Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Berhasil Membujuk


__ADS_3

"Ada apa lagi?" Balas kak Anna balik bertanya,


"Begini kak kau kan tau aku sedang magang untuk tugas kuliahku bisakah kau membantuku, aku butuh mewawancarai mu secara khusus kau ini kan aktris terkenal pasti banyak orang yang ingin mengetahui tentang kehidupanmu lebih dalam, tenang saja aku hanya akan menanyakan hal hal kecil padamu, bagaimana apa kau bisa?" Ungkapku penuh harap,


Cukup lama tidak ada jawaban dari kak Anna dan akhirnya aku pun memulai ucapan lebih dulu karena takut kak Anna keberatan dengan permintaanku untuk mewawancarainya.


"Eummm bagaimana kak?, Apa kakak bisa tapi kalau kakak tidak mau aku tidak papa kok kak, aku tidak akan memaksamu" tambahku merasa tidak enak.


Sedangkan wajah kak Kris langsung terlihat lesu dan lemah aku tau saat itu kak Kris pasti berharap sangat besar untuk bisa mewawancarai kak Anna dan membongkar semua rumor itu, selain itu kita juga bisa membuat pemberitaan ini menjadi bahan berita utama karena pasti semua orang akan tertarik dengan hal semacam ini.


Ditambah kak Anna adalah selebritis terkenal dan masalah rumor itu belakangan ini sangat panas di kalangan masyarakat, memang niat kak Kris itu baik dia hanya ingin membantu kak Anna untuk mengklarifikasi masalah rumor yang tersebar sekaligus membutuhkan bahan pemberitaan untuk menaikkan rate perusahaan sebagai perusahaan pemberitaan yang terpercaya dan dengan begitu tentu saja gajih mereka akan naik dan mereka bisa mengalahkan kak Kiki.


Namun semua itu tergantung pada persetujuan kak Anna, saat menunggu jawaban kak Anna yang juga tak merespon meski aku sudah berbicara padanya aku pun tidak mau memberikan harapan lagi pada kak Kris dan aku mulai menggelengkan kepala dengan perlahan kepadanya di saat kak Kris menanyakan tanggapan kak Anna kepadaku.


Wajah kak Kris langsung saja berubah lesu dan aku melihat sebuah raut kekecewaan yang dalam pada wajahnya namun di saat aku sudah pasrah dan hendak menutup panggilan kak Anna tiba tiba saja menahannya.


"Ya sudah kak jika kakak tidak mau menjawab, terimakasih untuk waktunya" ucapku sambil hendak memutus panggilan,


"Ehhh.... Elisa tunggu!. Kamu tidak bisa mematikan panggilan denganku seenaknya aku kan belum menjawab tawaranmu itu" balas kak Anna sedikit berteriak,


"Jawabannya sudah pasti tidak kan?" Balasku padanya,


"Tentu saja tidak, maksudnya tidak menolak" jawab kak Anna yang membuatku langsung membelalakkan mata dengan kaget.

__ADS_1


Aku terperangah dan refleks menatap wajah kak Kris dengan mata yang terbuka lebar dan masih merasa tidak percaya dengan apa yang aku dengar.


"A..apa kak?, Jadi kamu mau menerima tawaran wawancaraku?" Tanyaku lagi untuk memastikan,


"Iya kau datang saja ke rumahku nanti sore tapi ingat, jangan bawa banyak teman aku tidak suka bertemu banyak orang yang tidak penting dan pastikan jika rekanmu adalah wartawan sejati dan jujur bukan seperti wartawan yang pernah aku temui sebelumnya" balas kak Anna sembari memperingati.


Aku langsung menyetujui keinginannya tanpa basa basi lagi.


"Iya ..kak pasti kakak tenang saja aku akan melindungimu jadi tidak mungkin ada yang berkhianat padamu, terimakasih kak kau memang majikan yang luar biasa" ucapku dengan senang hati.


Panggilan pun terputus dan saking senangnya aku sampai keceplosan menyebutkan masalah majikan di depan kak Kris sehingga kini setelah panggilan dengan kak Anna selesai aku menatap ke arah kak Kris yang menatapku dengan sorot mata tajam menyelidik, aku pun berusaha tersenyum dan segera mengalihkan pembicaraan.


"Ahhh ..kak kamu tau kak Anna sudah menyetujui untuk di wawancara nanti sore, jadi kita akan mendapatkan berita besar ini" ucapku langsung memberitahu kak Kris untuk mengalihkan kepenasaranan darinya.


