
Mata Elisa terus saja menatap ke arah kanan dan kiri dia sesekali membaca alamat yang diberikan oleh bos dari pesan di ponselnya sampai ketika dia tiba di ujung jalan ternyata jalan itu langsung masuk ke dalam sebuah rumah yang sangat mewah, terlihat rumah itu begitu luas dan panjang meski hanya memiliki 2 lantai namun rumah itu sangatlah mewah, Elisa sampai terperanga melihat betapa besar dan mewahnya rumah tersebut.
"Wahhh....ini rumah atau istana kenapa sebesar ini, gerbangnya saja tinggi sekali, hebat sekali orang yang tinggal di dalamnya" ucap Elisa sambil turun dari motornya.
Elisa memarkirkan motornya di tepi jalan tepat di depan gerbang pintu rumah tersebut, di sana nampak sepi dan saat Elisa berdiri di depan gerbang dia berteriak memanggil satpam yang duduk di pos samping kanan tak jauh dari gerbang tinggi tersebut.
"Pak...permisi...pak..." Teriak Elisa memanggil satpam tersebut,
"Ada apa dek?" Tanya satpam tersebut menghampiri,
"Saya dari restoran the chicken pak, ingin mengantarkan pesanan, bisakah bapak membuka gerbangnya, pesanan nya lumayan banyak" ucap Elisa sambil menunjukkan bukti pemesanannya.
Setelah satpam percaya dan mengangguk gerbang pun mulai dibuka dan Elisa memasukkan motornya ke dalam dia juga tak lupa menitipkan motornya pada satpam tersebut sekaligus bertanya kemana dia bisa mengantarkan pesanan itu.
"Pak saya bingung di mana pintu masuknya untuk mengantar semua pesanan ini?" Tanya Elisa sambil tersenyum kecil,
"Eneng ke sana aja sampai ketemu pintu paling besar berwarna putih, lalu tekan bel nanti juga den Devin akan membukanya" jawab satpam tersebut memberitahu,
"Oh iya pak, kalo gitu saya titip motor juga yah hehe, makasih pak" lanjut Elisa dan segera berjalan mengantar pesanan ayam itu,
Saat tiba di depan pintu Elisa langsung menekan bel dan berdiri menunggu sang pemilik rumah membukakan pintu, beberapa saat kemudia pintu terbuka dan terdengar suara seorang pria yang tidak asing bagi Elisa.
"Siapa sih bertamu malam malam begini!" Suara seseorang yang menggerutu,
Saat Elisa berbalik melihat ke arah orang yang membuka pintu ternyata itu adalah Devinka, mata Elisa terbelalak sempurna dan dia bingung bagaimana cara menghindari pria menyebalkan itu sementara kini mereka sudah berhadapan langsung hanya saja wajah Elisa agak tertutup karena membawa banyak box pesanan untuk Devinka.
Elisa berusaha tenang dan dia segera berbicara sambil memberikan semua pesanan itu pada Devinka.
"Ini pak saya hanya mengantarkan pesanan ayam bapak silahkan diterima" ucap Elisa sambil memberikan semua tumpukan box berisi ayam itu pada Devinka.
Namun sialnya Devinka tidak mau menerima pesanannya, dia malah menyuruh Elisa untuk menaruh semua box itu diatas mejanya.
__ADS_1
"Eh..apa apaan kau?, kenapa harus aku yang membawanya, itu pasti sangat berat, ayo masuk dan simpan di atas meja" balas Devinka sambil mempersilahkan Elisa masuk,
Elisa terus saja menunduk dan berusaha membuat rambutnya agar menutupi wajah dia, dengan menahan emosi dan sangat cemas Elisa berusaha menahan dirinya dan menuruti perintah Devinka, dia masuk ke dalam rumah dan menaruh semua kotak makanan itu diatas meja dengan benar, Elisa terus menunduk walau Devinka terus memperhatikannya dan terus saja berusaha untuk melihat wajahnya.
"Semuanya lima ratu ribu pak" ucap Elisa meminta bayaran,
"Heh kenapa kau menunduk apa kau buruk rupa, ini cepat pergi" ucap Devinka dengan kasar,
"Aishh...si sialan ini menyebalkan sekali, sabar Elisa....sabar" gumam Elisa menahan emosi.
