
Saat itu bahkan tidak ada yang berani mengeluarkan pembicaraan, bahkan hanya sekedar untuk membalas perkataan kak Eril.
Sampai tiba tiba kak Kris sendiri yang mengeluarkan pembicaraan lebih dulu.
“Sudahlah ayo ketua tim kita pergi ke restoran yang sudah aku siapkan, di sana banyak sekali tersedia makanan laut yang lezat dan nikmat” kata kak Kris seperti dengan sengaja memperkeras suaranya membicarakan banyaknya makanan lezat di sana.
Mendengar tentang makanan lezat tentu saja aku dan kak Anne sangat tergiur bahkan saat mendengarnya saja aku sudah langsung bisa membayangkan betapa nikmatnya semua jenis makanan laut yang disajikan di sana.
Aku ingin bertanya namun malu karena masih belum berbaikan dengan kak Eril tapi jika tidak bertanya atau sekedar menyapanya lebih dulu yang ada aku akan kehilangan kenikmatan saat menyantap hidangan enak di restoran nantinya.
Demi makanan akhirnya aku memberanikan diri berlari kecil menyusul kak Kris dan diikuti oleh kak Anne dari belakang.
"Ehh...tunggu kak Kris, Kam Eril..." Teriakku sambil segera berlari menyusul mereka.
Saat itu kami berangkat menggunakan mobil kak Eril aku yang sudah berjalan lebih dulu langsung masuk ke kursi depan karena aku tidak mau harus duduk bersampingan dengan kak Kris yang jelas sekali akan terasa sangat canggung sebab kami tengah tidak akur.
Saat hendak masuk aku hampir saja berebut tempat duduk dengan kak Anne namun untungnya ketua tim membelaku dan menyuruh kak Anne untuk duduk di belakang bersama kak Kris seperti biasanya.
"Aahh...Elisa aku yang lebih dulu ingin duduk di situ kenapa kau merebutnya?" Ucap kak Anne,
"Kak maafkan aku semua ini aku lakukan agar kita segera berbaikan dengan kak Kris, ingat kak demi makanan lezat bantulah aku" ujarku memohon dan memasang wajah memelas,
"Aishhh...kau ini tidak mau aku tidak tertarik lagi dengan makanan lezat manapun" balas kak Anne dengan tegas,
"Kak aku mohon mungkin kau tidak tertarik tapi bagaimana denganku, aku sungguh pecinta sejati makanan apalagi makanan laut ayolah kak kita kan sudah seperti saudara kau harus mengalah padaku" ucapku sengaja membujuknya,
"Sudahlah Anne cepat masuk bisanya juga kamu duduk bersama Kris, jangan mengganggu Elisa" ujar kak Eril yang mendukungku dan membuatku tersenyum bahagia.
Sedangkan kak Anne menggerutu kesal sambil berjalan menuju pintu belakang dia duduk dengan menjaga jarak satu sama lain.
__ADS_1
Kak Eril yang melihat itu dia sangat heran bahkan sampai mengerutkan kedua alisnya bersamaan lalu dia menegur mereka berdua karena melihat semua itu sangatlah tidak nyaman bagi kak Eril karena mereka adalah rekan satu tim di departemen yang sama.
"Hey, ada apa dengan kalian berdua apa kalian bertengkar?" Ucap kak Eril bertanya,
"Tidak...iya..." Balas keduanya bertolak belakang satu sama lain.
Saat menjawab pertanyaan dari kak Eril mereka berdua sama sekali tidak saling tatap dan sama sama memalingkan pandangan ke luar jendela seperti enggan melihat wajah mereka satu sama lain.
"Sampai kapan kalian akan seperti ini, apa kalian mau aku keluarkan dari tim?" Ancam kak Eril yang membuat kak Kris juga kak Anne terbelalak dan mereka langsung mengubah posisi duduknya menjadi sangat tegak serta menghadap ke depan,
"Ckk...ternyata kalian masih tidak berubah, Elisa ini pelajaran bagimu jangan bertingkah kekanakan seperti mereka, sudah cukup aku memiliki dua anak jangan sampai tambah satu lagi" ungkap kak Eril yang dengan jelas mengejek kak Kris juga kak Anne di hadapan mereka langsung.
Mendengar kak Eril yang sangat berani mengancam dan berbicara setajam itu aku jadi merasa merinding dan langsung mengangguk menanggapi ucapan darinya.
