
Ibu Dika terlihat sangat sibuk dan dia terus saja memerintah pelayannya untuk menyiapkan pakaian ganti bagi Elisa, menyiapkan makanan bahkan menyuruh supir untuk membersihkan mobil Dika dengan segera, dia bahkan menunggui Elisa di kamarnya sambil duduk di samping ranjang dengan tersenyum tidak sabar menunggu Elisa bangun.
Hingga tidak lama kemudian aku mulai bangun dari tidur panjangku dan aku melihat tiba-tiba saja ada seorang wanita di samping ranjang, tentu saja itu membuatku langsung terperanjat kaget dan segera bangkit dengan nafas yang sulit diatur.
"Aaahh... Hah...hah....si...siapa, dimana aku?" Ucapku dengan kebingungan dan merasa sedikit takut,
"E..ehh ..maafkan Tante sayang, kamu tenangkan dirimu dulu, tante ini bukan orang jahat, kamu ada di rumah Dika dan perkenalkan Michael ibunya Dika" ucap perempuan itu sambil mengulurkan tangannya padaku.
Aku sangat kaget dan terperangah hingga membuka mulutku dengan lebar, dan perlahan aku menerima uluran tangannya dan berkenalan dengan dia dalam setengah sadar juga perasaan yang tidak menentu.
"A... Aku Elisa Tante" balasku dengan gugup,
Wanita itu terlihat begitu bersemangat dia langsung menyuruhku untuk berganti pakaian dan dia juga memberikan sebuah gaun kepadaku lalu dia menyuruhku untuk segera bersiap-siap sedang dia sendiri segera keluar dari kamar itu.
Aku bingung dan masih kaget tidak menyangka bisa bertemu ibu Dika dalam keadaan seaneh seperti saat ini, bahkan aku sendiri tidak tahu kapan aku berada di rumah Dika dan kenapa aku bisa berada di sana sepanjang malam.
"Ya ampun, ada apa ini sebenarnya? Apa Dika yang membawaku pulang tadi malam?" Gerutuku memikirkan dengan penuh keheranan dan bingung.
Aku mengesampingkan dahulu rasa bingungku itu dan segera pergi untuk membersihkan diri lalu aku terpaksa mengenakan gaun yang di berikan oleh ibunya Dika sebab tidak mungkin jika aku menggunakan pakaian yang sebelumnya ke tempat kerja, gaunnya terlihat mewah dan sangat cantik, dan aku bisa merasakan bahwa itu adalah gaun yang mahal, mungkin aku tidak akan bisa membelinya sekalipun aku bekerja di perusahaan yang ternama.
Gaun warna putih tulang yang cukup simpel namun memiliki kesan yang sangat berkelas, bagian bawahnya memang sedikit tinggi, bahkan aku merasa tidak terlalu nyaman untuk mengenakannya di depan orang lain, karena sebelumnya aku tidak pernah memakai rok setinggi ini, apalagi ini adalah pakaian yang mahal aku malah takut merusaknya.
Penampilan Elisa memakai gaun dari Tante Michael.
__ADS_1
Setelah bercermin dan berusaha untuk menguatkan diriku sendiri barulah aku hendak keluar dan segera membuka pintu namun saat aku melihat tidak ada siapapun di sana hingga terdengar suara Tante Michelle yang memanggil aku dari arah dapur dan mengajakku untuk sarapan bersama.
"Aaahhh...Elisa kamu sudah selesai, mari kesini kita sarapan bersama" ajaknya begitu ramah,
Aku hanya mengangguk patuh dan segera berjalan pelan menghampirinya, saat aku baru saja sampai tante Michael sudah langsung memberikan pujian pada tubuhku dan tidak lama terdengar juga suara Dika yang memanggilku dari atas sehingga membuat aku refleks segera memalingkan pandangan ke atas dan dia berjalan menuruni tanggal bak seperti model.
"Waahhh.....Elisa sayang kamu sangat cantik sekali memakai gaun ini, tidak salah Tante memilihkannya untukmu, cocok sekali" puji Tante Michael padaku.
"Elisa" ucap Dika memanggil namaku,
"Ohhh....apa itu sungguh Dika yang aku kenal? Kenapa penampilannya hari ini terlihat agak berbeda" gumamku dalam hati.
"Putraku tampan bukan? Dia cocok dijadikan suami" bisik Tante Michael membuat aku kaget dan refleks membelalakkan mataku.
