
Aku hanya kelimpungan tidak jelas dan masih merasa kaget dengan sikap kedua rekan kerjaku yang tiba-tiba saja memelukku seperti itu dan mereka menjerit tidak jelas.
"Hey... Hey... Kak ada apa dengan kalian, memangnya aku ini akan kemana? Aku hanya akan selesai bekerja magang disini bukan pergi meninggalkan kalian untuk selamanya" ucapku berusaha menenangkan mereka.
Dan akhirnya setelah mendengar ucapanku tadi kak Anne dan kak Kris melepaskan pelukan mereka sehingga aku bisa kembali berdiri dengan tegak dan tanpa beban lagi, rasanya begitu ringan untuk tubuhku dan kak Eril juga tidak perlu menahan punggungku lagi.
"Elisa apa kau masih marah pada kami karena pertengkaran sebelumnya sehingga sekarang kamu menjadi begitu cuek dan tenang seperti itu?" Tanya kak Kris dengan wajahnya yang seperti menyelidik terhadapku,
"Eh, maksudku tidak begitu kak, aku hanya tidak ingin kalian terlalu sedih hanya karena hal semacam ini, lagi pula sebentar lagi aku akan lulus kuliah dan aku janji aku akan kembali melamar pekerjaan keperusahaan ini dan dalam posisi yang sama agar nanti aku bisa kembali berkumpul dengan kalian lagi" ucapku sambil tersenyum dan berusaha memberikan aura ke positif yang aku miliki.
Aku pikir ucapanku ada yang salah karena mereka hanya diam membisu dan menatapku tanpa ekspresi yang jelas namun rupanya mereka hanya tengah berpikir saja saat itu laku tiba-tiba saja tersenyum dan berkata dengan begitu riang terhadapku.
"Waahh...benarkah Elisa?, Ingat ya kau sudah janji dan kau harus menepatinya suatu saat nanti" ucap kak Anne kepadaku,
"Tentu saja, tapi itu juga tergantung apakah perusahaan ini akan menerimaku kembali atau tidak, sebab meski aku berusaha keras jika memang perusahaan ini tidak menerimaku maka aku tidak akan bisa menepati janjiku kepada kalian" Ucapku bicara sesuai kenyataannya.
Meski aku telah berjanji kepada mereka namun tetap saja aku tidak ingin memberikan harapan yang terlalu besar sebab aku juga tidak pernah tahu masa depan, apakah aku masih ada di dunia ini untuk menempati janjiku pada mereka atau tidak, lalu aku juga masih belum mengetahui dengan nilai hasil magangku selama sebulan ini.
Aku tahu yang menentukan nilai lulus atau tidaknya aku bergantung pada ketua tim namun aku tidak bisa membujuk ketua tim untuk memberikan bocoran nilai masa percobaan ku di sana, maka dari itu aku tidak terlalu mengharapkan banyak hal, namun rupanya kak Eril memberikan semua yang selalu aku khawatirkan dengan tiba tiba.
"Aku jamin kau akan diterima kembali di perusahaan ini karena nilai magangmu yang terbaik kedua diantara mahasiswa magang lainnya, dan itu sangat hebat bahkan ku dengar perusahaan berniat merekrut tiga mahasiswa magang tahun ini yang masuk ke tiga besar untuk bekerja secara resmi di perusahaan ini tepat setelah mereka lulus nanti, dan ini undangannya kau harus menjaga ini dan membawanya kembali padaku ketika kau ingin kembali bekerja disini" ucap kak Eril sambil memberikan sebuah amplop putih padaku.
__ADS_1
Semua orang tersentak dan menatap dengan heran juga terkejut, aku bahkan tidak sadar bahwa sudah membuka mulutku cukup lama sampai merasakan bibirku yang sudah kering dibuatnya.
"APA??" ucapku sangat kencang bersamaan dengan kak Kris juga kak Anne.
"Humm, apa kalian harus sekompak itu, sudah cepat kau buka jika masih tidak percaya" ujar kak Eril sambil menatap ke arah amplop yang sudah berpindah tangan ke tanganku.
Aku bergetar dengan sangat takut ketika membuka amplop sakral tersebut, lalu perlahan aku membukanya dengan sangat hati hati karena aku takut jika kak Eril mempermainkan ku atau membohongiku saja, meskipun dilihat dari wajah dan kepribadiannya itu tidak mungkin dilakukan oleh seorang kak Eril yang begitu calm dan sangat rapih dalam setiap saat.
