Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Bertengkar dengan kak Kris


__ADS_3

Di dalam lift bersamanya aku merasa suasana lebih seram dan mencekam dibandingkan ketika dia tidak pernah menyapaku dan hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi, aku benar-benar merinding jika melihat wajahnya yang terlihat tersenyum ramah padaku dan lebih seramnya lagi itu hanya terjadi kepadaku iya hanya padaku saja.


Ketika aku lihat dia menatap orang lain atau di saat ada orang yang menyapanya wajahnya tetap datar seperti biasanya namun saat dia bertatap denganku kenapa dia langsung berubah tersenyum, dan aku bisa lihat senyumannya itu terlihat di paksakan meski tetap manis untuknya.


"Aaaaarkhhh....dia menakutkan" gumamku merasa takut sendiri.


Dia lebih mirip hantu jika terus memakai ekspresi seperti itu, sangat menakutkan, aku tidak tahan terus berada di dekatnya hingga ketika pintu lift terbuka aku langsung berlari keluar lebih dulu namun sialnya aku justru malah tersandung dan jatuh tengkurap di lantai.


"Bruukkk...aduhhhh...pinggangku" ucapku sambil memegangi pinggangku yang terasa sangat sakit,


Kak Eril menghampiriku dengan cepat dan dia segera membantuku untuk bangkit berdiri, namun sepertinya pinggangku benar benar terkena masalah karena aku tidak bisa berdiri tegak seperti sebelumnya, kini aku lebih mirip terlihat seperti nenek-nenek usia 70 tahun yang berjalan dengan bongkok dan memegangi pinggangnya.


"Adududuh...aaawww, kenapa pinggangku jadi sakit begini?" Ucapku merengek kesakitan.


"Elisa kamu baik baik saja, aku aku bantu" ucap kak Eril sambil memapahku hingga masuk ke dalam ruangan departemen dua.


Niat hati ingin menghindari tatapan menyeramkan dari kak Eril aku justru malah bernasib sial seperti ini, benar benar hari yang buruk untukku.


Ketika di dalam ruangan nampak di sana sudah ada kak Kris dan dia malah tertawa melihat cara berjalan ku yang terlihat seperti nenek-nenek.


"Eh, Elisa ada apa dengan pinggangmu? Ahahaha kau lucu sekali saat berjalan seperti itu, tunggu pertahankan posemu itu aku akan memotretnya sebagai kenang kenangan hahaha lucu sekali" ucap kak Eril yang membuatku sangat kesal.


Dia terus sibuk memotret ku dari segala arah hingga membuatku emosi dan naik darah alhasil aku kelepasan sendiri hingga tak sengaja memaksakan diriku dan mendorong pinggangku ke depan dengan sekuat tenaga hingga menimbulkan suara yang cukup keras dan aku terbelalak merasakan sakit di tulang pinggangku itu.


"Kau....beraninya kau menghinaku kak! ...aishhh, trekkkkk" ucapku marah pada kak Kris dan suara pinggangku yang bisa kembali lurus.

__ADS_1


"Awwwwwwww....sakit sekali" teriakku sangat kencang hingga membuat kak Kris dan kak Eril menutup telinganya.


Memang rasa sakitnya itu tidak tertahankan tapi beberapa saat kemudian setelah rasa sakitnya hilang aku merasa jauh lebih baik dan bisa bergerak leluasa lagi seperti semula, aku sangat senang saat menyadari hal itu dan tanpa sadar aku justru langsung memeluk kak Kris dan dia juga membalas pelukanku kita berdua meloncat kegirangan bersama dan saling berpelukan satu sama lain.


"Eh....tunggu.... tunggu, aku sudah kembali seperti semula, pinggangku bisa digerakkan lagi, aaahhh aku bebas, ahahaha aku sembuh" ucapku kegirangan dan memeluk kak Kris.


"Yeayy....kau sudah sembuh adik kecil, hebat sekali...hahaha" teriak kak Kris sama konyolnya denganku.


Aku dan kak Kris terus meloncat kegirangan seperti anak kecil yang menang lotre, hingga suara dari kak Eril menyadarkan kami berdua, aku pun langsung melepaskan pelukanku dengan kak Kris dan merasa sangat jijik ketika mengingat aku pernah memeluknya dengan perasaan sebahagia tadi padahal sangat jelas ketika aku menderita akibat pinggangku dia justru orang pertama yang menghinaku dan tertawa dengan puas atas penderitaan yang aku alami.


"Ekhmmm...apa kalian sudah selesai berpelukannya?" Ucap kak Eril membuatku langsung membelalakkan mata dan saling mendorong dengan kak Kris.


