
Terlihat sekali dari wajahnya yang mulai menegang serta sorot mata yang semakin tajam bahwa saat itu Ciko tengah berusaha menahan emosinya sekuat tenaga hingga tiba-tiba saja dia langsung menjoo dinding rumahnya dengan keras hingga membuat tangannya terluka.
"Aishh ...buughhh" suara Ciko yang tangannya menghantam tembok dengan keras secara sengaja,
"Aaaaa.... astaga Ciko ada apa denganmu, hey kau lihat tanganmu terluka" ucap Reksa sangat kaget dengan wajah yang terperangah dan mulut terbuka lebar.
Karena kaget melihat darah keluar dari tangan Ciko, Reksa segera bergegas mencari obat p3k di sekitar sana dan dia segera membantu Ciko untuk mengobati lukanya secepat mungkin agar segera membaik.
"Aishh Ciko apa kau ini gila yah?, Kenapa kau menonjok dinding dengan keras?" Tanya Reksa merasa heran,
"Bagaimana aku harus menjelaskannya, aku ingin segera bertemu dengan si Devinka sialan itu!" Bentak Ciko masih dengan di penuhi emosi dalam dirinya.
Melihat Ciko yang masih di penuhi dengan emosi Reksa hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan karena dia juga tidak mengerti apa yang bisa dia lakukan untuk meredakan emosi di dalam diri Ciko.
"Ciko kau harus menenangkan dirimu sendiri, kau marah pada Devinka tapi malah melukai dirimu sendiri, bodoh!" Gerutu Reksa memberitahu Ciko.
Ciko langsung melemparkan tatapan tajam kepada Reksa dan seketika Reksa pun langsung terdiam menelan salivanya dengan susah payah, Reksa merasa sangat serba salah karena dia tahu bahwa dirinya bukanlah lawan untuk seorang Ciko bahkan ketika dia hanya berkata seperti itu sudah membuat dirinya ngeri ketakutan saat mendapatkan tatapan tajam dari Ciko.
"Ishh.... berhenti menatapku, apa kau tidak pernah melihat wajahmu di cermin, kau sangat menakutkan dengan wajah seperti itu" balas Reksa yang segera di tanggapi oleh Ciko.
Ciko langsung memalingkan pandangannya dari Reksa dan dia menarik lengannya kembali yang sudah selesai di balut perban oleh Reksa sebelumnya, dia langsung bangkit berdiri dan meraih kunci mobilnya sedangkan Reksa langsung berlari mengikuti dia dari belakang sambil berteriak menanyakan kepada Ciko akan pergi, tapi sayangnya Ciko tidak mendengarkan teriakan Reksa dia terus berjalan dengan begitu cepat hingga masuk ke dalam mobilnya.
Hingga mobil tersebut melaju meninggalkan kediamannya sendiri, Reksa terperangah kaget dan dia benar-benar tidak menyangka Ciko bisa mengabaikanndia seperti itu bahkan meninggalkan dia tanpa basa basi membuat dia sangat kesal.
__ADS_1
"Ehh...Ciko....Ciko....aishh...dasar bedebah gila itu, sialan kenapa dia malah meninggalkan aku begini, wooyyy" teriak Reksa sangat keras namun semuanya percuma karena mobil yang dikemudikan Ciko sudah pergi jauh.
Reksa segera berlari menuju mobilnya dan segera mengejar mobil Ciko, dia terus mengikuti kemana Ciko akan pergi hingga dia mulai mengetahui sesuatu.
"Aishh....mau kemana sih anak ini sebenarnya, dengan tangan terluka saja masih bisa menyetir secepat ini, sialan" gerutu Reksa sambil terus menatap dengan fokus mengikuti mobil Ciko yang berada tidak jauh di depannya.
"Aahhh.....apa dia akan melabrak Devinka?, Aaishhh bodoh ini salahku juga aku menyesal memberitahunya aaduhh bagaimana ini" tambah Reksa semakin kebingungan sendiri.
Dia berusaha menambah kecepatannya untuk menahan Ciko tapi sayangnya Ciko sudah lebih tau bahwa mobilnya diikuti oleh Reksa sehingga Ciko juga menambah kecepatannya hingga terjadi kejar-kejaran diantara mereka berdua bahkan Reksa sudah berteriak sambil menurunkan kaca mobilnya untuk menghentikan Ciko.
"Woy....Ciko...berhenti kau harus menurunkan emosimu dulu!" Teriak Reksa sangat keras.
