Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Mencicipi banyak minuman


__ADS_3

Aku sungguh bingung dengan apa yang dikatakan oleh Dika dia tiba-tiba saja ikut-ikutan malah mengungkapkan perasaannya kepadaku seperti itu sehingga membuatku sedikit gugup dan tidak menentu namun ternyata dia hanya bercanda dan malah tertawa di akhirnya sambil mengacak pucuk kepalaku sedikit kasar.


"Ahaha...aishh...Elisa kau ini serius sekali sih, aku kan hanya bercanda haha....kau pikir aku mengungkapkan perasaan padamu sungguhan? Haha kau lucu sekali dengan ekspresi di wajahmu barusan" ucap Dika yang membuatku langsung kembali menatapnya dengan membuka mataku lebar.


"Ha...ja..jadi kau barusan hanya bercanda begitu?" Tanyaku untuk memastikannya lagi,


"Iya tentu saja...aku membawamu kesini hanya untuk meminta pendapatmu tentang cafe ku ini, bagaimana bagus atau tidak?" ucapnya melanjutkan.


Aku langsung bisa bernafas dengan lega karena sebelumnya aku pikir dia benar-benar memiliki perasaan lebih terhadapku, jika seandainya semua itu sungguh terjadi, tidak tahu lagi bagaimana aku bisa menjawabnya, terlebih dia itu adalah sahabatnya Devinka, mungkin akan sangat sulit untukku menjelaskan kepada yang lainnya.


"Huft .....untunglah jika itu hanya gurauan, tapi Dika lain kali jangan bercanda seperti itu lagi, karena itu tidak lucu kau membuatku kaget saja, tahu tidak!" Ucapku memberikan peringatan kepadanya.


"Haha....iya... Iya kau ini serius sekali, sudah ayo sini duduk dan coba kau cicipi menu minuman terbaru di cafeku ini" ucapnya sambil mempersilahkan aku untuk duduk.


Aku pun segera duduk disana dan menikmati minuman yang dia berikan sebelumnya, dan rasanya sangat segar, manis juga dingin bercampur jadi satu apalagi dengan cream diatasnya itu sungguh nikmat untuk disajikan ketika siang hari maupun malam hari bahkan jika tanpa makanan pendamping disisinya.


"Wah, ini minuman terenak yang pernah aku rasakan selama ini haha ini menyegarkan loh" ucapku memujinya dan kembali meminum minuman tersebut hingga habis.


Dika juga terlihat sangat puas dengan hasil kerja kerasnya meracik minuman dengan berbagai bahan yang dia campurkan hingga akhirnya terciptalah menu minuman baru tersebut, apalagi setelah melihat reaksi dan mendapatkan komentar baik dari Elisa dia semakin penuh percaya diri dan tidak sabar untuk segera membuka cafe tersebut untuk umum.

__ADS_1


"Elisa jadi menurutmu jika aku menjual minuman itu, apa pengunjung akan menyukainya?" Tanya Dika meminta pendapat dariku,


"Ya tentu saja, jika aku menyukainya sudah pasti orang lain juga akan menyukainya. Dan apa yang aku katakan padamu tentang minuman ini sungguh nyata aku tidak melebih-lebihkan sedikitpun, minuman ini memang sangat enak dan menyegarkan" balasku meyakinkan Dika.


Dia tersenyum puas dan terlihat sangat senang, aku juga turut senang dengan semua pencapaian keberhasilan yang dia dapatkan, padahal dia baru lulus satu tahun kurang dari pendidikannya namun dia sudah bisa menguasai bisnis seperti ini, dia sungguh pria yang mandiri dan sangat luar biasa di mataku.


Bila dibandingkan dengan ketiga temannya termasuk Devinka, Dika memang yang paling dewasa dan dia yang paling pengertian tentang banyak hal, berbeda sekali dengan Devinka yang selalu bersikap sombong juga tidak bisa mandiri, sedangkan Reksa selalu kalah dengan Devinka dan Ciko yang terlalu kaku juga sangat dingin lebih dingin dari kutub utara.


Siang itu aku terus menikmati berbagai minuman yang diberikan oleh Dika kepadaku hingga rasanya perutku terasa sangat kembung, aku pun menyerah kepadanya agar dia berhenti menyajikan minuman lainnya lagi kepadaku karena perutku sudah penuh dengan air.