"Ishhhh...iiyyyuuhhh...amit amit deh, eugghhh pakaianku kotor karena kau memelukku" ucap kak Kris sambil menepuk pakaiannya,


Sontak perbuatanku membuat kaget kak Kris dan dia sampai membelalakkan mata dengan sempurna lalu membentakku sekaligus langsung menarik aku untuk melepaskan pelukan pada kak Eril dengan cukup kasar.


Sedangkan kak Eril sendiri dia hanya diam membeku tanpa memberikan ekspresi atau tanggapan apapun saat aku memeluknya, sebenarnya aku melakukan itu tidak sengaja karena refleks alami dalam tubuhku untuk memeluknya sebab dia yang berdiri paling dekat dengan diriku.


"Eh...eh..eh...Elisa sialan! Beraninya kau memeluk sahabatku yang masih suci ini aishhh, menyingkir kau darinya!" Bentak kak Kris sambil menarik lenganku dengan kuat,


"Astaga....ada apa denganku, apa otakku sudah gila karena terjatuh tadi? Bisa bisanya aku malah memeluk ketua tim ku sendiri, aishhh matilah aku" gumamku dalam hati kecil saat baru menyadari apa yang telah aku lakukan.


Aku langsung berdiri sambil menunduk malu dan tidak tahu harus bersikap seperti apa di hadapan kak Eril sekarang, aku sudah benar-benar mempermalukan diriku sendiri kali ini dan terlebih itu pada kak Eril, aku kebingungan dan kak Kris malah terus memarahiku.


"Kau...awas kau! Jangan pernah coba coba lagi menyentuh Erilku, dia itu sahabatku dia belum pernah di sentuh oleh wanita sedikitpun apalagi wanita sepertimu, eughhh kau itu menjengkelkan saja" tambah kak Kris yang nampak sangat marah dan geram terhadapku,

__ADS_1


"Ma..maafkan aku kak tadi kan aku tidak sengaja, lagian kau yang memulai pertengkaran denganku makanya aku refleks memeluknya, maafkan aku juga kak Eril aku tidak sengaja biar aku bersihkan jas mu" ucapku meminta maaf sambil menunduk dan berniat meraih jas yang di gunakan oleh kak Eril saat itu.


Namun belum juga tanganku sampai dengan cepat kak Kris menampar tanganku cukup keras hingga aku meringis kesakitan.


"Tidak usah!" Kata kak Kris padaku.


"Aaawww" ringis ku sambil memegangi lenganku.


Melihatku yang kesakitan tiba tiba saja kak Eril angkat bicara dan dia menghentikan kak Kris yang terus marah dan menyalahkan semuanya kepadaku.


"Cukup Kris! Berhenti membuatnya semakin merasa bersalah aku sama sekali tidak keberatan disaat dia memelukku bahkan dia juga memelukmu kan?, Sudahlah ini bukan masalah besar jadi jangan di perpanjang lagi, silahkan kalian kembali bekerja" ucap kak Eril menghentikan pertengkaran.


Aku segera berjalan menuju menja kerjaku dengan lesu dan masi merasa bersalah tapi justru rasa bersalahku lebih besar ke pada kak Kris. Aku merasa dia benar benar marah denganku kali ini, tidak tahu seberapa dekat dia dengan kak Eril tapi aku bisa melihat dengan jelas emosi yang dia keluarkan untukku adalah dari dalam hatinya dia seperti tengah menjaga kak Eril, tapi aku tidak tahu apa yang sebenarnya dia jaga dari kak Eril sampai dia harus semarah itu denganku.


Aku bisa melihat tatapan kemarahan dan mungkin sebuah kebencian yang amat mendalam dari kak Kris kepadaku, meski dia sebelumnya sangat baik dan sering bercanda denganku namun entah kenapa hanya karena masalah sepele seperti itu dia bisa sangat membenciku seperti ini.


5 menit kemudian kak Anne tiba di sana dan dia melihat dengan linglung suasana yang sudah berbeda dari biasanya dia bahkan berbicara dan bertanya kepada kak Kris saat itu, namun jawaban dari kak Kris sudah bisa ditebak dia sangat marah dan menatap ke arahku.


"Eh, ada apa kenapa suansanya begini apa ada yang bertengkar?" Tanya kak Anne saat pertama kali masuk ke dalam ruangan,


Tidak ada yang menjawab ucapannya saat itu semua orang fokus kepada pekerjaan mereka masing masing dan aku hanya memeriksanya sesaat.


"Eihhh?, Syuuuttt Kris ada apa ini? Kenapa terasa sangat tegang apa aku ke tinggalan sesuatu?" Tanya kak Anne pada kak Kris karena meja kerjanya berada di samping meja kak Kris,


"Tanya saja pada dia, anak magang yang tidak tahu diri!" Ucap kak Kris sambil menatap tajam ke arahku.

__ADS_1


__ADS_2