
Reksa yang saat itu juga hanya mengetahui sedikit masalah Devinka yang kesal dengan Elisa namun karena dia di paksa oleh Ciko dan Dika, akhirnya dia membicarakan semua permasalahan Devinka dengan Elisa mulai dari awal ketika Devinka merebut bangku yang sudah di duduki lebih dulu oleh Elisa hingga kejadian barusan yang membuat Devinka naik pitam dan sulit untuk meredakan amarahnya.
Ketika mendengar penjelasan dari Reksa Dika dan Ciko saling tatap beberapa detik sampai akhirnya mereka tertawa lepas bersama.
"Ahahaha....Rek apa kau bicara jujur, hanya karena itu?, Mereka seperti musuh sekarang?, Haha lucu sekali mereka ini" ucap Ciko dengan gelak tawa yang memenuhi seisi ruangan,
"Lagian setelah aku mendengar semuanya darimu, aku rasa itu hanya kesalah pahaman diantara mereka dan kejahilan Devinka, kenapa juga jadi dia yang kesal, bukankah seharusnya si cewek ayam yang kesal pada Devinka, anak itu selalu saja..." Tambah Dika sambil menggelengkan kepalanya keras,
"Ya...kalian juga tau kan, Devinka seperti itu juga bukan karena keinginannya dia menerima banyak tekanan jadi tidak heran jika sikapnya begitu" jawab Reksa yang selalu memahami Devinka,
"Rek..kalau kau terus membela dia dan memaklumi semua kelakuannya, aku takut dia akan semakin parah" ucap Dika dengan wajah yang serius,
"Tapi kan Dik mau bagaimana lagi, sekali kita menahan atau menasehati dia, maka perusahaan kita juga yang akan jadi jaminannya, aku tidak mau ayahku jadi miskin dan aku tidak bisa menikmati hidup" jawab Reksa membuat Ciko dan Dika menepuk jidat mereka bersamaan.
Diantara mereka ber empat memang Reksa yang paling dekat juga sangat pengertian pada Devinka tidak heran karena usia mereka hanya berbeda beberapa bulan dan mereka selalu berada di kelas yang sama sehingga mereka lebih dekat satu sama lain.
Mereka melanjutkan permainan game bersama sampai Devinka datang menghampiri mereka dan mengajak mereka untuk bertanding balapan.
"Heh...kalian aku sedang tidak mood melakukan apapun, siapa yang mau menemaniku balapan di sirkuit" ucap Devinka mengajak mereka bertiga.
Namun karena Reksa, Ciko dan Dika tengah fokus bermain game, telinganya juga di pasang earphone sehingga tidak mendengarkan ucapan Devinka dan mereka mengabaikan ajakan Devinka.
Itu membuat Devinka sangat kesal sehingga dia berjalan penuh emosi dan langsung mencabut kabel komputer semereka secara bersamaan.
"Aishh....Dev, kenapa kau mematikan komputernya kita kan sedang main, aku hampir saja menang untuk pertama kalinya melawan dua berandal ini" ucap Reksa mengeluh,
__ADS_1
"Heh.... Kalian ini sahabatku atau bukan sih, tidak lihat yah aku ini sedang kesal apa kalian tidak berniat menghiburku sama sekali!" Bentak Devinka merajuk,
"Ahhh....itu aku mau membujukku kok Dev, tapi bagaimana caranya?" Jawab Reksa yang mengundang tawa dari Ciko juga Dika,
"Heh diam kenapa kalian tertawa, apa yang salah dengan ucapanku?" Tambah Reksa kebingungan sendiri.
Ciko dan Dika berjalan menghampiri Devinka dan mereka merangkul pundak Devinka lalu mulai bertanya apa yang Devinka inginkan agar membuat emosinya bisa reda.
"Dev...memangnya apa yang ingin kau lakukan untuk membakar emosimu itu?" Tanya Ciko,
"Ayo kalian balapan denganku sekarang juga, yang kalah harus membantuku memberi perhitungan pada si gadis ayam itu" ucap Devinka menyimpan dendam,
"Baiklah ayo kita mulai, tapi yang menang akan mendapatkan pelayanan dari semua anggota kan" jawab Dika sambil berjalan lebih dulu,
Reksa begitu antusias dengan perlombaan mereka ber empat, saat itu mereka berada di sirkuit balapan milik keluarga Devinka dan tentu saja dia sudah meminta penjaga untuk mengosongkan area sirkuit agar mereka bisa dengan bebas menggunakannya.