Sedangkan kak Kris dan kak Anne masih sama sama enggen berbicara satu sama lain sampai akhirnya kak Eril tak bisa berbuat apapun lagi untuk saat ini dan sementara waktu kak Eril membiarkan mereka tetap seperti itu, lalu dia mulai melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang sudah di pesan oleh kak Kris sebelumnya.
Cukup lama kita pergi menuju ke sebuah wilayah yang aku lihat lumayan terpencil dan cukup jauh dari perkotaan, aku mulai merasa aneh karena sedari tadi tak melihat gedung gedung tinggi ataupun tempat perbelanjaan yang mewah, biasanya di dekat restoran laut yang mewah pasti di sekitarnya akan terdapat gedung gedung tinggi lainnya.
"Ehh...kenapa kita berhenti di sini, inikan pinggiran kota untuk apa kita kemari?" Tanyaku dengan heran dan bingung.
Saat aku bertanya tiba tiba saja kak Anne menyatu menanggapi pertanyaan dariku.
"Hah, sudah ku duga tidak mungkin orang pelit sepertinya mau memesankan sebuah restoran mewah dengan makanan laut yang super lezat untuk kita" ucap kak Anne dengan sinis sambil langsung bergegas keluar dari mobil dan aku mengikutinya begitu pula dengan kak Kris dan kak Eril.
"Kak....apa maksud ucapanmu tadi, apa kita sungguh akan makan di sini?" Tanyaku pada kak Anne meminta penjelasan,
"Tentu saja, habis di mana lagi dia tidak akan pernah mengeluarkan uangnya dengan jumlah banyak apalagi hanya untuk mentraktir rekan kerjanya, kau masih belum mengerti dia" balas kak Anne menjelaskan.
Aku sungguh merasa kecewa dan frustasi aku menundukkan kepalaku dengan lesu dan tidak bersemangat sedikitpun.
__ADS_1
Sampai tak lama kak Eril meneriaki aku dan mengajak untuk segera masuk ke dalam sebuah warung makan yang kecil.
"Elisa...Anne ayo masuk, Kris sudah ada di dalam" ajak kak Eril dan kami berdua pun mengikutinya dari belakang.
Saat pertama kali masuk tidak ada siapapun di tempat itu dan hanya ada empat meja dengan empat kursi di masing masing mejanya, tempat makan itu terlalu sepi dan membuatku ragu untuk memakan makanan di sana.
"Hah...apa ini sungguh tempat makan atau museum?, Kenapa se sepi ini" gerutuku sambil melihat ke sekeliling ruangan yang tidak luas itu.
Ku lihat kak Kris duduk di salah satu meja yang berada di samping jendela, kami pun menghampirinya dan dia mengatakan sudah memesankan makanan untuk kita semua sehingga kita hanya tinggal menunggu makanannya siap.
"Ayo duduk semuanya, aku sudah memesankan makanan untuk kalian semua kecuali kau, sana pergi pesan makananmu sendiri" ucap kak Kris sambil menunjuk ke arah kak Anne,
"Aishh...dasar kau ha" balas kak Anne kesal dan dia pergi memesan makanannya sendiri.
Saat itu aku sedikit bingung ku pikir kak Kris juga marah denganku tapi dia ternyata memesankan makanan untukku sehingga aku pikir dia tidak marah denganku dan aku mencoba untuk menanyakan ke padanya.
"Ekhmm...kak Kris apa kau sudah memesankan makanan untukku juga?" Tanyaku padanya sambil bersikap manis,
"TIDAK!" jawabnya dengan datar dan tegas,
Aku langsung merasa lemas dan menciut, ku pikir kak Kris sudah tidak marah denganku nyatanya sama saja, aku harus memesan makananku sendiri.
"Jadi, aku juga harus memesan makanan sendiri?" Tanyaku padanya dengan lesu,
"TIDAK!" jawabnya lagi yang membuatku terbelalak kebingungan,
"Apa maksudmu kak, apa aku tidak bisa makan di sini?" Tanyaku memastikan,
"Iya, kau tidak di izinkan makan karena sudah membuat kakiku lebam seperti ini" balasnya dengan kejam.
__ADS_1
Aku sungguh sangat lemas dan menjatuhkan kepalaku ke meja namun entah kenapa tiba tiba kak Eril menahan kepalaku dan tangannya menjadi tumpuan kepalaku di meja, saat itu karena aku terlalu sedih aku tidak memperhatikan hal tersebut bahkan tidak mempedulikannya.
Aku hanya merasa sedih karena tidak bisa menikmati makanan apapun, padahal sebelumnya aku sudah membayangkan makanan apa saja yang ingin aku nikmati.