
Kak Anna menahanku dan dia menawarkan agar supir pribadinya mengantarkanku pulang, karena dia sendiri yang menawarkannya tentu saja aku tidak bisa menolak, aku pun pulang diantar supir pribadi kak Anna, jarak dari rumahku ke rumah kak Anna cukup jauh karena rumah mewah kak Anna berada di sebuah kompleks perumahan yang besar itu terlihat begitu mewah dan hanya di isi oleh rumah orang kaya.
Ke esokan paginya aku sudah kembali dengan semangat baru dan berjalan menyusuri jalanan menuju ke kampus untunglah tempat tinggalku yang baru berjarak sangat dekat dengan kampus sehingga aku bisa pergi ke sana dengan berjalan kaki tanpa harus menggunakan kendaraan apapun.
Cuaca hari ini begitu bagus tidak panas dan juga tidak mendung rasanya bahkan alam mengikuti perasaanku yang tengah merasa senang karena bisa mendapatkan pekerjaan baru, meskipun kaki ku masih merasa sakit akibat lecet memakai sepatu hak tinggi dalam waktu yang cukup lama tadi malam.
"Aahhh....udaranya sejuk sekali, ini adalah hari yang indah aku harus lebih semangat belajar untuk menggapai tujuanku, tunggu aku yah perusahaan CTN group tunggu aku sampai lulus" ucapku dengan semangat yang membara.
Aku terus berjalan dengan riang dan sedikit bersenandung menyanyikan lagu yang entah lagu apa yang pasti aku hanya bersenandung sesukaku karena ini adalah hari yang cerah bagiku.
"La ..la..la....huhu...." Kira kira begitulah senandungku yang terdengar tidak enak di telinga orang lain namun indah bagi diriku.
Saat aku tengah berjalan riang dan memegangi tas slempangku tiba tiba saja sebuah mobil melaju dengan cepat dan hampir menyerempet tubuhku, untunglah saat itu aku masih sempat menghindar jika tidak mungkin aku akan terluka.
"Aishh....dasar pengendara sombong, mobil siapa sih seenaknya menjalankan dengan cepat di jalanan seperti ini" bentakku menggerutu kesal,
Aku berlari mengikuti mobil tersebut yang masuk ke dalam parkiran saat aku lihat ternyata orang yang keluar dari mobil putih tersebut adalah Dika juga Ciko, mengetahui itu aku langsung menghampiri mereka dengan kesal meski nafasku menderu dengan kuat karena kelelahan berlari mengejar mobil itu.
"Hah...hah...hey...kalian berhenti di situ!" Teriakku memanggil mereka berdua.
Ciko dan Dika berbalik dan mereka saling tatapan satu sama lain, aku berdiri tepat di hadapan mereka dan untuk beberapa saat aku berusaha menenangkan diriku dan menormalkan nafasku agar bisa bicara dengan jelas kepada mereka.
"Hah...hah....tunggu, aku sangat lelah...hah...hah" ucapku sambil mengacungkan tanganku menahan mereka agar berhenti.
Setelah dirasa sudah sedikit tenang aku langsung berkacak pinggang dan memarahi mereka dengan puas saat itu juga.
__ADS_1
"Heh, siapa diantara kalian yang menyetir mobil tadi?" Tanyaku dengan suara yang tinggi,
"Aku memangnya kenapa?" Jawab Ciko dengan salah satu alis yang dinaikkan.
Melihat ekspresi dia yang begitu tenang dan tidak merasa bersalah sedikitpun setelah hampir menyerempet ku di jalan tadi, aku semakin tersulut emosi aku menggulung kedua lengan bajuku dengan kasar dan langsung menunjuk wajahnya sambil membentak dan memperingatinya.
"Hey...dengar kau, jangan hanya karena kau orang kaya, kau bisa seenaknya mengendarai mobil mewah mu itu di jalanan, apa kau tidak merasa bersalah setelah hampir menyerempet ku tadi hah!" Bentakku dengan kesal,
Mereka hanya saling tatap satu sama lain dengan wajah kebingungan seakan tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.
