
Elisa terus menikmati makanannya hingga saat dia hendak membayar tiba tiba saja dia melihat Lili yang jatuh tersungkur ke lantai karena tersenggol dengan keras oleh para mahasiswi lain yang ikut berdesakkan, Elisa kaget dan refleks dia langsung berlari menghampiri Lili lalu membantunya berdiri.
"Lili apa kamu baik baik saja?" Tanya Elisa cemas,
"Lepas, kamu bukan sahabatku lagi, aku juga tidak butuh bantuanmu" jawab Lili yang membuat Elisa merasa sangat sedih.
Melihat sikap Lili yang seperti membenci dirinya Elisa pun menyerah dan dia meminta maaf pada Lili.
"Oke..oke.. Li aku mengalah, aku minta maaf dan aku juga akan menemui si Ciko sialan itu" ucap Elisa mengalah.
"Nah gitu dong hehe, coba saja kamu sedari tadi mengatakannya aku kan jadi tidak perlu marah dahulu padamu" ucap Lili sambil tersenyum senang,
"Hufttt... Lili-Lili kalau kau bukan sahabatku aku juga tidak akan melakukan ini" jawab Elisa sambil menghembuskan nafas kasar.
Lili pun terus mengajak Elisa untuk segera menghampiri kak Ciko dan meminta maaf atas ucapannya tadi pagi.
"Elisa ayo cepat kamu hampiri kak Ciko mungpung dia lagi santai" ucap Lili nampak antusias,
"Lili aku akan menemuinya nanti yah, sekarang banyak sekali mahasiswa di sini aku rasa dia hanya akan mengabaikan ku jika meminta maaf padanya sekarang" jawabku berusaha menahan waktu.
Untunglah Lili setuju dan mereka menunggu sampai mahasiswa lain bubar, saat sudah tidak banyak mahasiswa di sekitar kantin, Elisa langsung menghampiri Ciko yang saat itu tengah duduk di meja kantin bersama Devinka, Reksa dan Dika, Elisa berusaha menenangkan dirinya dan menahan emosinya sekuat tenaga sebelum dia berjalan mendekati mereka.
Namun Lili yang terus saja mendorong Elisa dan mendesak agar Elisa segera menyelesaikan permasalah itu membuat Elisa sedikit kesal dan tanpa basa basi Elisa menghampiri Ciko dengan gayanya yang sedikit tomboy.
"Heh... Ciko saya minta maaf karena tadi pagi sudah berbicara kasar, dan saya melakukan ini karena terpaksa ini demi sahabat saya Lili, dan dengar tolong kau harus mengingat namanya dia sangat mengidolakan mu" ucap Elisa dengan menatap wajah Ciko dengan malas dan bicara dengan santai.
__ADS_1
Selesai bicara Elisa berniat pergi dari sana karena Lili sudah menunjukkan jempol tangannya tanda urusan Elisa sudah beres dengan benar, namun saat Elisa hendak kembali tiba tiba saja Devinka membentak dia dengan keras.
"Heh... Siapa kau berani beraninya bicara seperti itu pada Ciko, apa kau tidak tau kami ini siapa?" Bentak Devinka sambil bangkit dari kursinya,
"Aku tau kalian The Boys dan aku tidak peduli, byee" jawab Elisa sambil melambaikan tangan,
Devinka yang tidak terima dengan ucapan Elisa yang terkenal begitu tomboy juga tidak menghormati Ciko sebagai anggota The Boys di sana, dia langsung saja menahan lengan Elisa dengan kuat.
"Mau kemana kau, seenaknya bicara seperti itu dan mau pergi begitu saja, kalau kau mau meminta maaf makan bicaralah dengan benar apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun oleh kedua orangtuamu!" bentak Devinka yang membuat Elisa naik pitam.
Mendengar bentakkan dari Devinka Elisa sudah tidak bisa lagi menahan emosi dalam dirinya, dia berbalik dan menghempaskan tangan Devinka yang menahan tangannya, Elisa sungguh tidak bisa diam saja saat Devinka membawa bawa kedua orang tuanya pada permasalahan sepele seperti ini.
"Jaga mulutmu, pertama aku tidak salah dan aku terpaksa harus meminta maaf pada orang sepertinya, kau berbicara masalah sopan santun padaku, kenapa tidak kau ajarkan sopan santun itu pada temanmu sendiri, lihat bagaimana dia memberikan reaksi saat aku meminta maaf apa itu yang dinamakan sopan santun!! Hah?" jawab Elisa dengan mata yang dirotasikan sempurna dan dia pergi dari sana.