Elisa mengambil uang dari tangan Devinka dan mengangguk lalu segera keluar dari rumah itu dengan kesal, saat sudah sampai di depan gerbang, barulah Elisa membenarkan lagi rambutnya yang berantakan karena sengaja dia gunakan untuk menutupi wajahnya.
"Hah.....untunglah rambut panjang ini membantuku, kalau tidak aku bisa kena masalah kalau sampai dia tau aku yang mengantar makanan itu" ucap Elisa sambil memarkirkan motornya.
Elisa berpamitan pada satpam di sana dan melajukan motornya dengan cepat keluar dari gerbang kediaman Devinka, saat Elisa keluar dari gerbang dia tak sengaja berpapasan dengan sebuah mobil yang masuk ke dalam gerbang tersebut dan orang yang ada di dalam mobil itu adalah Reksa dan Dika yang hendak berkunjung ke rumah Devinka.
Sedangkan Elisa sama sekali tidak menyadari bahwa mobil yang barusan lewat berpapasan dengannya adalah mobil milik Dika.
"Eh...Dik...Lo liat deh bukannya itu cewek yang Lo tolongin di perpus tadi, dia juga cewek yang minta maaf sama Ciko kan" ucap Reksa sambil menunjuk ke arah Elisa,
Dika menatap dan merasa heran karena tau Elisa baru saja keluar dari kediaman temannya itu.
"Iya Lo bener dia cewek itu, tapi ngapain malam malam begini keluar dari rumah Devinka?" Tanya Dika merasa heran.
"Lah...kenapa Lo nanya sama gue, ya mana gue tau lah" balas Reksa membuat Dika kesal,
"Heh kampret, gue itu heran bukan nanya ama lo!" Bentak Dika sambil memukul kepala Reksa,
"Aishh....rambut gue, Lo sialan!, selalu aja kepala gue yang kena" balas Reksa menggerutu kesal sambil merapihkan rambutnya.
Mereka masuk ke dalam halaman rumah Devinka dan bertanya pada satpam mengenai Elisa karena mereka begitu penasaran.
__ADS_1
Saat sudah memarkirkan mobil dan keluar mereka langsung menghampiri satpam di sana lalu bertanya.
"Pak....siapa cewek yang barusan pake motor keluar dari sini?" Tanya Dika,
"Oh..itu pengantar pesanan ayam katanya sih buat den Devin" balas satpam tersebut.
Dika dan Reksa saling tatap satu sama lain dan mereka mulai tau kenapa Elisa datang ke sana se larut malam ini.
"Jadi dia kerja, keren juga" gumam Dika.
"Wah...wah... gimana reaksi Devinka yah tadi pas tau orang yang nganter makanan dia ternyata cewek yang dia benci hahaha aku penasaran sekali, ayo cepat Dika kita tanya dia pasti dia sedang kesal sekarang" ucap Reksa nampak bersemangat dan pergi lebih dulu,
"Dasar bocah" ucap Dika menyusul,
Mereka langsung masuk ke dalam rumah Devinka begitu saja karena sudah biasa keluar masuk rumah tersebut, saat masuk mereka melihat Devinka yang sedang asik duduk di sofa sambil memakan ayam di dalam box yang begitu banyak sambil menonton tv.
"Wah...Lo pesta ayam kok gak bilang bilang gue sih Dev, sialan loh" ucap Reksa sambil mengambil sepotong ayam di dalam box di hadapannya,
"Lo kalo mau tinggal ambil jangan pake ba*ot segala Rek" balas Devinka sambil menatap tajam ke arah Reksa,
"Hehe ayamnya enak juga" balas Reksa sambil mengunyah ayam di dalam mulutnya,
Dika duduk di samping Devinka dan ikut bergabung menonton tv sambil menyantap makanan yang banyak di atas meja.
Saat tengah menikmati ayam tersebut, Reksa baru teringat dengan Elisa dan langsung bertanya pada Devinka.
"Dev Lo gak uring uringan?" Tanya Reksa tiba tiba,
"Kenapa gua harus uring uringan?" Balas Devinka tidak mengerti,
"Bukannya yang nganterina pesanan ayam Lo cewek tadi yang di perpus yah?, Atau Lo gak tau kalau dia yang nganter ayam ini tadi?" Jawab Reksa dengan penasaran,
__ADS_1
Mendengar ucapan Reksa Devinka langsung berhenti makan dan dia membentak dengan keras karena kaget dan sama sekali tidak tau kalau cewek yang acak acakan tadi adalah orang yang sama dengan cewek yang dia benci.