
Reksa yang terus membisikan kepada Dika dan menahan tangan Dika agar tidak ikut berfoto dengan Elisa juga Dika, hingga akhirnya Dika cemberut merasa kesal dan dia memilih untuk duduk terdiam di salah satu bangku taman yang ada disana bersama Ciko.
"Aishh...dasar si Reksa menyebalkan sekali, kenapa dia malah mendukung Devinka dengan Elisa sudah jelas mereka itu bermusuhan mana mungkin mereka bisa bersama" gerutu Dika yang masih merasa kesal.
Potret Elisa lainnya.
Disisi lain Reksa terus saja memotret Devinka dengan Elisa dan dia juga tidak lupa memotret Elisa juga hingga sudah selesai memotretnya aku memilih untuk segera pergi dari sana namun Devinka menahan tanganku lagi.
"Tunggu mau kemana kau?" Tanya Devinka kepadaku,
"Lepaskan, aku mau pulang dan aku cukup sibuk untuk mempersiapkan diri mencari pekerjaan kau tahu aku tidak akan bisa makan jika tidak bekerja bukan?" Balasku kepadanya.
Dia pun segera melepaskan tanganku namun dia justru malah mengajakku pergi makan bersama dengannya juga ketiga temannya yang lain.
"Elisa ayo pergi makan bersama kami, kita akan merayakan kelulusan ini di cafe milik Dika" ucap Devinka mengajakku.
Aku menelan salivaku dengan susah payah dan tidak menyangka seorang Devinka mengajakku pergi makan bergabung dengan geng The Boys nya yang memang diketahui tidak pernah ada yang bisa dekat dengan geng tersebut selama ini.
"Devinka apa kau yakin mau mengajakku hah?" Tanyaku padanya,
"Tentu saja, ayo kita pergi" balasnya dan menarik lenganku secara paksa.
Aku pun tidak bisa menolak dan aku ikut masuk berada di dalam satu mobil yang sama bersama Devinka, Dika, dan aku sedangkan Reksa dan Ciko berada di mobil yang berbeda, sebelumnya aku sudah mengganti pakaian togaku karena itu di sediakan oleh universitas sebelumnya dan aku sudah menyimpannya di dalam tasku.
__ADS_1
Aku sangat senang karena akhirnya bisa lulus sebagai mahasiswa terbaik di universitas terbaik juga, saat di perjalanan Dika yang duduk bersebelahan denganku di belakang dia juga mengucapkan selamat kepadaku sedangkan Devinka yang mengemudi di depan dia terlihat mulai kesal karena aku berbicara dengan Dika.
"Elisa selamat yah, aku sangat bangga memiliki teman yang cerdas sepertimu, wahhh kamu memang luar biasa" ucap Dika sambil merangkul bahuku,
"Ekhmmm...heh, Dika lepaskan tanganmu dari dia, seenaknya saja merangkul orang lain" bentak Devinka sambil menatap Dika dari kaca depan.
Dika pun segera menurunkan tangannya dan dia terlihat menghembuskan nafas kasar sedangkan aku hanya bisa tersenyum senggang karena tidak mengerti dengan situasi yang sebenarnya terjadi saat ini.
Setiap kali aku berada di satu ruangan dengan kedua orang ini aku selalu merasa tidak tenang karena mereka selalu saja saling melemparkan tatapan sinis satu sama lain dan aku juga tahu mereka itu bersahabat tapi kedua keluarga mereka selalu bersaing dengan dengan ketat, bukan hanya keluarga Dika dan Devinka saja tapi keluarga Ciko dan Reksa juga sama mereka adalah empat keluarga yang paling berpengaruh.
Devinka adalah nomor satu Dika nomor dua dan Reksa nomor tiga sedangkan Ciko yang ke empat, itulah mengapa Ciko jarang sekali di sorot oleh media karena keluarganya hanya mengelola properti antik juga cara pengolahan teh yang baik dan benar, sedangkan keluarga Reksa bekerja di bidang pembangunan dan fasilitas umum, sedangkan perusahaan Devinka bergerak di bidang entertainment dan pemberitaan sama dengan milik keluarga Dika yang juga bergerak di bidang kuliner serta entertainment dimana perusahaan itu selalu melahirkan banyak aktris cantik dan populer di jaman sekarang.
Perusahaan milik keluarga Dika juga salah satu perusahaan impianku selain perusahaan CTN Group, perusahaan New Group juga perusahaan impianku, kini yang aku tahu kedua perusahaan tersebut tidak tahu di pimpin oleh siapa karena ku pikir Dika masih mengurusi restoran dan beberapa cafe milik pribadinya dan hasil jerih payahnya sendiri.