"Aahh...Dika sudah cukup, aku sudah tidak kuat lagi untuk menghabiskan minuman buatanmu ini, kau pikir aku penampungan air yah aishh perutku sudah sangat penuh dengan air semua" ucapku mengeluh sendiri,


"Hey, dasar bodoh. Bagaimana bisa aku menyia-nyiakan minuman mewah dan enak seperti tadi, jika aku tidak menghabiskannya kan sayang jika di buang lagian aku juga belum tentu dapat merasakannya lagi suatu saat nanti, atau bahkan aku tidak akan bisa membelinya karena harganya yang terlampau mahal" tambahku menimpalinya.


Dika hanya tertawa beberapa saat menanggapi ucapanku dan dia pun menawarkan diri untuk mengantarku pulang, karena aku juga sudah sangat lengket sebab sejak habis berolahraga aku langsung pergi dengannya tanpa mengganti pakaian atau mandi terlebih dahulu.


"Ya sudahlah, ayo aku antarkan kamu pulang" ucapnya sambil berjalan lebih dulu.


Aku segera menyusulnya dari belakang dan langsung masuk ke dalam mobilnya dengan cepat, rasanya sudah sangat puas sekali mendapatkan sumbangan minuman gratis dari Dika, aku sungguh diberkati dan mendapatkan banyak sekali kenikmatan akhir-akhir ini, mungkin inilah yang dinamakan rejeki anak soleh sepertiku, apalagi aku ini kan gadis yang baik hati pasti aku akan mendapatkan banyak keberuntungan di kemudian hari.

__ADS_1


Itulah yang selalu aku pikirkan sekaligus selalu menjadi harapan untukku, agar aku bisa memiliki rasa semangat yang jauh lebih besar dan tidak akan redup dengan waktu, hanya aku yang bisa menyemangati diriku sendiri dan bangga terhadap semua pencapaian yang aku raih selama ini, sebab orang lain tidak akan memperdulikan apapun tentangku, kebanyak mereka hanya penasaran dan aku sudah cukup mengerti keadaan di zaman sekarang ini.


"Huaaa....Dika terimakasih ya berkat kau aku bisa menikmati semua jenis minuman enak itu tanpa membayarnya hehe, lain kali jika kau membuat menu makanan baru kau bisa mengajakku untuk mencicipinya lagi, aku akan dengan senang hati membantumu" ucapku menambahkan dan menawarkan diri,


"Tentu saja aku akan menghubungimu, hanya kau yang mau menerima tawaran semacam itu, dasar gilingan makanan" ucap Dika sedikit meledekku.


Aku hanya tersenyum menanggapinya karena memang apa yang dikatakan olehnya adalah sebuah kebenaran aku memang gilingan makanan karena semua makanan aku melalui beberapa proses penggilingan selama itu masuk dari mulutku, bahkan lebih tepatnya semua orang juga bisa di sebut gilingan makanan, maka dari itu aku tidak keberatan disaat dia mengataiku seperti itu.


"Ahaha ..Dika kau ini bisa saja" balasku sambil tertawa ringan,


"Tapi aku beruntung sekali yah, bisa mendapatkan hal hal dengan geratis apa itu karena kecantikan dan pesona yang aku miliki, makanya aku mendapatkan sedikit keberuntungan salah hidup ini meskipun hanya sebuah makanan atau minuman geratis yang aku dapatkan" ucapku berbicara memuji diriku sendiri,


"Aish...apa kau sudah ketularan kelakuan Devinka?, Kenapa kau tiba-tiba menjadi narsis seperti itu?" Tanya Dika dengan kaget dan tersenyum menertawakan ke narsis san aku,


"Dika aku beri tahu ya, jika sekelas Devinka saja harus memuji dirinya bagaimana dengan aku, tidak akan ada orang yang memberikan pujian kepadaku selain diriku sendiri dan tidak ada juga yang bangga kepadaku meski aku meraih semua keberhasilan dan prestasi, maka dari itu akulah yang harus memuji dan bangga terhadap diriku sendiri, aku ini sebatang kara jika tidak memeluk diri sendiri maka tidak akan ada yang memelukku, haha...kau harus tahu itu" ucapku menjelaskan sambil diiringi dengan senyum sedikit bergurau.


Aku sengaja mengatakannya dengan sedikit gurauan di akhir karena aku tidak ingin terbawa dengan suasana, meski aku selalu terlihat cerah dan ceria di belakang aku tetaplah orang yang lemah dan cengeng maka dari itu untuk menutupi sikap lemahku tersebut aku harus menyelingi beberapa hal tentang diriku dengan sedikit gurauan agar aku bisa tertawa dan melupakan hal yang bisa membuatku menangis sebelumnya.


Sedangkan Dika hanya menanggapi ucapanku itu dengan sedikit tawa sambil menggelengkan kepalanya pelan dan tetap melihat ke depan karena tengah menyetir secara fokus.

__ADS_1


__ADS_2