Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Mimpi Buruk


__ADS_3

Dan aku langsung memberikan uang pas kepada supir itu, kamu pun turun dari bus dengan selamat meski wajah Devinka semakin mengkerut dan begitu kusam karena sedari tadi emosinya tertahan.


"Eughh.... Sialan cewek ayam ini berani beraninya mempermalukanku di depan banyak orang berkali kali!" Gumam Devinka menyimpan kekesalannya.


Saat sudah turun dari bus aku memegang tas selempang ku dan mulai mengajak Devinka untuk segera berjalan menuju kediamannya yang tak jauh dari sana.


"Heh, kenapa kau diam saja dan malah menatapku begitu?, Ayo cepat jalan ini sudah hampir tengah malam apa kau mau tidur di jalanan" ucapku mengajaknya dengan kecut,


"Hah, aku sudah kenal tempat ini kau tidak perlu mengantarku lagi, sana kau pergi" ucap Devinka sambil berjalan mendahuluiku.


Aku tidak peduli dengannya karena dia sudah mengatakan begitu aku pun berbalik dan berniat pergi kembali menunggu di stasiun bus berharap akan ada bus terakhir dari sana menuju tempatku.


Di sisi lain Devinka sudah berjalan lumayan jauh seorang diri dan bahkan hampir sampai di rumahnya namun dia tiba tiba teringat dengan Elisa dan sedikit mencemaskan nya.


"Ahh...akhirnya aku sampai juga, ehh...bagaimana dengan si cewek ayam itu, apa dia bisa pulang di jam selarut ini?, Memangnya akan ada bus lagi?" Gerutu Devinka berdiri tak jauh dari rumahnya.


Dia terdiam sejenak memikirkan namun mengesampingkan kekhawatiran nya kepada Elisa dan lanjut berjalan masuk ke dalam rumahnya, sampai di rumah Devinka segera bergegas membersihkan diri dan dia bersiap untuk tidur.


Tak butuh waktu lama untuk seorang Devinka menutup matanya dan tertidur lelap, tak terasa akhirnya Devinka sungguh tidur dengan lelap.


******


"Dev...Dev...buka pintunya...woii.... Devinka..." Teriak Reksa sambil menggedor pintu rumah Devinka dengan keras.


Devinka berjalan dengan terburu buru sambil menggerutu kesal merutuki Reksa yang mengetuk pintu dengan keras sambil terus memanggil namanya berkali kali.


"Aishh....Reksa ada apaan sih?, Pagi pagi buta begini bikin kericuhan di rumah orang seenaknya!" Bentak Devinka saat membukakan pintu.


Reksa berjongkok sambil mencoba mengatur nafasnya yang menderu tak beraturan, nampak keringat bercucuran deras sampai membuat rambutnya basa seperti orang yang baru keramas dan pakaiannya penuh dengan keringat.

__ADS_1


"Ehh...Reksa loh abis lari maraton yah?, Atau Lo abis mandi keringat?, Haha...Lo udah kaya kucing masuk ke got aja" ucap Devinka samb tertawa.


Setelah Reksa sedikit tenang dia langsung berdiri tegak dan membentak Devinka sangat keras dengan wajah serius dan mata yang membelalak dan merah.


"Heh, Devinka Lo bener bener cowok sialan dan paling brengsek yang pernah gue kenal!" Bentak Reksa tiba tiba memarahi Devinka.


Sontak tentu saja Devinka kaget, kebingungan dan tidak mengerti dengan ucapan yang dikatakan oleh Reksa kepadanya dan dia pun balik bertanya.


"Rek, Lo ini kenapa sih apa salah gue sampe Lo bisa ngomong gitu tentang gua" ucap Devinka tidak mengerti,


"Apa Lo masih gak ngerti atau emang Lo brengsek hah?, Sini ikut gue!" Bentak Reksa sambil menarik lengan Devinka dengan kuat.


Reksa menarik Devinka membawanya masuk ke dalam rumah dan dia langsung menuju ruang tengah lalu mengambil remote tv dan menyalakan tv, sedangkan Devinka hanya menatap kebingungan tak mengerti sampai sebuah siaran berita di dalam tv menjelaskan semuanya.


