Bos Ternyata Musuhku

Bos Ternyata Musuhku
Hari Pertama


__ADS_3

Reksa yang terhimpit di posisi seperti itu dia sungguh merasa tegang dan gugup untunglah anak anak di kampus tidak mengetahui detail identitas mereka namun kebanyakan mereka hanya mengetahui bahwa The Boys adalah para putra pewaris perusahaan ternama di negara itu, mereka tidak tahu persis nama perusahaan dan identitas detail nya sebab Devinka merahasiakan semua itu dengan baik.


Aku duduk di tengah tengah antara Devinka dan Reksa sampai tak lama seorang wanita dengan pakaian rapih masuk ke dalam ruangan tersebut di iringi dua pria lainnya lalu mereka mulai meminta file lamaran dari kami dan aku segera menyerahkannya begitu pula dengan Devinka juga Reksa.


Nampak di sana juga ada beberapa calon karyawan baru lainnya dan mereka segera di wawancarai satu persatu namun ke aneh mulai terjadi lagi, di saat aku baru selesai wawancara dan telah di nyatakan di terima bekerja sebagai karyawan magang, aku tidak sengaja melihat Devinka juga Reksa yang sama sama selesai wawancarai namun aku tidak mendengar nama mereka di panggil oleh beberapa orang yang sebelumnya mewawancarai ku dan rekan yang lain.


"Eh, Reksa kamu sudah di wawancarai?, Kapan?" Tanyaku dengan heran,


"A..ahh itu tadi aku dan Devinka di wawancara bersamaan barusan saat kamu masih di dalam dan memulai wawancara, jadi sekarang beresnya barengan, iya kan Dev" jawab Reksa sedikit mencurigakan.


Aku sudah merasa ada yang tidak beres diantara Devinka dan Reksa namun karena aku tidak mau memperdulikan urusan mereka aku pun mengabaikan kecurigaan dalam hatiku.


Devinka juga hanya mengangguk menanggapi ucapan Reksa dan aku hanya bisa mempercayainya meski merasakan banyak keanehan dan keraguan dalam diriku.


Selesai wawancara kerja salah satu senior di sana mulai mengajak kami bertiga untuk berkeliling dan memperkenalkan wilayah serta ruangan tempat kita bekerja nantinya, dan ternyata saat itu aku ditempatkan dalam departemen yang berbeda dengan Devinka.


"Baiklah teman teman ini adalah departemen satu dan Devinka juga Reksa kalian akan di tempatkan dalam departemen ini sebagai rekan kerja sekaligus pencari berita atau wartawan utama selama magang" ucap senior di sana menjelaskan.


Karena namaku tidak di sebut aku pun mulai menanyakannya saat itu juga.


"E..eumm..kak, lalu aku akan di tempatkan di mana?" Tanyaku dengan penasaran,


"Ahh...kamu yah, kamu di tempatkan di sana di departemen dua yang akan menjadi wartawan cadangan dan meliput berita bersama departemen satu, tenang saja meski kalian berpisah nantinya kalian juga akan bekerja dalam bidang yang sama dan tetaplah bekerja sama oke" balas senior itu sambil melemparkan senyum padaku.

__ADS_1


Aku sangat kesal dan tidak terima karena Devinka juga Reksa mendapatkan tempat yang lebih bagus dariku padahal jelas sekali jika dilihat dari segi manapun aku lebih unggul darinya, bukan berarti aku sombong namun ini terlalu aneh untukku semua orang yang masuk sebagai karyawan baru pada hari itu hanya di masukkan pada departemen akhir hanya aku yang masuk departemen dua dan Devinka juga Reksa tiba tiba saja masuk departemen satu di mana semua orang tau bahwa tidak ada lowongan di departemen tersebut.


Tapi mau se kesal apapun aku juga tidak bisa protes atau berbuat hal lain karena ini sudah keputusan dari pihak perusahaan, aku hanya bisa menerimanya dengan lapang dada, terlebih tempatku harus berhadapan langsung dengan tempat Devinka juga Reksa, itu akan membuatku emosi setiap harinya.


Setelah menempatkan kami bertiga di setiap departemen senior tadi pun pergi dan menyerahkan semua karyawan baru pada departemen nya masing masing, saat itu aku langsung di sambut oleh anggota departemen dua lainnya nampak di sana ada dua pria dan satu wanita.


