Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Mengantar Pulang


__ADS_3

Melihat wajah perempuan itu aku tidak bisa menolak dan aku kembali menghampiri dia lalu menanyakan kemana aku harus mengantar dia pulang.


"Baiklah aku akan mengantarmu, dimana alamatnya?" Tanyaku pada perempuan yang nampak lebih tua dariku,


"Ayo kamu ikut aku saja aku, mobilku terparkir di cafe sebrang" ucap wanita itu sambil menarik lenganku begitu saja.


Aku tidak sempat menahan tubuhku karena tubuh dia yang jauh lebih tinggi dan lebih besar dariku, terpaksa aku hanya bisa mengikutinya hingga kami sampai di depan sebuah cafe yang cukup besar dan dia membawaku ke dekat mobil berwarna putih.


"Ayo masuk ini mobilku" ucap perempuan itu dan aku segera masuk ke dalam.


Aku tidak menyangka ternyata perempuan yang ku tolong itu memiliki mobil dan bisa mengendarainya sendiri selama perjalanan aku terus terpukau dengan mobil yang bagus dan pastinya bukan mobil murahan.


"Wahhh....kamu hebat sekali bisa memiliki mobil sebagus ini" ucapku terpukau,


"Jelas dong aku ini kan orang kaya, memangnya kamu tidak mengenalku?" Ucap wanita itu membuatku refleks menggelengkan kepala.


Saat perempuan itu mengatakan bahwa dirinya orang kaya aku langsung menebak bahwa dia adalah orang yang sombong dan begitu percaya diri, respect ku terhadapnya sedikit berkurang melihat reaksi yang dia sampaikan kepadaku ketika aku hanya merasa kagum sedikit dengan mobil yang dia kemudikan.


"Aishh....ternyata kau cukup sombong juga yah" ucapku dengan gamblang,


"Aku ini bukan sombong, tapi mengatakan fakta, kalo kamu tidak percaya lihat saja nanti aku bawa kau ke istanaku, dan oh iya siap namamu kita belum sempat berkenalan gadis kecil" ucapnya yang masih menyombongkan diri dan bertanya namaku,


Aku hanya bisa menaikkan kedua alis saking merasa heran harus bertemu dengan wanita tidak tau malu sepertinya.


"Heh...gadis kecil kenapa kamu diam saja, aku tanya siapa namamu?" Ucap perempuan itu menyadarkanku,


"Ahh...iya...namaku Elisa aku masih mahasiswa semester akhir" jawabku dengan sedikit gugup,

__ADS_1


"Elisa yah, nama yang bagus kamu juga terlihat imut dan manis cocok untuk adik sepupuku" ucapnya membuatku keheranan.


Aku berpikir kenapa wanita itu tiba tiba saja seperti menjodohkan ku dengan adik sepupunya, setelah mendengar ucapan itu rasa curiga dan dugaan yang aneh aneh mulai melintas dalam pikiranku.


"Astaga sebenarnya aku yang menolong dia atau justru akulah yang dia culik sekarang, aku harus berhati hati dia terlalu mencurigakan dan aneh" gumamku memikirkan.


Wanita itu terus saja tersenyum dan karena penasaran juga untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu aku pun menanyakan balik namanya.


"Ehh....namamu siapa?, Tanyaku balik,


"Namaku Anna kamu bisa memanggilku kak Anna karena usiaku jauh lebih tua darimu, belajarlah hormat pada yang lebih tua yah gadis kecil" ucap perempuan itu.


Aku merasa sedikit Malu karena ternyata bukan hanya aku yang mereka dia lebih tua dariku, pada awalnya aku tidak berani memanggilnya kakak karena aku takut dia tersinggung dan tidak menyukai panggilan itu sehingga memutuskan untuk bicara seperti dengan orang yang seumuran namun ternyata dia juga menyadarinya aku terlalu santai juga tidak sopan.


"Ahh....maaf aku tidak tau kalau kakak lebih tua dariku" jawabku segera meminta maaf.


"Pantas saja tadi kakak hingga hampir dibanting oleh seorang pria kasar, apa kakak menghipnotisnya terlalu berlebihan ya?" Ucapku sengaja menggodanya,


"Aahh...kau ini tidak bisa diajak bercanda sama sekali, sudah jangan bahas pria brengsek itu dia membuatku sangat kesal" ucap kak Anna yang nampak penuh emosi.