"Seorang gadis diduga seorang mahasiswa yang tengah menunggu bus angkutan umum terkana perampokan begal hingga mengalami banyak luka tus*kan benda tajam di tubuhnya dan dia meninggal dunia dalam keadaan yang tragis, di duga penyebabnya adalah seorang pria yang memaksa dia untuk mengantarkannya pulang lebih dulu dan dia ditinggalkan seorang diri di sana setelah mengantarkan pria tersebut sehingga tak lama kejadian naas ini menimpa gadis tersebut. Saat ini kami tengah mengusut tuntas kasus ini dan akan menyelidiki pria misterius yang di duga menjadi sebab terjadinya kejadian tersebut" ucap seorang reporter di dalam salah satu acara pemberitaan televisi.


Mata Devinka terbelalak dan dia langsung berteriak dengan keras, karena tak menyangka itu bisa terjadi pada Elisa.


******


"Hah...hah...hah....astaga, untung itu hanya mimpi" tambah Devinka dengan nafas terengah engah dan keringat keluar dari dahinya.


Devinka segera bangkit dan mengusap keringat di dahinya lalu pergi mengambil air dan meminum air putih dengan banyak untuk menenangkan perasaannya setelah mimpi buruk barusan.


Lalu dia mulai teringat dengan Elisa yang memang sudah dia tinggalkan sejak beberapa menit lalu tepat di halte bus yang sama dengan yang ada di dalam mimpinya.


"Astaga...aku lupa, aku meninggalkan cewek ayam itu, aishh...." Ucap Devinka sambil langsung berlari tergesa gesa.


Dia berlari terburu buru mengambil kunci mobilnya dan dia berteriak meminta satpam rumahnya untuk cepat membukakan gerbang.

__ADS_1


"Pak...hey, cepat buka gerbangnya ini menyangkut nyawa orang!" Teriak Devinka dengan panik.


Sang satpam yang tidak mengerti dengan teriakan Devinka dia hanya segera menuruti perintah putra majikannya itu.


Saat gerbang terbuka Devinka langsung menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi menuju halte bus di mana dia meninggalkan Elisa.


"Aishh....bagaimana jika dia sungguh seperti di dalam mimpiku, arghhh aku bisa gila" gerutu Devinka dengan penuh kecemasan.


Saat sampai di halte itu dia langsung keluar dari mobil dengan panik dan matanya terus menatap ke segala arah mencari keberadaan Elisa.


Sedangkan saat itu aku tengah duduk di balik sebuah banner yang terpampang di samping halte karena saat itu aku mengantuk sehingga tidak menyadari kedatangan Devinka, lagi pula sebelumnya aku pikir Devinka sudah pergi dan tidak akan mungkin kembali menemuiku.


Tapi saat aku tak sengaja terbangun karena mendengar teriakan Devinka yang memanggil namaku, sampai saat aku membuka mata aku melihat Dia berlari ke arahku.


"ELISAAA" teriak Devinka sambil berlari ke arahku.


Aku pun langsung berdiri dan menatap dengan aneh ke arah Devinka sampai dia berhenti tepat di hadapanku dan langsung menunduk memegangi lututnya dengan nafas yang terengah engah.


Saat itu aku hanya bisa menatapnya dengan kedua alis yang aku angkat bersamaan karena saking herannya melihat dia kembali ke tempat itu sambil berteriak memanggil namaku dan berlari ke arahku dengan terburu buru seperti itu.


"Heh, apa yang terjadi padamu?, Apa kau di kejar orang jahat, di mana orangnya aku akan menghajar orang itu" ucapku sambil menatap ke belakang Devinka,


"Hah...hah...bukan...tidak ada yang mengejarku...hah...hah" jawab Devinka di sela nafasnya yang ter engah engah,


"Lalu kenapa kau berlari seperti itu?, Dan kenapa kau kembali ke mari ini sudah sangat larut" balasku masih penasaran dan merasa heran.


Devinka berdiri setelah beberapa saat mengatur nafasnya dengan baik lalu dia menatapku kembali dengan datar.


"Ikut aku, biar aku mengantarmu sebagai balas budi" ucapnya tiba tiba.

__ADS_1


Tentu saja aku merasa kaget dan sangat tidak percaya dengan ucapannya tersebut, aku terdiam terperanga dan membuka mataku dengan lebar.


__ADS_2