
Saat aku berbalik dan menengadahkan kepalaku ke atas rupanya itu Devinka, dia berdiri sangat dekat denganku bahkan bisa dibilang tubuh kami hanya berjarak dua cm saja saat itu.
Aku tiba tiba merasa gugup dan tidak menentu, sampai akhirnya Devinka menyadarkanku dari kegugupan itu dengan memberiku mie instan yang dia ambil barusan.
"Apa ini yang ingin kau ambil?" Tanyanya sambil menenteng sebungkus mie instan di tangannya,
Aku pikir dia membantuku barusan makanya aku sangat gembira dan langsung tersenyum saat menjawabnya karena aku pikir dia akan memberikan mie instan tersebut padaku.
"Iya...hehe" balasku sambil hendak mengambil mie itu dari tangannya.
Sialnya saat aku hendak mengambil mie instan tersebut dari lengan Devinka, dia justru malah mengangkat tangannya ke atas sehingga membuatku kesulitan untuk mengambil mie itu.
Aku sempat berdecak kesal karena sudah berusaha beberapa kali untuk meraih mie dari tangan Devinka namun tidak berhasil karena tubuhnya lebih tinggi dariku dan itu sulit untuk aku yang hanya memiliki tinggi badan 155 cm saja.
"Eughh...Devinka berikan mie itu padaku!" Bentakku dengan kesal,
"Apa?, Mie ini aku yang mengambilnya kalau kau mau ambil saja di sana sendiri, lagian di sana masih banyak kenapa ingin berebut denganku" balas Devinka membuatku sangat kesal.
"Hah, baiklah awas saja kau kalau mengacaukan aku lagi" ucapku padanya.
Aku memilih untuk mengalah padahal sudah jelas sejak awal mie itu berusaha untuk aku ambil karenaie itu berada paling depan dan yang paling mudah untuk aku raih walau pada akhirnya tetap saja aku kesulitan mengambilnya hingga malah di dahului oleh orang seperti Devinka yang sudah jelas tidak akan mungkin membantuku apalagi mengalah denganku.
Aku kembali berjinjit dan berusaha mengambil mie lainnya di dalam lemari itu, meski sangat sulit aku tidak menyerah dan terus berusaha tapi sudah cukup lama sampai Devinka selesai merebut mie miliknya aku bahkan belum bisa mengambil mie dari atas sana.
"Aaahhh....bagaimana cara mengambilnya ini terlalu tinggi untukku" gerutuku sangat kesal dan sudah lelah.
Perutku tiba tiba saja mengeluarkan suara yang menandakan aku sudah sangat lapar sampai cacing di perutku bersuara begitu keras seperti itu.
"Kreokkk...kreukkkk..." Suara perutku yang keroncongan.
"Ya ampun aku sudah sangat lapar tapi mengambil sebungkus mie instan saja aku tidak bisa, sial" gerutuku lagi meratapi diri sendiri.
__ADS_1
Devinka diam diam memperhatikan Elisa dan dia menghampiri Elisa lalu tiba tiba saja memberikan mie yang sudah dia pasak kepada Elisa.
"Heh, ini ambil" ucap Devinka sambil memberikan mie yang sudah dia masak sebelumnya,
Tentu saja aku kaget bahkan sampai menaikkan kedua alisku bersamaan saking tidak menyangkanya melihat musuhku sendiri malah memberiku mie yang sudah dia masak dan tinggal memakannya seperti ini.
Aku tidak bisa langsung mengambilnya dan percaya pada Devinka begitu saja karena masih memiliki pemikiran dan rasa kecurigaan dengan niat baik yang tiba tiba seperti ini.
"Ehh...apa kau demam?, Kenapa memberi mie milikmu padaku apa kau tidak lapar?" Balas Kun bertanya padanya,
"Tidak aku tidak lapar kau makan saja cacing di perut mu berisik sekali membuat selera makanku hilang" sahut Devinka membuatku malu.
"Aishh....kau tidak perlu bicara sejelas itu juga" balasku sedikit malu.
"Tapi tunggu....kau tidak menyimpan racun ke dalam mie ini kan?" Ucapku mencurigainya,
"Heh bod*h, kau ini tidak tahu terimakasih sekali aku sudah memberikannya dengan baik kau malah menuduhku begitu, sudah kalau tidak percaya biar aku makan saja" balas Devinka sambil menarik kembali piring berisi mie itu dari tanganku.
"Eh, tidak...tidak aku kan hanya bercanda kau ini sensi sekali sih, sudah biar aku yang makan saja yah, aku kan memiliki banyak cacing di perutku, kau kan tinggi kau bisa mengambil dan membuatnya lagi jika mau iya kan hehe" kataku berusaha membujuknya.