Devinka semakin kesal mendengar sanggahan dari Elisa dan dia berteriak merutuki Elisa bahkan hampir mengejarnya namun untunglah masih sempat ditahan oleh Dika.
"Eh..eh...eh..mau kemana Dev, udahlah biarin aja cewek itu gak penting juga kan" ucap Dika dan membuat Devinka kembali duduk dengan kesal.
Elisa pergi meninggalkan kantin bersama Lili dan nampak Lili sudah tersenyum dengan senang dia sudah tidak marah lagi dengan Elisa dan tanpa Lili tau Elisa sudah membuat amarah The Boys semakin memuncak dari sebelumnya.
Sedangkan di sisi lain Devinka yang masih belum terima nampak sangat marah dan wajahnya merah padam dia menggebrak meja kantin dengan kuat sampai membuat ketiga temannya kaget sedangkan Ciko hanya menatap ke arah Devinka sekilas sambil menggelengkan kepalanya.
"Dev, Lo kenapa sih santai aja kali masa segitu aja Lo marah" ucap Reksa,
"Iya Dev lagian cewek tadi cuman minta maaf kan, jadi ya udah" tambah Dika,
__ADS_1
"Apa... Kalian bilang cuman?, Cewek itu udah ngerendahin The Boys dan kita harus kasih dia pelajaran, seenaknya aja dia bicara seperti tadi dihadapan kita semua, apa itu cara meminta maaf yang baik, Lo lagi, kenapa Lo diem aja Ciko harusnya Lo kasih dia syarat dulu atau apa kek biar dia gak berani lagi sama anak The Boys" ucap Devinka yang tidak terima,
"Udahlah Dev, terserah Lo mau ngelakuin apa gue masih ada kelas, sampai ketemu pulang kuliah guys" jawab Ciko yang malas menanggapi omelan Devinka,
Dika yang memang satu jurusan dengan Ciko dia segera pergi mengikutinya dari belakang sehingga hanya tinggal ada Devinka dan Reksa di kantin tersebut.
Devinka masih saja terus menggerutu kesal dan dia selalu berkata akan memberikan pelajaran pada Elisa yang sudah bermain main dengan The Boys, sedangkan Reksa sudah angkat tangan dengan kelakuan Devinka yang selalu semena mena dan melakukan apapun yang dia inginkan tanpa bantahan dari siapapun.
"Rek.. Lo harus bantuin gue buat kasih pelajaran sama cewek tadi" ucap Devinka dengan serius,
"Mau bagaimana lagi walaupun gue nolak Lo bakal tetep maksa kan?" Jawab Reksa sambil merotasikan matanya dengan malas,
"Bagus kalo Lo tau" timbal Devinka dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
Devinka bersama Reksa pergi mencari tau dari jurusan apa Elisa berada namun mereka sudah menanyakan dan pergi hampir ke semua kelas jurusan di kampus itu tetapi belum menemukannya hingga saat mereka memutuskan kembali ke kelas jurusannya, Reksa melihat Elisa yang tengah berbincang dengan Lili di bangku paling belakang.
"Dev... Dev... Lihat" ucap Reksa sambil menepuk pundak Devinka,
"Aishh... Apaan sih Lo Rek?" Tanya Devinka risih,
"Itu .. cewek tadi itu ternyata di kelas kita woii" ucap Reksa sambil menunjuk ke arah Elisa.
Devinka kaget sampai membelalakkan matanya sempurna dan dia berjalan lebih dekat menuju Elisa untuk memastikan bahwa dia tidak salah lihat dan setelah memastikan dan yakin bahwa wanita yang ada di kelasnya sungguh wanita yang berani bicara lantang pada anggota The Boys di kantin tadi, tiba tiba senyum menyeramkan terukir dengan jelas di wajah Devinka.
"Heh... Heh.. Dev lah kok nih anak malah bengong sambil nyengir begitu sih bikin merinding aja" ucap Reksa sambil memegangi leher belakangnya,
__ADS_1
"Tenang aja Reksa gue punya ide bagus buat ngasih pelajaran sama cewek itu" jawab Devinka yang berhasil mengagetkan Reksa.
"Eishhh... Ternyata sadar juga yah loh, udahlah Devinka dosen masuk sebentar lagi, urusan cewek itu nanti aja" balas Reksa sambil menarik Devinka untuk kembali duduk ke bangkunya.