Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Dipecat


__ADS_3

Ke esokan paginya Reksa sudah mempersiapkan semuanya untuk menjahili Elisa dia sengaja menaruh sebuah lem perekat yang kuat di bawah bangku milik Elisa dan ketika tiba di ruang kelas Elisa yang tidak menyadari kalau bangkunya sudah dilumuri lem perekat oleh Reksa dia langsung duduk begitu saja tanpa khawatir dan menghadiri pembelajaran hingga selesai.


Selama itu Elisa sama sekali tidak sadar dan Devinka juga Reksa terus saja memperhatikan menunggu hingga Elisa menyadari semuanya dan akan merasa malu karena tidak akan bisa bangkit dari kursi tersebut.


Saat dosen selesai dan menutup pembelajaran kali ini, Elisa hendak pergi ke tempat kerjanya seperti biasa namun saat hendak berdiri bokongnya menyatu dengan kursi tersebut dan dia mulai merasa ada yang tidak beres dengan kursi yang dia duduki.


"Ya ampun apa yang terjadi siapa yang melakukan ini padaku" ucap Elisa mulai panik.


Elisa terus berusaha menggeser bokongnya dan berusaha melepaskan diri agar bisa bangkit dari kursi tersebut, namun sepertinya lem yang ada di bangku tersebut sudah benar benar kering sehingga sangat sulit untuk di lepaskan, semakin Elisa berusaha melepaskan diri maka lem itu justru semakin membuatnya terperangkap lebih erat.


Sampai akhirnya Elisa tidak bisa menahan kesabarannya lagi dia berteriak dengan keras dan mencari tau siapa pelakunya.


"Heyy....siapa diantara kalian yang berani menjahili ku!" Bentak Elisa yang tidak digubris oleh semua orang.


Para mahasiswa itu hanya menatap ke arah Elisa dengan tatapan yang acuh tak acuh lalu pergi meninggalkan ruangan begitu saja, Elisa hanya berdecak kesal karena tidak ada yang bisa membantunya di saat seperti ini, hingga Devinka dan Reksa tiba tiba berjalan perlahan menghampiriku sambil bertepuk tangan dan tertawa melihat penderitaanku, sejak saat itu aku bisa langsung mengetahui kalau merekalah dalang dari semuanya.


"Ohh...jadi kalian berdua yang menaruh lem di bangku milikku?" Ucapku dengan bengis,


"Ya...ini adalah ide ku memangnya kenapa?, Lagi pula ini adalah balasan yang pantas karena kau sudah lancang memegang mulutku kemarin, jadi rasakan balasannya" ucap Devinka dengan puas,


"Elisa aku minta maaf yah, aku tidak bermaksud begitu kok" ucap Reksa yang merasa tidak enak.

__ADS_1


Elisa hanya menatapnya dengan penuh kebencian meski dia tau Reksa melakukan ini padanya karena perintah dari Devinka, tapi tetap saja seharusnya dia bisa menolak keinginan Devinka jika dia memang benar orang yang baik.


"Heh...Reksa kalau kau merasa kasihan denganku kenapa kau tega melakukan ini padaku hanya karena mendapatkan perintah dari orang sombong dan so berkuasa sepertinya" jawabku pada Reksa.


Devinka yang melihat Reksa meminta maaf pada Elisa tentu saja dia merasa sangat geram dan langsung menyenggol tangan Reksa dengan cukup kuat lalu membentaknya begitu saja.


"Reksa apa yang Lo pikirin sih, udah lah biarin aja dia lagian ini kan rencana Dika juga dan kita semua udah setuju ngapain Lo pake minta maaf sama dia, ayo pergi" ucap Devinka sambil menarik Reksa dengan paksa,


"Tapi..Dev...dia...dia bagaimana.." ucap Reksa yang masih berusaha melepaskan diri dari cengkraman Devinka.


"Udah biarin aja, biar dia di situ sampai lumutan" ucap Devinka dengan sinis.


Aku sungguh merasa kesal dan tidak bisa berbuat apapun selain memukul meja dengan keras untuk meluapkan semua amarah yang menggebu dalam diriku, aku sudah tau mereka semua saja saja.


Aku tidak bisa tetap diam di saat terus mendapatkan penghinaan dan bulliyan seperti ini darinmereka, bagaimana mungkin aku tidak melawannya yang ada dia akan terus semakin menginjak harga diriku dan membuatku terus menderita.


