Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Di sambut


__ADS_3

Reksa tersenyum lebar membalasku dan aku segera menghentikan taxi lalu masuk ke dalam dan pergi meninggalkan area rumah sakit menuju kediamanku yang tak jauh dari universitas tempatku menuntut ilmu.


Sesampainya di kosan, aku sudah disuguhkan dengan pekerjaan di mana kosanku cukup berantakan dan banyak debu di depan terasnya karena sudah aku tinggalkan selama sehari semalam.


"Wah ..wah ...Elisa kau sudah disajikan dengan pekerjaan di saat kau baru sembuh, benar benar menyedihkan" gerutuku merasa kasihan pada diri sendiri,


Aku pun segera masuk ke dalam dan menyimpan tasku barulah segera merapihkan halaman kecil di depan kosan ku, beberapa saat aku membersihkannya hingga keringat mulai bercucuran dari dahiku dan aku segera membersihkan diri lalu bersiap untuk pergi ke perusahaan.


Sesampainya di perusahaan aku kembali bertemu dengan Devinka juga Reksa kami masuk ke dalam lift yang sama dan di sana juga ada kak Kris dia menyapaku dengan ramah dan gembira karena berita yang aku dapatkan dengannya kemarin sudah menjadi berita tranding di sosial media juga di masyarakat.


"Ehh pagi Elisa....kau sangat cantik pagi ini" ucap kak Kris menyapaku dengan pujian,


"Ahaha kak kau ini memang memiliki mata yang bagus terimakasih karena sudah sadar kalau aku memang cantik sejak lama" jawabku menanggapi pujiannya,


"Aishh kau ternyata memiliki sisi sombong seperti itu yah" balas kak Kris sambil mengerutkan kedua alisnya bersamaan.


Aku hanya tertawa sedikit melihat wajah kak Kris saat mendengar jawaban dariku tanpa aku sadari di belakangku ada Reksa juga Devinka yang memperhatikan pembicaraanku bersama kak Kris sedari tadi.


Kak Kris tiba tiba saja menaruh sebelah tangannya ke bahuku dan dia bersikap seakan begitu dekat denganku.


"Ehh, Elisa kau tahu tidak berita yang kita buat kemarin berhasil mengalahkan berita depertemen satu bahkan wanita sombong itu tengah kesulitan karena berita palsu yang dia buat, ahaha aku puas sekali" kata kak Kris sambil mengalengkan lengannya padaku.


Aku juga sedikit terkejut dan merasa tidak nyaman karena kak Kris terlalu dekat denganku.


Saat aku hendak menjauh tiba tiba saja pintu lift terbuka dan Devinka menerobos diantara aku dan kak Kris sehingga kami terpental ke belakang karena di tabrak dengan sengaja olehnya.


"Brukkk, minggir kalian menghalangi jalanku!" Ucap Devinka dengan nada yang dingin,

__ADS_1


Kak Kris yang kesal dia hampir saja hendak menahan Devinka dan mempermasalahkan hal itu namun aku segera menahannya sebab aku jauh lebih tahu bagaimana karakter Devinka dan kak Kris bukanlah lawan yang tepat untuknya.


"Aishh heh kau anak baru, beraninya kau menabrakku seperti itu kemari kau..." Teriak kak Kris namun diabaikan oleh Devinka dan Reksa,


"Kak...sudah...kak biarkan saja mereka pergi lagi pula ada hal penting yang harus kita kerjakan iya kan" ucapku menahannya.


Kak Kris pun jauh lebih tenang dan aku segera membawanya pada ruangan departemen dua hingga ketika kita baru saja masuk tiba tiba suara terompet terdengar begitu nyaring di telingaku dan ternyata itu adalah kak Anne juga kak Eril yang terlihat meniup terompet kecil dengan malas.


"Peeeettt....." Suara terompet yang terdengar,


"Selamat datang malaikat cantikku, ahhhh aku sangat beruntung kau masuk di departemen ini berkat kau kita mendapatkan banyak bonus bulan ini" ujar kak Anne sambil memelukku.


Sedangkan aku hanya menatap kebingungan dan segera bertanya kepada mereka saat itu juga.


"Ehh ada apa ini, memangnya apa yang sudah aku lakukan?" Tanyaku memastikan,


Sebenarnya aku sudah menduga jika berita itu sudah pasti akan menjadi berita yang besar namun sayangnya aku tak berpikir bahwa hanya dengan satu berita tranding yang aku buat bisa menurunkan derajat departemen satu dan membuat departemen dua naik begitu pesat.


