Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Pemotretan


__ADS_3

Aku tetap berjalan dengan cepat dan kesal bahkan aku sama sekali tidak menoleh ke belakang, tidak peduli meski aku melanggar ucapanku sendiri aku sungguh tidak bisa merendahkan harga diriku pada orang sepertinya, aku tau dia pasti akan bersikap semena mena terhadapku.


Devinka hendak berlari menyusul Elisa namun tangannya segera di tahan oleh Dika juga Reksa.


"Udah Dev, biarin aja dia pergi mungkin dia cuman butuh waktu aja" ucap Dika menahan Devinka,


"Waktu apaan, ini kan cuman masalah tugas kelompok lagian harusnya dia bersyukur bisa satu kelompok sama gue, apalagi ditugaskan di perusahaan yang nanti jadi milik gue kenapa malah marah kaya gini, dasar cewek ayam!" Ucap Devinka sambil menghempaskan lengan Dika yang menahan lengannya,


"Dev, udahlah kenapa Lo selalu sensi kalau berkaitan sama Elisa" tambah Reksa yang sudah bosan melihat pertengkaran antara Devinka juga Elisa.


Devinka hanya menatap Reksa dan Dika dengan tatapan tajam dan sinis lalu dia juga ikut meninggalkan kantin dan seperti biasa Reksa harus berlari menyusulnya sekaligus membujuknya ketika dia mulai merajuk.


"Eh...eh... DEVINKA tunggu, aishh....ni anak mau kemana sih, gue.... juga yang harus ngejar. Kalian berdua ini kaya patung aja selalu gak bisa diandalkan" ucap Reksa uring uringan sendiri.


Reksa terus mengejar Devinka sampai dia ikut masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Devinka.


"Ngapain Lo ngikutin gue?, Sana pergi gue lagi gak butuh temen kaya Lo!" Ucap Devinka dengan wajah yang menyeramkan,


"Aishh....emangnya Lo yakin gak butuh teman se setia gue, Lo liat tuh diantara kita ber empat hanya gue yang ngintil dan selalu belain Lo, apa Lo gak sadar hah?" Balas Reksa membeberkan,


"Tetap aja kenapa sama Elisa Lo malah selalu belain dia mulu" jawab Devinka yang tetap merajuk,


"Haha...Lo kenapa Dev, Lo cemburu sama Elisa hanya karena gue ngebelain dia, lagian gue gak belain dia gue cuman kasian sama dia karena selalu jadi bahan bully an Lo" jawab Reksa menjelaskan.


Devinka pun akhirnya diam dan mulai melajukan mobilnya, Reksa hanya tersenyum tipis karena dia sudah paham jika sudah seperti itu artinya Devinka sudah sedikit membaik dan tidak semarah sebelumnya, itu juga akan membuat nya lebih mudah berbicara dengan Devinka nantinya.

__ADS_1


Mereka akhirnya kembali nongkrong bersama di cafe tempat biasa mereka berkumpul dan akhirnya berkat Reksa mereka ber empat kembali bisa tertawa juga saling berbicara satu sama lain termasuk Devinka yang menjadi sumber permasalahannya.


Sedangkan di sisi lain aku masih merasa cukup kesal dan aku begitu emosi sampai aku tidak sadar jika sudah berada di depan rumah kak Anna, aku pun mulai menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan untuk menenangkan diriku, setelah kurasa sudah tenang barulah aku mulai merapihkan pakaianku dan bergegas masuk ke dalam meminta satpam di sana untuk membukakan gerbang.


Saat baru saja aku sampai ku lihat kak Anna tengah berdiri di depan pintu dengan penampilan yang sudah rapih dan modis sepertinya dia sudah ingin pergi ke suatu tempat.


"Hai kak, apa tugasku hari ini?" Tanyaku langsung,


"Tidak ada, kamu hanya perlu menemaniku pergi pemotretan mungkin akan selesai sampai malam, ayo kita akan berangkat sekarang juga" ucap kak Anna mengajakku.


Aku langsung masuk ke dalam mobil bersamanya dan pergi ke tempat pemotretan yang dimaksud oleh kak Anna.


Sesampainya di sana aku hanya duduk dan melihat proses pemotretan kak Anna hingga aku ketiduran karena sudah lelah belajar seharian.


Bahkan dia masih terlihat begitu fres dan terus tersenyum ceria dengan cantik di depan kamera setelah melakukan pemotretan itu.