Sebelumnya aku memang tidak mau mempermasalahkan apapun dengannya karena aku takut beasiswaku akan terancam namun sekarang aku akan lebih sudi kehilangan beasiswa itu daripada harus membuat diriku semakin teraniaya seperti ini.


Aku sudah berusaha melepaskan diri namun tetap saja tidak bisa lem itu terlalu melekat dengan kuat, aku juga sudah berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengarkan karena semua orang sudah keluar, aku tidak tau lagi harus meminta bantuan pada siapa dan aku berusaha sekuat tenaga melepaskan diriku dari kursi itu.


Sampai akhirnya celana yang aku pakai robek cukup besar, untunglah aku memakai celana dua lapis sehingga tidak menampakkan bagian dalamnya, aku melihat ke segala penjuru ruangan karena aku takut Devinka dan teman temannya itu memasang kamera untuk mempermalukanku dan hal lainnya.

__ADS_1


Setelah itu aku langsung berlari keluar dengan menutupi bokongku menggunakan tas yang aku bawa aku berlari terburu buru ke kosan yang tak jauh dari sana untunglah di sana tidak banyak orang sehingga aku tidak terlalu malu dan tak banyak yang memperhatikan.


Sesampainya di rumah aku langsung mengganti pakaian dan pergi secepat yang aku bisa menuju tempat kerjaku, aku tau ini sudah sangat terlambat karena sebelumnya aku terjebak dengan bangku itu selama berjam jam lamanya.


Aku tidak mungkin melepaskan diri seperti tadi di saat masih banyak orang di kampus sehingga aku menunggu sampai suasana sepi barulah aku melepaskan diri dengan kuat yang alhasil membuatku harus terlambat ke tempat kerja.


"Aduhh....bagaimana ini aku sudah sangat terlambat apa bos akan memaafkanku" ucapku penuh ke khawatiran berdiri di depan restoran.


Aku menguatkan dan memberanikan diriku lalau segera melangkah masuk dan menemui bos, saat aku menghampirinya tiba tiba saja bos berkacak pinggan dan berjalan menghampiriku dengan mata merah yang nampak menahan emosi, saat sudah berada dekat tepat dihadapanku aku hanya bisa menunduk dan gemetar.


"ELISA.....KAU INI TIDAK TAU WAKTU YAH!, Kamu tidak lihat ini pukul berapa hah?, Masih berani kau datang ke sini, dasar eughhh....mana kunci motormu kau saya pecat..." Bentak bisa membeludak dan langsung memecatku hanya karena satu keterlambatan.


Aku langsung menatapnya dengan heran dan protes terhadapnya karena semua ini sangat sulit untuk diterima oleh aku, mungkin aku bisa menerimanya jika dia memberiku hukuman, potongan gajih atau lainnya tapi kenapa dia memecatku dengan begitu mudahnya mengingat semua pekerjaanku selama ini selalu lancar.


Dan ini juga baru pertama kalinya aku terlambat kenapa bos harus semarah itu padaku.


"Bos...tapi...bos...tunggu dulu, kenapa bos memecatku dalam satu kesalahan?, Tanya ku meminta penjelasan,


"Satu kesalahan kau pikir?, Elisa kau hari ini terlambat tiga puluh menit lamanya kau sudah membuatku rugi, sebelumnya kau sudah menyinggung tuan muda Devinka dan hampir membuat ku menerima kerugian besar, sekarang apa lagi yang kau buat sampai menyinggung orang paling berpengaruh di negara kita sampai dia datang ke mari dan hampir menutup restoran ku, apa kau mau membunuhku yah!" Bentak bos menjelaskan semua alasannya.


Aku hanya diam mendengarkan semua yang bos utarakan dan aku sungguh tidak mengerti bagaimana bisa Devinka bahkan membuatku dipecat di tempat kerja dengan mudahnya.

__ADS_1


"Bos...saya mohon tolong jangan pecat saya, saya janji akan meminta maaf atau berusaha apapun untuk meminta Devinka tidak menutup usahamu" ucapku memohon,


"Tidak bisa Elisa ini sudah perintahnya, kamu saya pecat cepat pergi dari sini, dan jangan pernah kemari lagi!" Ucap bos yang membuatku lemas tak berdaya.


__ADS_2