Tidak lama sampai akhirnya kita semua sudah tiba di salah satu restoran mewah milik keluarga Dika, kami pun langsung masuk ke dalam bersamaan dan aku benar-benar sangat terpukau dengan semua keindahan di dalamnya, ini memang pertama kalinya aku datang ke sebuah restoran semewah ini.
"Iya tapi ini masih milik ayahku bukan milikku" balas Dika,
"Dika keluargamu memang luar biasa" balasku sambil menunjukkan kedua jempol ku ke hadapannya,
"CK...ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keluargaku" timbal Devinka begitu saja.
Aku dan yang lainnya langsung menatap ke arah Devinka dengan kedua mata yang membulat sempurna dan alis yang dinaikkan bersamaan.
Aku langsung tertawa karena sudah tidak bisa menahannya lagi atas kelakuan Devinka yang selalu saja bersikap.sombong dan merasa paling hebat dalam segala bidang.
__ADS_1
"Ahaha....Devinka tidak bisakah kamu berhenti menjadi sombong seperti itu, tanpa di sebutkan pun aku sudah tahu kau anak orang kaya, tapi....kamu dari keluarga mana? Rasanya aku tidak pernah tahu kau dari keluarga mana?" Tanyaku kepadanya.
Devinka langsung terdiam, dia tidak bisa berkutik ketika Elisa menanyakan mengenai keluarganya sebab dia mau membahas masalah hal tersebut, sampai akhirnya Reksa langsung menimpalinya dan membantu Devinka menyembunyikan rahasia mengenai siapa keluarganya.
"Aaahaha....Elisa...kau tidak akan tahu keluarganya dia ini kan selalu sendiri kemana-mana sudahlah ayo cepat kita pesan makanan saja aku sudah sangat lapar" timpal Reksa sambil segera memanggil pelayan.
Aku hanya mengangguk mengerti dan aku juga tidak sepenasaran itu dengan keluarga Devinka, lagi pula tidak ada urusannya denganku, aku segera memesan bersama dengan yang lainnya dan kami mulai menikmati makanan yang disajikan beberapa saat yang lalu.
Semua makanan disana sangatlah enak, aku merasa seperti tengah berada di surga dengan semua kenikmatan yang aku rasakan, perutku juga terisi sangat penuh dan ini sungguh pengalaman pertama bisa makan di restoran sangat mewah dan sepuasnya terlebih ditemani dengan teman-teman luar biasa seperti mereka.
Saat itu aku ingin pergi ke kamar mandi da segera berpamitan kepada mereka untuk ke kamar mandi dahulu, tapi disaat aku baru saja hendak kembali dan keluar dari kamar mandi tiba-tiba ada Ciko di samping pintu mengagetkanku.
"Aaahh.... akhirnya lega juga....eh, astaga...Ciko sedang apa kau di depan toilet wanita?" Tanyaku heran dengan terperanjat sejenak,
"Elisa ada yang ingin aku bicarakan padamu dan ini tentang Devinka" ucap Ciko dengan wajah yang serius,
Aku tentu saja langsung merasa heran dan sangat penasaran lalu Ciko menarik tanganku dan membawaku menjauh dari mereka.
"Ciko sebenarnya ada apa?, Apa yang mau kamu katakan kepadaku?" Tanyaku sangat penasaran,
"Elisa aku peringatkan kepadamu, jangan terlalu dekat dengan Devinka dan jangan sampai kalian bersama, itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri Devinka sudah memiliki tunangan dan dia sudah tumbuh bersama dengan tunangannya sejak kecil, kau tidak bisa merubah takdir yang sudah di rencanakan oleh keluarga kaya raya seperti mereka" ucap Ciko begitu serius dan itu membuatku seketika berhenti bernafas.
Aku tidak mengerti dengan apa yang Ciko katakan dan apa maksud dia mengatakan hal semacam itu kepadaku.
"Ciko aku tidak menyukai Devinka, apa maksudmu mengatakan ini padaku?" Tanyaku meminta penjelasan,
__ADS_1
"Mungkin kau tidak menyukai Devinka tetapi dia bagaimana jika dia menyukaimu dan dia mengejarmu dan aku rasa kau juga membohongi dirimu sendiri jika mengatakan kau tidak menyukainya, aku tahu semuanya Elisa" balas Ciko membuatku kebingungan dan terus merasa heran.
Setelah berkata seperti itu dia langsung pergi begitu saja kembali ke meja teman-teman yang lain, sedangkan aku masih diam tertegun dan sungguh merasa lemas setelah mendengar ucapan dari Ciko dihadapanku seperti tadi.