"Wahh....melihat kak Anna aku rasa usahaku belum ada apa apanya dibandingkan dia" gumamku dalam hati.


Tak lama kak Anna menghampiriku dan dia duduk sambil mengipasi dirinya sendiri ku lihat para model yang lain dikipasi dan disajikan minuman dingin oleh asisten mereka masing masing hanya kak Anna seorang diri yang tidak bersama meneger juga mengipasi dirinya sendiri.


Melihat itu aku merasa tidak enak dan kasihan padanya pasalnya hari ini aku hanya duduk bersantai melihatnya bekerja dan tertidur dengan pulas tanpa mengeluarkan tenaga sedikitpun, aku pun berinisiatif untuk membantu kak Anna mengipasi nya.


"Aish....kak kamu ini aktris terkenal bagaimana bisa seorang selebritis sepertimu mengipasi dirinya sendiri, sini biar aku saja aku ini kan asistenmu jangan segan untuk meminta bantuanku aku ini pandai dalam segala hal loh dan aku juga kuat" ucapku sambil meraih kipas di tangan kak Anna dan langsung mengipasi nya.


"Huh...kau ini bisa saja, tapi terimakasih sudah mau membantuku Elisa, nanti aku akan traktir kamu makan di cafe favorit ku" ucap kak Anna membuatku begitu senang.

__ADS_1


"Wahhh.... Benarkah?, Ingat itu janji yah kak kamu harus menepatinya dan aku akan menagihnya hehe" jawabku kepadanya sambil tersenyum.


Kedekatan antara kami berdua pun semakin terjalin aku membantunya mengambilkan beberapa pakaian lain dan bahkan membantunya berias serta merapihkan rambutnya, aku mulai merasakan kesenangan saat aku berada di sampingnya dan membantu semua kebutuhan kak Anna.


Aku sebenarnya sangat penasaran kenapa hanya kak Anna yang tidak memiliki banyak karyawan di sampingnya, padahal aku pikir seorang selebritis sepertinya akan di kelilingi banyak orang dan karyawan yang senantiasa memenuhi semua kebutuhannya namun ku lihat kak Anna begitu berbeda dia selalu seorang diri dan hanya aku yang ada di sampingnya.


Saat membantunya merias rambut aku mulai bertanya karena penasaran.


"Kak, apa kamu tidak lelah bekerja seperti ini dan hanya seorang diri melakukan semuanya?" Tanyaku padanya dengan serius,


"Tentu saja lelah, makanya aku mempekerjakan mu" jawab kak Anna dengan santai,


"Tapi kau kan mempekerjakan aku sebagai bodyguard yang menyamar jadi asisten seharusnya kau memiliki asisten atau meneger kan seperti model model yang lain" jawabku saking penasarannya,


"Aku berbeda dengan mereka aku tidak mempercayai siapapun mereka itu hanya baik di depanku karena membutuhkan uangku, sedangkan di belakang mereka bahkan tidak menyukaiku aku benci orang bermuka dua makanya aku tidak pernah mempekerjakan siapapun di sisiku, kecuali supir pribadi yang sudah bekerja dengan keluargaku dalam waktu yang lama, dan sekarang ada kau yang aku percaya jadi tolong jangan mengecewakanku yah gadis nakal!" Ucap kak Anna menjelaskan semuanya dan dia bahkan mengataiku nakal,


"Aishh....kenapa kau mengataiku gadis nakal aku ini gadis yang baik dan berprestasi aku juga cantik" jawabku dengan penuh percaya diri,


"Haha...iya terserah kau saja, di manataku kau tetap gadis nakal karena bisa melumpuhkan pria brengsek dengan mudah" jawab kak Anna yang masih tetap dengan sebutannya kepadaku.


Walaupun aku tidak terima dikatai gadis nakal namun apa yang dikatakan kak Anna memang benar, aku selalu mudah emosi dan memukul siapapun yang membuatku kesal dan mengganggu ketenangan ku termasuk pria yang tidak aku kenal.


Setidaknya dengan begitu aku bisa melindungi diriku sendiri dan berkat kejadian itu aku jadi memiliki pekerjaan tetap dengan gajih yang luar biasa, dengan begitu aku tidak perlu khawatir lagi untuk berpuasa ketika kehabisan uang.


Bahkan kak Anna baik hati mau mentraktirku saat selesai pemotretan itu akan membuatku mengirit jatah makan.

__ADS_1


__ADS_2