Dan aku segera tersenyum canggung menanggapinya, aku tidak begitu memahami kemana arah tujuan perkataan yang di ucapkan oleh Tante Michael saat itu, dia seperti dengan sengaja ingin menjodohkan aku dengan putranya Dika.
Semuanya benar-benar terasa sangat canggung hingga Dika berada di hadapanku dan dia malah meledek aku karena memakai gaun sependek itu.
"Wah, Elisa apa kau sekarang sudah menjadi wanita feminim ya? Ahaha....lucu sekali, kau mirip seperti wanita sungguhan sekarang" ucapnya yang malah menertawakan aku.
__ADS_1
Wajahku langsung berubah menatapnya dengan datar dan rasanya aku ingin menampar dia saat itu juga, seandainya ibunya tidak ada diantara kami, namun rupanya takdir tengah berpihak padaku dengan baik, tante Michael justru malah membelaku dan dia langsung menepuk bagian belakang tubuh Dika dengan kuat hingga aku saja tidak menduga dia akan melakukan itu kepada putra kesayangannya itu.
Apalagi ini dihadapanku dan itu membuat ingin tertawa namun aku tetap menahannya karena menghormati tante Michael tersebut.
"Heh, siapa yang mendidik mu menjadi orang seperti itu, rasakan pelajaran ini buk...." Ucap Tante Michael menepuknya,
"Aaaww...ibu kenapa kau tega sekali melakukan itu padaku, disini yang anakmu itu aku, bukan Elisa kenapa kau malah lebih membelanya dibanding aku" ucap Dika yang merasa tidak adil.
"Aishh....sudahlah ayo Elisa kita pergi sarapan biarkan anak ini sendiri, dia memang tidak tahu cara membuat wanita senang" ucap Tante Michael sambil menarik tanganku.
Aku sengaja mengejek Dika dengan mengulurkan lidahku keluar dan menggodanya. Tante Michael ini sangat baik padaku, dia memperlakukan aku lebih dari seorang tamu melainkan dia lebih terlihat seperti seorang ibu bagiku, kebaikannya itu sungguh membuat hatiku semakin merasa tidak enak, dan aku tidak bisa menolak apapun yang dia katakan.
Sepanjang sarapan aku hanya mengangguk patuh dan sesekali tersenyum bersama dengannya, apalagi ketika beliau membicarakan mengenai masa kecil Dika yang menurutku cukup lucu untuk di dengarkan pagi ini.
"Kamu tahu Elisa, bahkan tante sempat berpikir bahwa Dika tidak akan menikah karena dia tidak pernah melirik wanita lain, maka dari itu Tante sangat senang saat tadi malam dia menggendongmu dan membawamu pulang ke rumah ini, oooh...Elisa bisakah kamu tetap bersama Dika, tante yakin seiring berjalannya waktu kamu pasti akan menyukainya" ucap tante Michael sambil menggenggam sebelah tanganku.
Aku sebenarnya ingin menolak karena sejujurnya aku tidak pernah memiliki perasaan apapun kepada Dika meski aku sudah tahu bahwa Dika pernah mengatakan akan mengejarku kepada Devinka saat itu tapi aku sungguh merasa tidak enak karena aku hanya takut tidak bisa memastikan sendiri ucapanku.
Namun ketika melihat wajah dan mendapatkan semua kebaikan dari tante Michael aku juga tidak bisa menolak permintaannya ini.
"Apa aku menerimanya saja ya, lagi pula ini hanya soal waktu" gumamku memikirkan.
Aku pun mengangguk menjawab ucapan tante Michael dan dia terlihat begitu senang, wajahnya langsung berubah lebih berseri-seri bahkan dia dengan penuh semangat menambahkan lagi Nasik dan lauk ke dalam piringku juga piring milik Dika.
__ADS_1
"Aaahh....Elisa terimakasih banyak, kamu benar-benar menantu idaman, tante sangat menyukaimu, dan kau Dika jangan pernah sekali-kali kau menyakiti Elisa, jika sampai kau menyakitinya akulah yang harus kau hadapi, apa kau mengerti!" Ucap tante Michael yang masih membelaku.
"Iya...iya...ibu ini memangnya aku akan menyakiti Elisa untuk apa? Aku akan menjaganya karena dia temanku sama seperti anak The Boys lainnya" balas Dika yang berujung mendapatkan cubitan dari ibunya sendiri.