Tatapan kak Kris yang tadinya begitu tajam dan lekat kini tiba tiba menjadi ceria dan dia berteriak kegirangan lalu langsung mengajakku untuk membeli banyak makanan sebagai perayaan karena dia tidak perlu susah payah mencari kabar lain dari kantor polisi.


"Iya kak, kenapa kau bertanya lagi seperti tidak percaya padaku saja" balasku sambil berpura pura merajuk,


"Ahaha...tidak aku hanya terlalu senang habisnya dia itukan selebritis yang paling sulit untuk dipintai wawancara namun kamu bisa dengan mudah mendapatkan persetujuan darinya, tentu saja aku masih sulit mempercayainya hehe" ujar kak Kris sambil tersenyum canggung.


Aku hanya menanggapi ucapannya dengan senyum sedikit kecut sampai akhirnya kak Kris membujukku dengan mentraktir makan.


"Ayolah Elisa jangan merajuk seperti itu, ahhh begini saja aku akan mentraktir mu untuk merayakan keberhasilan ini, bagaimana?" Ajak kak Kris menawarkan.

__ADS_1


Mendapatkan kesempatan emas seperti ini tentu saja aku tidak akan menolaknya dan langsung menganggukkan kepala menyetujui ajakan kak Kris dan saat itu juga kami berdua segera berangkat meninggalkan tempat itu.


Sedangkan kak Kiki yang masih mengira bahwa kak Anna tengah berkencan dia masih sibuk menguntit kak Anna dan memotretnya beberapa kali dia juga dengan sengaja mereka pembicaraan antara kak Anna dengan ayahnya di mana saat itu kak Anna tengah membicarakan kehangatan keluarga mereka meski dia hanya tinggal seorang diri dan ayahnya yang datang menjenguknya beberapa kali saja.


Mendengar kak Anna dan ayahnya mengatakan sayang satu sama lain itu membuat Kiki semakin mempercayai bahwa diantara mereka ada hubungan kekasih padahal jelas mereka adalah ayah dan anak jadi wajah saja jika memegang tangan dan berpelukan atau memanggil sayang karena mereka juga sudah lama tidak bertemu jadi perlu untuk meluapkan rindu satu sama lain.


Sedangkan aku yang sudah tiba di depan sebuah supermarket duduk di bangku yang ada di luar supermarket dengan wajah cemberut menunggu kak Kris yang membeli makanan di dalam.


"Huuhh....aku pikir dia akan mentraktir ku makan enak di restoran, nyatanya hanya makan cemilan di supermarket apa bagusnya aku juga bisa membelinya sendiri" gerutuku dengan kesal.


Entah aku yang salah karena berekspresi terlalu tinggi atau memang kak Kris yang terlalu memberiku banyak harapan.


Intinya saat itu aku sungguh kehilangan semua mood yang tadinya sangat senang dan gembira karena aku pikir akan makan enak namun realitanya aku hanya bisa makan mie instan dan satu eskrim yang dibelikan oleh kak Kris di sebuah supermarket tak jauh dari kantor polisi.


Aku duduk di depan supermarket sambil menikmati es krim di tanganku dan menunggu mie instan yang sudah di sedih air panas oleh kak Kris matang.


"Elisa kenapa wajahmu ditekuk begitu apa kamu tidak senang, ini mie instan terenak loh apalagi aku yang menyajikannya" kata kak Kris berusaha menghibur kan,


"Apaan yang bisa dibanggakan semua mie instan rasanya sama saja meski di sedih oleh orang yang berbeda" jawabku dengan jutek.


Kak Kris hanya tersenyum garing menanggapi ucapanku.


"Hehe...maaf yah habisnya ini kan pertengahan bulan uang ku sudah hampir habis dan menuju gajihan masih lama jadi aku hanya bisa mentraktirmu makanan supermarket saja, tapi lain kali aku akan mentraktirmu makanan yang lebih enak, bagaimana?" Tambah kak Kris membuatku kembali berseri dan penuh semangat.

__ADS_1


"Benar yah, awas saja kalau kau berbohong, sini janji dulu padaku" ucapku sambil menarik lengan kak Kris dan mengaitkan jari kelingkingnya pada jariku.


Aku melemparkan senyum gembira karena tak sabar menunggu traktiran selanjutnya dari kak Kris, sedangkan kak Kris nampak tersenyum malu malu dan dia segera menarik lengannya lalu memalingkan pandangan dariku.


__ADS_2