Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Menyatakan Perasaan


__ADS_3

Aku sudah kaget kelimpungan tidak jelas disaat kak Eril mengira aku ingin pergi ke rumahnya untunglah dia juga hanya bercanda dengan hal itu tapi tetap saja aku merasa kaget dan takut, aku pun tidak berani bicara lagi karena kejadian itu sehingga selama perjalanan tidak ada lagi percakapan diantara kami berdua hingga tidak lama sampailah kami di restoran yang cukup besar.


Aku tertegun berdiri mematung saat hendak masuk ke dalam restoran tersebut, pasalnya aku tidak tahu jika kak Eril orang kaya atau bukan sebab dia juga bekerja sebagai karyawan biasa sehingga aku takut jika kamu masuk dan makan di restoran tersebut nanti mungkin bayarannya akan sangat mahal, aku hanya takut itu akan membuatnya bangkrut dalam keuangannya itu.


"Elisa kenapa hanya berdiri saja?" Tanya nya menegurku,


"A..ahh...itu kak, apa kamu yakin ingin makan di tempat mewah ini, aku takut uangku tidak akan cukup untuk membayar makanannya nanti" jawabku dengan jujur meskipun sedikit malu saat mengatakannya.


Aku tersenyum kecil dan canggung karena merasa sangat malu mengatakan hal tersebut, tapi mau bagaimana lagi memang pada kenyataannya seperti itu sehingga aku juga tidak bisa menyembunyikan apapun atau berpura-pura tidak mencemaskan hal tersebut.


Dan reaksi dari kak Eril sungguh tidak pernah aku duga dia malah tertawa kecil dan langsung mendorongku masuk ke dalam dengan pelan hingga menarik tanganku ke dekat salah satu meja disana lalu dia juga mendorong kan kursi untukku duduk.


"Sudahlah Elisa ayo kita masuk saja, jangan banyak berpikir" ucapnya menyeretku segera masuk,


"Ayo silahkan duduk" tambahnya membuatku semakin gugup tidak menentu.


Perlakuan kak Eril yang begitu manis dan sangat mengutaman aku, sungguh telah membuat aku hampir merasa melayang ke atas awan dia adalah pria impianku dan dari segi apapun dia adalah tipe terbaikku namun sayangnya tidak mungkin juga aku bisa bersama dengan pria seperti dia.


"Ayolah Elisa jangan bermimpi terlalu jauh kalau jatuh nanti diri sendiri juga yang akan merasakan sakitnya" gerutu di dalam hati berusaha menghapuskan perasaan aneh sendiri.


Kak Eril memberikan buku menu kepadaku dan mempersilahkan aku untuk memesan menu makanan disana aku pun segera membuka buku menu itu dan betapa kagetnya aku hingga aku menutup mulutku yang baru saja terbuka lebar karena saking kagetnya melihat jajaran harga makanan yang begitu mahal bahkan menurutku ini terbilang sangat mahal, melihat bandrol harganya yang terlampau tinggi, itu membuatku ragu untuk memesan makanan sendiri.


Sehingga aku memutuskan untuk menyamakan oesananku dengan milik kak Eril, dan pelayan itu segera pergi menyiapkan makanan yang kamu pesan, sembari menunggu makanannya siap untuk disajikan kak Eril mulai berbicara dan membuka perbincangan denganku.

__ADS_1


"Elisa apa kamu memiliki pasangan?" Tanyanya membuat aku kaget terperangah,


"Ah?, Apa kak...a....aku memiliki pasangan atau tidak?" Tanyaku lagi memastikan dengan pelan,


"Iya aku ingin tahu apa kamu memiliki pasangan atau tidak?" Tambahnya memperjelas.


Aku sungguh sangat kaget bukan kepalang, dia tiba-tiba saja menanyakan hal yang awam seperti ini sehingga aku kebingunga dalam menjawabnya, aku pun segera mengatakan yang sebenarnya walau dengan perasaan gugup tidak menentu.


"AA..aku...tidak...aku tidak memiliki pasangan untuk sekarang kak dan memang tidak pernah ada juga pria yang mendekatiku hehe" balasku dengan jujur sesuai dengan apa yang aku rasakan selama ini.


"Baguslah kalau begitu, jati aku tidak memiliki saingan bukan" jawab kak Eril membuat pikiranku berpikir kemana-mana,


"Ehh ...maksudmu bagaimana kak?" Tanyaku sedikit tidak mengerti dengan maksudnya,


"Ayolah Elisa tidak mungkin kamu tidak mengerti dengan maksudku, aku menyukaimu dan tolong izinkan aku mengejarmu" balasnya sambil tersenyum dan memegangi tanganku dengan lembut.