Mereka ber empat masing masing memiliki mobil balap sendiri yang sering mereka gunakan dan Reksa begitu semangat dia selalu percaya diri bahwa dia yang akan menang dan dia sudah menyiapkan apa apa saja yang akan dia suruh pada Ciko, Devinka dan pada Dika.
"Ahaha....kalian lihat aku sudah membuat daftar untuk hukuman kalian nanti, bersiap siaplah untuk kalah haha" ucap Reksa sambil bersiap siap menggunakan helm pada kepalanya,
"Heh...apa kau sudah tertular kesombongan dari Devinka" ucap Dika sambil memakai sarung tangan.
Mereka terus bercanda sampai akhirnya sudah bersiap dengan mobilnya masing masing dan hitungan mundur sudah di mulai, ketika hitungan selesai mobil mereka melesat dengan cepat saling menyusul satu sama lain.
Untuk beberapa menit ke depan mobil Devinka memimpin dan mobil Reksa di barisan ke tiga sedangkan Ciko di barisan ke dua dan Dika yang terakhir, ini sudah berjalan dua putaran san Dika sudah menyusul Ciko di posisi ke dua, dia terus berusaha menyusul Devinka sampai akhirnya waktu hampir habis dan yang mencapai finis lebih dulu adalah Devinka, kedua di dapatkan oleh Dika dan ketiga oleh Ciko, sedangkan Reksa tetap berada di urutan terakhir.
__ADS_1
Saat mereka semua keluar dari mobil Dika dan Ciko sangat puas mengolok ngolok Reksa yang saat awal begitu antusias serta percaya diri bahwa dia yang akan menjadi pemenangnya.
"Ahaha...Reksa mana daftar yang sudah kau buat sebelumnya, kau kalah dan harus melakukan perintah Devinka, bersiap siaplah Reksa" ucap Dika dengan senyum yang puas,
Ciko hanya tersenyum menanggapi Reksa yang begitu bernasib sial kali ini sedangkan Devinka sudah berkuasa dia memang pandai dalam segala hal dia juga sering dijuluki sebagai anak jenius jadi sudah tidak aneh lagi bagi Ciko dan Dika jika Devinka yang akan jadi pemenangnya sejak awal.
"Dev.... Cara mengemudi mu semakin hebat saja, apa kau berlatih diam diam yah?" Ucap Ciko mencari tau,
"Tidak bahkan kali ini aku baru menginjak balapan lagi, kau terlalu memujiku Ciko, sekarang bersihkan mobil balapku, ingat perjanjiannya!" Jawab Devinka dan dia tersenyum puas sudah berhasil menyuruh Ciko yang lebih tua darinya.
Ciko hanya bisa mengacak rambutnya kasar dan dia segera melakukan tugasnya dan menerima kekalahan dengan lapang dada.
Sedangkan Reksa justru malah tertawa puas melihat Ciko yang langsung mendapatkan tugas dari Devinka.
"Ahaha...rasakan itu, jangan lupa cuci yang bersih yah tuan muda" ucap Reksa dengan puas menertawai Ciko.
Melihat Reksa yang begitu puas mengolok ngolok Ciko yang harus mencuci mobil balap Devinka, Dika mulai memiliki ide cemerlang untuk membuat Reksa diam dan dia membisikan ide itu pada Devinka agar Devinka memerintahkannya pada Reksa.
"Dev, aku punya ide yang bagus untuk Reksa menjahili si cewek ayam itu" ucap Dika dengan senyum sinis nya,
Devinka mengerutkan kedua alisnya dan dia segera mendekatkan kupingnya ke arah Dika, seketika senyum licik mengembang di wajah mereka berdua dan mereka menepuk tangan mereka berdua tanda setuju dengan cara yang dibisikkan oleh Dika.
Saat itu Devinka langsung saja memanggil Reksa dan mengutarakan semua perintahnya.
"Reksa...aku ada tugas spesial untukmu, kemarilah dan lakukan itu dengan benar esok pagi" ucap Devinka membisikkan rencananya pada Reksa.
__ADS_1