Mereka tersenyum menyambutku dengan gembira sambil bersorak ria.


"Yeayy....selamat datang di departemen dua..." Ucap mereka serempak.


Aku sangat terkejut saat pertama kali datang ke sana namun sudah mendapatkan sambutan yang hangat dan begitu ceria, aku tersenyum senang dan langsung memberi hormat kepada mereka lalu mulai memperkenalkan diri.


"Ahhh...terimakasih atas sambutannya, aku harap kakak semua bisa membantuku berkembang di perusahaan ini, terimakasih" ucapku sambil memberi hormat,


"Ahh, benarkah?, Kalau begitu aku sangat beruntung bisa masuk ke departemen ini" jawabku di iringi senyum mengembang di wajah,


"Eh kita belum perkenalan loh, perkenalkan namaku Anne, ini Eril dan itu Kris" ucap kak Anne memperkenalkan rekan rekannya yang lain.


Mereka memberi salam padaku dan aku segera membalasnya sekaligus memperkenalkan diriku dengan singkat.


"Salam kenal kak, aku Elisa senang bisa bekerja sama dengan kalian semua" jawabku begitu senang.


Kak Anne segera membawaku ke meja tempatku bekerja dan itu bersebelahan dengan meja kak Anne langsung sedangkan di depannya berhadapan dengan kak Kris juga kak Eril, tak lupa kak Anne juga memperkenalkan bahwa ketua di departemen itu adalah kak Eril sendiri, aku hanya mengangguk memahami dan berusaha mengingat dengan baik semua hal yang di bicarakan oleh kak Anna saat itu.

__ADS_1


Karena hari itu adalah hari pertama aku masuk bekerja jadi kak Anna hanya meminta sedikit bantuan kepadaku untuk menyalin beberapa file sedangkan untuk hari berikutnya barulah aku akan terjun langsung ke lapangan untuk mencari berita terhangat dan terbaik dalam setiap harinya.


Saat aku selesai mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh kak Anna aku berniat untuk sedikit beristirahat dahulu dan aku tak sengaja melihat ke sebrang di mana itu adalah tempat departemen satu berada batas diantara dua departemen tersebut hanya terhalang sebuah dinding kaca sehingga aku bisa melihat dengan jelas aktivitas Reksa dan Devinka di depan sana.


"Ehh....kemana Devinka dan Reksa?, Bukankah mereka juga mulai bekerja hari ini?" Gumamku dalam hati.


Aku terus berusaha mencari tau keberadaan dua anak itu namun aku tetap tidak berhasil menemukannya dan yang ada malah aku ketahuan sedang mengintip ke departemen satu oleh kak Eril.


"Hey, sedang apa kau di sini?" Ucap kak Eril bertanya sambil menepuk pundakku,


"Astaga, ah kak Eril a..aku itu aku hanya penasaran dengan pekerjaan kedua rekan satu kelompokku, mereka di tempatkan di departemen satu tapi aku tidak melihat mereka berdua sejak tadi" ucapku berkata jujur.


Nampak kak Eril tiba tiba saja mengerutkan kedua alisnya seperti merasa kebingungan.


"Hah?, Yang benar saja departemen dua adalah satu satunya tempat tertinggi yang membutuhkan karyawan baru dan mereka bilang kamu lah orang yang memiliki kualitas paling baik diantara pelamar lainnya, aku pikir tidak ada yang bisa masuk ke departemen satu karena di sana sudah penuh" jawab kak Eril yang membuatku terperangah,


"Ouh...benarkah?" Tanyaku seakan tidak percaya,


"Iya benar, mana mungkin aku berbohong ketua tim di sana adalah temanku tentu saja aku tau, tapi jika memang kedua temanmu di tempatkan di departemen satu mungkin mereka bukan orang biasa, pengaruh di perusahaan ini adalah nomor satu, kau pahamkan" ucap kak Eril sambil tersenyum padaku lalu kembali ke kursinya.


Aku masih berdiri mematung dan merasa lesu saat sadar kalau memang Devinka juga Reksa bukan orang biasa.


"Ahh, dasar aku ini tentu saja mereka bisa melakukan apapun dengan kekuasaan kedua orangtuanya, mereka berbeda denganmu yang hanya mengandalkan keberuntungan Elisa, kapan aku akan sadar diri" gerutuku sambil memukul pelan kepalaku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2