Tentu saja aku sangat kaget dan gugup, aku tidak tahu bagaimana cara menjawab pernyataan cintanya itu kepadaku, sehingga aku hanya bisa tertegun sejenak sebelum menjawab ucapannya.


"AA..ahhh...tapi kak aku..." Ucapku tertahan,


"Jangan menjawabnya sekarang Elisa, aku tahu mungkin kamu belum menyukaiku balik tapi aku kan sudah bilang aku ingin mengejarmu, dan aku akan membuatmu bisa menyukaiku juga, asalkan kamu sendiri tidak menghindari ku" pungkasnya menyala ucapanku sebelumnya,


"I..iya kak terserah kau saja" balasku dengan tersenyum kaku.

__ADS_1


Aku sungguh merasa sangat linglung saat itu karena ini memang pertama kalinya bagiku selama aku duduk di bangku sekolah dari kecil hingga sedewasa ini tidak pernah ada pria yang mau mendekatiku apalagi menyukaiku sampai mengungkapkan perasaannya seperti kak Eril barusan, pasalnya kebanyak pria entah teman sekolah atau orang yang hanya aku kenal sekilas mereka semua tidak mau dekat dengan wanita miskin dan kucel sepertiku.


Bahkan yang ada aku sering mendapatkan cemoohan dari mereka karena pakaianku yang itu itu saja atau karena aku tidak memiliki orangtua, tingkatan sosial di lingkunganku memang sangat kuat semua kebanyak orang kaya dan hanya aku sendiri yang paling tidak memiliki segalanya, mulai dari orangtua, teman ataupun saudara lainnya.


Aku dulu sering di juluki anak panti atau gadis penampungan karena tinggal di panti asuhan yang kurang berkembang, namun aku sama sekali tidak pernah memikirkan atau merasa sedih dengan perlakuan orang-orang di sekitarku sebab saat itu aku masih memiliki kepala panti yang selalu ada di sampingku dalam keadaan apapun, sehingga aku selalu bisa melewati semuanya tanpa rasa sedih yang kepanjangan.


Namun sekarang disaat aku sungguh benar-benar sudah tinggal sendiri dan harus menanggung hidupku seorang diri aku mulai merasakan bahwa ternyata tidak pernah ada orang yang benar-benar tinggal di sampingku untuk selamanya, proses come and go sungguh nyata dan aku sudah merasakannya dalam hidupku sehingga aku hanya bisa menerimanya dengan lapang dada.


Saat makanan tiba aku berusaha menahan air mata di pelupuk mataku karena aku tidak ingin terlihat lemah dan cengeng dimata siapapun, untunglah saat itu makanan tiba dengan tepat waktu sehingga aku bisa mengalihkan fokus diriku kepada makanan yang baru saja tiba.


"Waahhh....makanannya banyak sekali kak kamu yakin bisa menghabiskan semua makanan ini?" Tanyaku kepadanya,


"Tentu saja tidak, tapi kalau kamu pasti bisa bukan" balasnya membuatku sedikit malu.


Aku hanya tersenyum sedikit menanggapi ucapannya tersebut, dan memang apamyang dikatakan oleh kak Eril adalah sebuah kebenaran aku memang mesin penggiling makanan terbaik sehingga tentu saja aku bisa memakan semuanya bahkan aku bisa menghabiskan semua makanan itu dengan secepat kilat.


"Kak...apa aku sudah bisa menikmati makanannya?" Tanyaku mengesampingkan rasa maluku sendiri,


"Tentu saja, mari makan" balasnya sambil tersenyum begitu menghangatkan.


Aku pun segera menyantap makanan disana dengan lahap dan selama itu aku terus merasa kagum dan terpukau dengan makanan yang begitu lezat sekali, aku sungguh tidak bisa menolak semua kenikmatan ini, bahkan ketika di hadapan kak Eril aku bisa makan sepuasnya tanpa memperdulikan image ataupun lainnya.


Walaupun tadi siang aku sudah makan bersama Devinka dan kawan-kawannya tetapi jujur saja tadi itu aku tidak bisa makan lebih banyak dan hanya bisa makan seadanya karena aku merasa malu untuk makan dengan puas dihadapan ke empat pria di hadapanku, sehingga tentu saja aku harus menjadi wanita yang sopan saat makan dan tidak membuatku begitu puas dalam menikmati makanannya.

__ADS_1


Visual Kak Eril



__ADS_2