"Kak memangnya hanya dengan satu keberhasilan itu saja bisa membuat departemen kita lebih unggul dari departemen satu?" Tanyaku lagi karena masih merasa heran,


"Ya tentu saja Elisa, bahkan presdir menghubungi kak Eril secara langsung dan khusus dia mengatakan bahwa departemen dua telah menjadi kebanggaan CTN group dia juga menjanjikan bahkan kita akan dipindahkan ke departemen satu jika membuat satu kali lagi berita sebesar ini" kata kak Anne yang membuatku tercengang.


Aku membelalakkan mataku sempurna dan masih merasa tidak percaya dengan apa yang aku perbuat sendiri, padahal aku melakukan itu hanya karena ingin mendapatkan penilaian yang bagus dari kak Kris juga perusahaan ini supaya nilaiku bisa membuat aku lulus dan segera mendapatkan pekerjaan tetap di perusahaan ini.


Sekarang setelah semua ini aku mulai mendapatkan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa aku akan benar benar bekerja di sana dengan status karyawan tetap dan mendapatkan kartu pengenal yang sangat aku impikan sejak lama.


Aku tersenyum lebar saking bahagianya dan kembali berpelukkan dengan kak Anne karena sangat bahagia sampai kak Anne memberitahuku untuk melakukan acara perayaan keberhasilan ini.

__ADS_1


"Eh tunggu Elisa saat kau pertama masuk ke departemen ini kita tidak sempat melakukan acara penyambutan bagaimana jika kita merayakan keberhasilan ini sekaligus menyambut kedatanganmu, walaupun sedikit terlambat setidaknya kau akan mendapatkan pengalaman berharga bersama kami" ucap kak Anne mengajakku.


Saat itu aku berniat menolaknya karena aku tidak punya cukup waktu untuk ikut perayaan seperti itu apalagi mulai sekarang aku sudah harus kembali bekerja pada kak Anna setelah aku selesai bekerja di perusahaan ditambah aku belum menyelesaikan tugas kelompokku dan itu sangat penting bagiku.


Namun kak Eril memotong ucapanku dan dia bersih sekarang memintaku untuk bergabung dan aku tidak bisa menolaknya lagi aku hanya bisa berharap Devinka dan Reksa tidak akan memintaku mengerjakan tugas kelompok hari ini dengan begitu aku memiliki cukup waktu untuk bersama rekan kerjaku.


"Eumm tapi kak aku..." Ucapku tertahan karena kak Kris tiba tiba memotongnya,


"Elisa kau harus hadir karena perasaan ini untukmu dan kau tidak bisa menolaknya ini perintah dariku bukan ajakan" kata kak Eril lalu dia kembali duduk di meja kerjanya.


Kak Anne dan kak Kris juga menatapku sambil tersenyum bahagia mereka kembali ke meja kerjanya masing masing begitu pun denganku.


Namun hatiku tetapi saja merasa tidak tenang karena aku masih bingung untuk membagi waktunya.


"Haaah...apa yang harus kulakukan semoga saja Devinka dan Reksa tidak memintaku mengerjakan tugas kelompok hari ini" gumamku di dalam hati dengan penuh harapan.


Tak ada yang bisa aku lakukan ketika sudah kak Eril yang memutuskan aku sungguh tidak berani melawan atau menolak ucapannya dia sangat tegas dan wajah dinginnya membuatku terkesima.


Dia terlalu berwibawa sehingga sulit untukku menolak permintaannya apalagi niatnya baik hanya ingin membuat perayaan untukku, tidak mungkin aku menolak kebaikan mereka di mana selama ini merasa telah menerimaku dengan baik dan memperlakukanku dengan sangat ramah padahal aku hanya seorang karyawan magang yang jelas tidak akan berada di sana dalam waktu yang lama.


Aku tidak bisa memikirkan hal itu terus menerus dan memilih untuk kembali fokus pada pekerjaan yang diberikan oleh kak Anne kepadaku, untungnya pekerjaan hari ini lebih sedikit sehingga aku bisa menyelesaikannya lebih cepat.


Saat baru setelah dan aku melihat jam di ponselku hanya tersisa beberapa menit sebelum jam kantor selesai, tiba tiba saja ponselku berdering dan nama Reksa muncul di layar ponselku.


"Aaahh ..ada apa dia menghubungiku?" Gerutuku bingung dan cemas.


Aku ingin mengangkatnya tapi aku takut dia akan memintaku mengerjakan tugas kelompok hari ini, di sisi lain jika aku tidak mengangkatnya aku juga takut dia datang langsung ke tempat kerjaku dan membuat keributan seperti sebelumnya.

__ADS_1


Aku sangat bingung memikirkannya.


__ADS_2