Wajah ceria dan cerahnya tiba tiba saja berubah dengan wajah kesal dan di selimuti emosi seluruhnya, aku tidak menyangka ternyata dia bisa semarah itu, ku rasa aku sudah salah bicara padanya sampai membuatnya menatapku dengan tajam dan sangat ngeri.


"Ahhh...aku minta maaf kak, aku tidak bermaksud begitu hanya bertanya saja" jawabku mengalihkan topik,


Kak Anna pun kembali ceria dan tersenyum lebar seperti sebelumnya, jujur saja aku sendiri merasa kaget dan tidak percaya dia bisa merubah ekspresi dengan secapat itu bahkan para aktor saja tidak melakukannya secepat itu dengan penghayatan yang bagus, ku rasa dia sangat cocok menjadi selebritis atau aktor.


Beberapa saat di perjalanan akhirnya kami sampai di sebuah rumah mewah yang pagarnya saja menjulang begitu tinggi, saat kak Anna menekan klakson muncul dua orang satpam yang dengan sigap membukakan pintu gerbang, lalu kak Anna memasukkan mobilnya ke dalam halaman rumah.

__ADS_1


Aku lagi lagi terpukau dengan bangunan yang sangat mirip dengan istana tersebut bahkan di samping rumah itu terdapat taman bunga yang terbentang cukup luas, semua pahatan patung yang indah dan mendetai juga luas rumah tersebut yang begitu besar dan lebih mirip seperti dalam buku dongeng.


"Wah....wahh...Kak apa ini benar rumahmu itu?" Tanyaku memastikan.


Mobil berhenti di depan teras rumah yang besar da kak Anna mengajakku untuk segera turun, kakiku bergetar karena aku tidak menyangka bisa menginjakkan kaki pada rumah semewah ini, dari kecil hingga dewasa dia bahkan belum pernah menginjakkan kaki di rumah sebagus ini.


Aku turun dari mobil dan menatap semua kemewahan rumah itu dan semua pemandangan indah di halaman rumah.


"Ini....ini....benar benar seperti istana, kak Anna apa kau adalah putri atau seorang ratu di rumah ini?" Tanyaku dengan menatap kagum.


Ku pikir dia akan kembali menyombongkan kekayaannya padaku apalagi setelah aku memancingnya dengan berkata seperti itu, tapi ternyata dugaanku salah kali ini dia datang menghampiriku dan mengajakku masuk untuk melihat lihat ke dalam rumahnya


"Hey...ini biasa saja, kalau kamu penasaran aku bisa mengajakmu melihat baik dalam rumah ini ayo" ucap kak Anna sambil menarik lagi lenganku dan masuk bersamaku ke dalam rumah itu.


Saat baru saja pintu utama dibukakan aku sangat kagum melihat ada beberapa pelayan yang langsung berjajar rapih menyambut kedatangan kami berdua beberapa pelayan untuk membungkuk seperti memberi hormat lalu ruang di sana begitu luas dan lantainya saja sangat bersih aku benar merasa tengah berada di dalam istana sungguhan.


"Wahhh....ini keren sekali, apa aku bermimpi yah...kak kamu sungguh hebat" ucapku sambil memberikan dua jempol padanya.


Dia adalah paling kaya raya yang pernah aku temui dia mempersilahkanku untuk duduk di salah satu sofa besar dan sangat empuk mataku tak bisa berhenti melihat ke segala penjuru rumah itu, tangga yang melingkar dengan elok dan sebuah karpet merah menjadi alas di tangga tersebut.


Ini sungguh luar biasa kak Anna memberi perintah pada salah satu pelayan untuk menyajikan makanan dan dia juga sempat bertanya padaku.


"Elisa apa ada yang ingin kamu minum biar pelayan menyajikannya khusus untukmu" ucap kak Anna dengar ramah,


"Ahh... Apa saja juga boleh kak aku bisa meminum apapun, kecuali alkohol hehe" jawabku sedikit bercanda.


Kak Anna tertawa menanggapi ucapanku lalu dia hanya menjentikkan jari sampai pelayan itu langsung pergi meninggalkan kami.

__ADS_1


__ADS_2