Dia hanya menatapku sinis sambil merotasikan matanya lalu kembali mengambil mie dari lemari lagi dan aku langsung menyantap mie buatan Devinka dengan lahap karena memang sangat lapar dan rasa mie nya terasa lebih enak karena aku tidak perlu bersusah payah membuatnya dan tinggal memakannya sampai habis.
"E Uuu....." Suaraku bersendawa saking kenyang nya,
"Ahhh..... Aku sudah kenyang dan bisa bekerja lagi sekarang hehe" tambahku bicara sendiri sambil kembali meneguk minuman,
Devinka hanya tersenyum tipis sambil berpura pura mengurusi mie miliknya ladahalmsedari tadi secara diam diam dia memperhatikan Elisa sejak awal dan niat awalnya ke dapur juga untuk menyeduh coklat panas bukan untuk menyeduh mie namun kebetulan saja saat itu dia melihat Elisa yang tengah kesulitan mengambil mie dari lemari yang berada di atas.
Sehingga Devinka langsung berinisiatif membantunya, tapi karena gengsi dia tidak bisa membantu Elisa secara terang terangan dan lebih memilih membantu Elisa dengan caranya sendiri meski Elisa tidak menyadarinya.
"Setidaknya itu cukup untuk membalas kesalahanku tadi pagi, dan sepertinya dia tidak terlalu kesal lagi padaku" gumam Devinka dalam hatinya yang merasa senang.
__ADS_1
Yah Devinka melakukan itu untuk membalas rasa bersalahnya kepada Elisa karena tadi pagi dia bertengkar keras dengan Elisa sampai membuat Elisa hampir saja memusuhinya.
Namun untunglah Elisa bukan orang pendendam seperti itu, dia hanya kesal dan marah untuk sementara waktu karena buktinya kini dia mau berbicara lagi dengan Devinka meskipun masih tetap membenci Devinka.
Elisa melihat jam di dinding dapur dan dia segera bergegas untuk kembali bekerja, lalu meninggalkan Devinka tanpa sepatah katapun.
Sedangkan Devinka yang saat itu masih fokus menyeduh mie dia tidak terlalu memperhatikan Elisa lagi sampai saat dia baru selesai dengan mie nya dia langsung berbalik dan berniat kembali memberikan mie itu untuknya tapi bukannya ada Elisa justru malah Reksa yang dia dapatkan.
"Ini.. untuk..." Ucap Devinka tertahan,
"Aishh kemana dia pergi, dan kenapa malah kau yang ada di sini?" Kata Devinka kesal dan kebingungan sendiri,
"Dia siapa?, Sedari tadi aku tidak melihat siapapun di sini, ehh tunggu sejak kapan kau suka makan mie instan?, Dan kenapa kau memasak di sini?" Tanya Reksa bertubi tubi.
Reksa merasa sangat heran melihat Devinka selesai memasak mie di dapur seorang diri dan wajahnya terlihat sangat senang, melihatnya membuat Reksa semakin kebingungan dan heran.
Devinka yang kesal karena Elisa pergi tanpa memberitahunya dahulu dia langsung menaruh mie instan yang baru selesai dia masak di atas meja cukup keras.
"Aahh...dasar menyebalkan!" Gerutu Devinka kesal.
Reksa yang kebetulan tengah lapar dia berniat mengambil mie instan yang di masak oleh Devinka barusan dan baru saja Reksa mau memasukkan sesuap mie ke dalam mulutnya Devinka malah dengan cepat menahan lengan Reksa dan segera merebutnya sehingga membuat dia tidak bisa memakan mie itu.
"Ehhh....apa apaan kau ini, masak sendiri!" Bentak Devinka sambil merampas mie itu dari tangan Reksa lalu memakannya dengan lahap.
"Aishh....kenapa kau bisa serakus itu, dan sejak kapan kau suka mie instan seperti ini, aneh" gerutu Reksa sangat heran sambil menggelengkan kepalanya.
Devinka tidak menghiraukan setiap ucapan dari Reksa dia terus memakan mie itu dengan perasaan kesal mengingat kelakuan Elisa yang pergi meninggalkan dia begitu saja.
"Sial, dasar cewek ayam tidak tahu terimakasih, aku menyesal sudah bersikap terlalu baik padanya tadi, aishh....huuh menyebalkan sekali" gumam Devinka sangat kesal sendiri.
Reksa terperangah seakan tidak percaya melihat Devinka yang pertama kalinya memakan mie instan dengan lahap begitu di depan matanya secara langsung.
__ADS_1
"Apa dia baru saja kesurupan s*tan mie instan?" ucap Reksa saking kagetnya.