"Kapan aku hampir menyerempet mu?, lihat tubuhmu bahkan tidak ada sedikit luka yang terlihat" jawab Ciko dengan santai,
"Ya..ya ..memang tidak ada karena aku berhasil menghindar tapi..." Ucapku terpotong,
"Ya sudah kalau tidak ada berarti kau baik baik saja dan tidak ada masalah lagi denganku, ayo Dika kita pergi" ucap Ciko dan mereka berlenggang pergi dari hadapanku begitu saja.
Saat aku tengah menggerutu tiba tiba saja Lili datang berteriak memanggilku dan aku kaget sehingga langsung menghindarinya.
"Elisa...hey....tunggu, kenapa kau malah kabur" teriak Lili sambil terus melambaikan tangannya padaku.
Aku sungguh merasa bersalah karena sudah beberapa kali mengabaikan Lili dan menjauhi dirinya, tapi tidak ada yang bisa kulakukan selain menuruti perintah dan keinginan ibu Lili, meski aku sungguh merasa bersalah dan sangat tersiksa dalam keadaan seperti ini, tapi aku sungguh harus menghindarinya.
Sahabat mana yang mau menjauhi sahabatnya tanpa sebab, aku hanya terpaksa melakukan semua ini, aku terus berlari menghindari Lili sampai masuk ke dalam kelas dan bersembunyi di balik meja dosen.
Aku bersembunyi karena aku tau Lili masih terus mengejarku hingga setelah Lili pergi barulah aku berani keluar dari persembunyian, saat aku keluar dan memeriksa lagi keberadaan Lili tiba tiba suara seseorang mengagetkanku.
__ADS_1
"Sedang apa kau di kelasku?" Ucap Dika dengan suara yang berat,
"Astaga....aishh, kau mengagetkanku saja, diam aku hanya numpang bersembunyi saja nanti juga aku akan pergi jika sudah aman" ucapku menjelaskannya,
"Jangan bilang kalau kau bersembunyi dari gadis tadi, bukankah kalian dekat sebelumnya kenapa juga kau harus menghindarinya" ucap Dika yang membuatku ingin menutup mulutnya,
"Ishh...sudah diam, aku sedang mengamati Lili, kau ini cerewet sekali sih" ucapku sambil terus mengintip di depan pintu kelas.
Ku lihat Lili masih berada di ujung sana sambil berjalan mondar mandir mencari keberadaanku bahkan dia juga berteriak memanggil namaku namun aku sengaja tetap bersembunyi dan mengabaikan teriakannya, hingga si brengsek Dika itu justru malah hendak berteriak memanggil Lili.
"HEY...KAU...DIA.." teriak Dika yang langsung aku tutup mulutnya dengan tanganku.
Aku langsung menyeretnya ke belakang pintu dan bersembunyi denganku.
"Eumm...eumm..." Ucap dia karena mulutnya yang aku bekap dengan kuat,
Lili kembali datang ke kelas itu dengan kebingungan dan dia berdiri di depan kelas beberapa saat.
"Perasaan tadi seperti ada yang memanggilku dari sini, tapi kenapa tidak ada siapapun?, Apa jangan jangan....aahhh...menyeramkan" ucap Lili sambil segera berlari pergi meninggalkan kelas,
Aku sangat lega setelah mengetahui Lili sudah pergi meninggalkan kelas dan barulah aku melepaskan bekapan tanganku dari mulut pria menyebalkan itu.
"Aishh...apa kau tidak bisa diam, hampir saja ketahuan" ucapku dengan kesal,
"Lagi pula kau juga tidak memberitahu ku apa alasanmu menghindarinya" jawab Dika masih dengan tak tahu malunya,
__ADS_1
"Kau tidak berhak mengetahui apapun mengenai urusanku dan temanku, minggir!" Ucapku dengan sinis dan langsung pergi dari sana meninggalkan kelas pria menyebalkan dan sombong sepertinya.