Karena aku membukanya terlalu lama kak Anne sampai dibuat geram dan dia malam merampas kertas itu dengan paksa lalu melihat hasilnya dengan cepat dan mereka semua langsung berjingkrak merasa senang, bahkan aku dan kak Anne langsung berpelukan sangat erat saat itu juga.
"Aishh....Elisa kau lambat sekali, sudah biar aku yang memastikannya" ucap kak Anne sambil mengambil alih amplop ditangan,
Dia membukanya dengan sekaligus dan membacanya perlahan sampai ketika aku menanyakan hasilnya dia langsung berteriak dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan di dalam hatinya.
Aku yang masih penasaran dengan isi surat tersebut aku pun segera merampas lagi surat yang sudah dibaca oleh kak Anne dan mulai membacanya sendiri.
"A...apa...jadi ini benar-benar aku?" Tanyaku pada diriku sendiri.
Kak Kris langsung merangkul ku dan dia langsung mengajak kita semua untuk membuat pesta karena keberhasilan yang aku capai.
"Haa ini bagus mari kita buat pesta dan aku yang akan traktir kali ini" ucap kak Kris sambil mengacungkan tangannya keatas dan dia terlihat begitu bersemangat.
__ADS_1
Aku refleks menurunkan tangannya dari pundakku dan kak Anne segera kembali ke mejanya dan menolak dengan halus ajak dari kak Kris itu.
"Aahh...aku lupa hari ini akan lembur karena kemarin banyak cuti sehingga banyak kerjaan sekali hari ini, aaahh melelahkan sekali aku harus kehabisan banyak waktu" ucap kak Anne beralasan dan dia seketika berpura-pura sibuk dengan komputer di depannya.
Sedangkan aku dan kak Eril juga melakukan yang sama dan kak Kris mendengus kesal karena tidak ada yang bisa meladeninya untuk membuat sebuah acara malam ini.
"Huuh, padahal aku yang akan mentraktir kenapa kalian tiba-tiba sok sibuk begitu sih, kalian semua menyebalkan!" Kata kak Kris dengan wajahnya yang dongkol.
Aku sudah tidak perduli lagi tentang kak Kris karena kini setelah pernah beberapa kali melihat betapa besar amarah dan betapa menyeramkan ya dia ketika merajuk aku hanya bisa tetap diam saja dan terus menjalani pekerjaanku sendiri.
Tapi sebenarnya aku bisa saja pergi menemaninya karena aku juga merasa tidak tega jika membiarkannya seperti diabaikan begini sebab aku juga pernah merasakan sendiri bagaimana rasanya di abaikan oleh banyak orang dan kita hanya bisa sendiri saja, tapi aku juga memiliki urusan bersama Devinka dan Reksa karena kami harus menyelesaikan tugas terakhir kali untuk membuat sebuah proposal atau konteks data yang berhasil kita cari selama ini di lapangan.
"Maafkan aku kak Kris jika saja aku tidak urusan lain yang sangat penting aku pasti akan menemanimu kesana untuk merayakannya bersama, namun kau tahu sendiri kan aku harus menyusun data hasil analisis selama aku magang disini belum lagi aku masih belum menyelesaikan proposal untuk tugas kuliahku ini sehingga aku akan sedikit sibuk" ungkapku meminta maaf dengan perasaan yang tidak enak.
Ku pikir saat itu kak Kris akan balik marah dan uring uringan denganku namun ternyata dia tidak melakukan hal itu lagi terhadapku, sehingga tidak ada sebuah pertengkaran dan drama lagi di departemen dua tempatku bekerja ini.
"Tidak masalah aku mengerti kita bisa melakukannya lain kali, tapi kau harus janji kau harus mengangkat telpon dariku jika nanti aku merindukanmu atau tiba-tiba perlu untuk menghubungimu, apa kau mengerti gadis kecil?" Ucap kak Kris kepadaku.
Aku langsung mengangguk paham dan tersenyum lebar kepadanya, tidak pernah aku sangka sebelumnya ternyata kak Kris bisa menjadi dewasa sekaligus kekanak kanakan seperti ini dalam satu waktu dan dalam satu jiwa sekaligus.
"Baiklah, jangan cemas aku akan selalu menerima telpon darimu jika aku sedang santai hehe" balasku sambil bercanda dengan dia.
__ADS_1
"Ku pegang ucapanmu itu Elisa, jika tidak aku akan menjadikanmu perkedel saat kau masuk ke perusahaan ini lagi suatu saat nanti" ancam kak Kris kepadaku.
Aku dan kak Anne hanya tertawa cekikikan berdua sambil terus melanjutkan pekerjaan dengan penuh konsentrasi namun tetap tertawa karena mendengar percakapan antara aku dan kak Kris yang masih belum selesai juga.