Jangankan mendengar teriakkan Reksa menjawabnya saja tidak, Ciko justru semakin menambah kecepatannya dan terus melesat meninggalkan Reksa di belakang dia langsung berbelok mengambil jalan pintas menuju kediaman Devinka hingga Reksa gagal menahannya dan Ciko tetap sampai lebih dulu di kediaman Devinka.
"Ehh...Ciko ada apa kau tumben datang ke rumahku, ayo masuk" ucap Devinka yang tidak mengetahui apapun.
Ciko terdiam dan dia hanya menatap dengan kesal kepada Devinka dengan tangan yang semakin dia kepalkan dengan kuat.
"Devinka rasakan ini bughh" ucap Ciko sambil langsung mendaratkan tinjunya tepat mengenai ujung bibir Devinka hingga menyebabkan luka di sudut bibirnya tersebut.
Devinka menatap dengan heran dan dia juga di penuhi dengan emosi yang tidak kalah besar dengan Ciko, tentu saja dia sangat kaget dan marah karena Ciko tiba-tiba saja melakukan hal tersebut kepadanya tanpa dia tahu apa sebab Ciko melakukan itu kepadanya, saat itu Devinka hendak membalas tinjuan dari Ciko namun untunah Reksa datang tepat waktu dia berhasil menahan tangan Devinka dengan sekuat tenaganya.
"STOP!" teriak Reksa sambil menahan tangan Devinka sekuat tenaga,
__ADS_1
Devinka dan Ciko menatap tajam pada Reksa dan Reksa juga mulai merasa sedikit ketakutan dia sudah menghubungi Dika sebelumnya agar bisa membantu dirinya menenangkan dia orang yang sama-sama sulit dikendalikan ini, dan Reksa segera melepaskan tangan Devinka yang dia tahan sebelumnya dengan wajah yang mulai bergetar.
"AA..apa sih kalian menatapku seperti aku yang bermasalah, oke...aku akan membiarkan kalian berkelahi tapi apa kalian ini anak kecil?" Ucap Reksa sambil melepaskan tangan Devinka,
"Ciko apa yang kau lakukan kepadaku, kenapa kau datang tiba-tiba langsung melakukan ini padaku, apa salahku padamu? Katakan, aku akan coba memperbaikinya" Tanya Devinka dengan kesal,
"Kau bahkan tidak menyadari apa kesalahanmu bagaimana kau bisa memperbaikinya?" Balas Ciko membuat Devinka semakin tersulut emosi.
Reksa yang sudah tahu mereka emang tidak akan bisa dibawa berdamai dia pun langsung menarik Devinka untuk sedikit mundur agar tidak terlalu dekat dengan Ciko karena dia takut mereka akan benar-benar bergulat berdua disana saat itu.
"Aish....sudah...sudah...kalian cobalah bicara baik-baik, tolong yang tenang kalian tidak bisa menyelesaikan masalah jika seperti ini, dan kau Devinka, mundurlah sedikit kau tidak boleh melakukan kekerasa disini" ucap Reksa sambil berusaha mendorong Devinka pelan.
Hingga tidak lama disaat ketegangan mengisi suasana disana akhirnya Dika tiba dia langsung berlari menghampiri mereka dengan nafas yang terengah-engah.
"Hah...hah...hah..., Hey ada apa dengan kalian berdua ayo masuk ke dalam dan bicarakan baik-baik aku lelah sekali aihhh" ucap Dika sambil segera mengajak mereka masuk.
Anehnya ketika Dika yang menyuruhnya mereka berdua langsung masuk tanpa harus dipaksa sedangkan Reksa merasa heran dan kesal karena kedua orang tadi tidak mendengarkan ucapannya sedangkan dengan Dika langsung menurut begitu saja.
"Apa?, Mereka menurutinya dengan mudah?, Aishh...dasar mereka berandal sialan" gerutu Reksa sambil mengikuti mereka segera.
Meski Reksa merasa kesal tapi dia tetap masuk ke dalam dengan cepat dan melihat Ciko dengan Devinka sudah duduk bersampingan di sofa rumah Devinka sedangkan Dika duduk bak seperti hakim tepat di hadapan mereka berdua.
"Haha...wah...wah...sepertinya kalian berdua benar-benar akan disidang olehku kali ini" ucap Reksa yang tidak kenal situasi dan bercanda pada semua orang yang tengah tegang.
__ADS_1
"Kau....cepat duduk kemari atau aku akan menendangmu keluar!" Ancam Dika dengan tatapan mata yang serius.