasa malu dan kesal yang teramat dalam hingga kak Anna tiba tiba saja menampar pipi pria itu cukup keras.
"Plakkk.....itu sebagai peringatan karena kau berani menghinaku, semua orang akan menjadi saksi mulai detik ini aku memutuskan semua hubungan dengan keluarga Kris Biantoro!" Ucap kak Anna dengan lantang dan dia berbalik begitu saja meninggalkan pertikaian.
Aku mengikuti kak Anna namun tak sengaja ketika aku berbalik aku melihat pria itu hendak melemparkan sebuah botol minum ke arah kak Anna sontak semua orang berteriak dan untunglah aku masih sempat menarik kak Anna sehingga botol tersebut tidak mengenainya.
Belum selesai sampai di situ pria itu terus mendatangi kak Anna bahkan dia tanpa malu berniat memukul kak Anna di hadapan semua orang, aku tidak punya banyak waktu untuk menahan tangan pria itu lagi sehingga aku menghadangnya dan justru malah pipiku yang terkena tamparan oleh pria tersebut.
"Plakkkk...." Sebuah tamparan tepat mengenai pipiku dan itu begitu sakit,
Kak Anna begitu kaget melihat aku terkena tamparan oleh pria tersebut dan dia berteriak memarahinya.
"Dasar... Kau pria sialan beraninya kau menampar asistenku!" Bentak kak Anna sambil berjalan menghampiriku,
"Ohh.....jadi perempuan kecil yang melindungimu itu asisten barumu, hahaha....asisten lemah sepertinya tidak akan bisa melindungi mu dariku" teriak pria menjengkelkan itu.
Awalnya aku sudah memutuskan untuk pergi dengan kak Anna dan tidak memperpanjang masalah namun mendengar pria itu menyepelekan kemampuanku jelas sekali aku tidak terima.
"Kak...sebaiknya kamu sedikit menjauh, aku akan membereskan pria sialan itu" ucapku pada kak Anna.
Kak Anna sempat menahanku karena dia mengkhawatirkan diriku namun aku tersenyum meyakinkannya dan segera berbalik lalu berjalan dengan cepat menuju pria sialan yang masih tertawa menyepelekan ku di belakang.
"Hah...ada apa kau kembali kemari apa kau masih tidak tahu malu" ucap pria itu yang membuatku semakin emosi.
__ADS_1
Tanpa basa basi aku langsung meluncurkan tendangan mautku tepat mengenai kepalanya dan meninggalkan bekas luka berdarah di dahinya, mungkin itu karena sepatu hak tinggi yang aku kenakan, melihatnya kaget karena jidatnya berdarah aku sangat puas, dan kembali berbalik meninggalkan pria sialan itu.
"Hah..da..da..darah...tidak...jidatku..." Teriak pria itu nampak begitu kaget.
Aku berjalan menghampiri kak Anna dan kita berdua tersenyum puas aku masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan tempat itu, sepanjang perjalanan kak Anna nampak begitu antusias membicarakan bagaimana aku menendang kepala pria itu dengan sangat cepat dan tepat sasaran.
"Wahh.... Elisa aku benar benar beruntung bertemu denganmu, kau penyelamatku aahhh...aku sangat menyayangimu" ucap kak Anna sambil memelukku dengan erat hingga aku sulit bernafas,
"Eu...euu...kak, tolong lepaskan aku, kau bisa membunuhku jika memelukku seperti ini lebih lama lagi" ucapku padanya.
Kak Anna langsung melepaskannya dan dia kembali tersenyum senang juga begitu riang, raut wajahnya sangat berbeda dengan raut wajah dia sebelumnya, aku rasa kak Anna sudah terbelenggu cukup lama dengan pria itu.
Saat sampai di kediaman kak Anna dia langsung datang membawa kotak p3k dan membantuku mengobati memar di pipiku karena tertampar pria menyebalkan tadi.
"Elisa...maafkan aku yah karena kamu melindungiku, wajahmu jadi seperti ini" ucap kak Anna dengan wajah yang murung,
"Tidak papa bukankah itu sudah tugasku lagi pula hanya merah dan memar sedikit ini sudah biasa untukku bahkan aku pernah terluka lebih dari ini" jawabku dengan santai.
Aku sudah terbiasa hidup dengan keras, itulah mengapa dulu saat SMP hingga aku lulus SMA aku mengikuti latihan bela diri di sekolah karena aku tau anak yatim piatu sepertiku harus tumbuh kuat dan bisa melindungi dirinya sendiri, aku hidup seorang diri selama ini jika aku tidak kuat maka aku akan sulit menjalani hidup ini, bahkan ketika aku begitu keras tetap saja takdir membuatku menerima banyak kesulitan namun setidaknya aku bisa bertahan karena diriku sendiri.
Kak Anna begitu baik dan telaten mengobati lukaku namun aku tau ini sudah sangat larut dan aku harus segera kembali ke rumah.
"Kak....aku harus segera pulang ini sudah sangat larut nanti yang ada aku harus naik taxi, terimakasih sudah mengobati ku aku pergi dulu" ucapku terburu buru.
__ADS_1
Kak Anna menahanku dan dia menawarkan agar supir pribadinya mengantarkanku pulang, karena dia sendiri yang menawarkannya tentu saja aku tidak bisa menolak, aku pun pulang diantar supir pribadi kak Anna, jarak dari rumahku ke rumah kak Anna cukup jauh karena rumah mewah kak Anna berada di sebuah kompleks perumahan yang besar itu terlihat begitu mewah dan hanya di isi oleh rumah orang kaya.