
10 TAHUN KEMUDIAN ...
Di dalam kehidupan ada perjalanan waktu yang setiap detiknya sangat berharga. Karena semua waktu, bahkan sedetik pun tidak dapat mungkin di ulang kembali. Hal apa yang kita torehkan di detik itu, akan menjadi kenangan selamanya. Tanpa bisa menghapus maupun mengulanginya dengan rasa yang sama.
Dan apa yang kita lakukan di masa kini, akan menjadi penentu di masa depan. Seperti kata pepatah, 'Apa yang kita tanam, itu yang akan kita tuai'.
Kehidupan tidak selalu tentang yang indah - indah. Jungkir balik perjuangan kerap kali terjadi. Bahkan pertikaian pun tak jarang membuat seseorang yang dekat menjadi berjauhan.
Orang yang semula rekan bisnis bisa jadi musuh, jika sampai salah dalam mengambil langkah, keputusan dan sebagainya. Tak kalah penting adalah jaga bicara kita kepada siapa saja yang menjadi lawan bicara kita.
Karena penentu baik buruknya kita di mata orang lain juga diri kita sendiri.
Tapi jika kalian di tanya, bahagia kah kamu selama menjalani hidup sampai di usia saat ini?
Lalu kamu menjawab bahagia, dan itu tulus dari hati, meski ada saja batu sandungan. Setidaknya kalian harus bersyukur. Karena kalian merasakan bahagia yang sampai ke dalam hati. Sedangkan halangan dan rintangan kalian anggap sebagai warna - warni kehidupan. Bukan sebagai batu sandungan yang berarti.
Sedangkan tak jarang di luaran sana, orang - orang yang memasang wajah bahagia, dan berkata dirinya bahagia, namun ternyata hanya ilusi, hanya perkataan dari bibir semata. Semua di ucap untuk menutupi keadaan yang ada.
Demi sesuatu yang mungkin sulit untuk mereka ungkapkan.
Tapi apapun yang menjadi keadaan kita, apapun yang menjadi tujuan maupun apapun yang terjadi pada hidup kita hari ini, mau tak mau waktu terus berjalan. Dan detik terus bergerak, merangkak hingga membuat usia manusia bertambah angka setiap tahunnya.
Namun mengurangi jatah umur mereka untuk dapat menikmati dunia yang sebenarnya banyak sekali tipu muslihat ini.
Perjalanan waktu yang terjadi, juga membuat beberapa keadaan menjadi berubah. Apapun itu semoga setiap rumah tangga yang di bangun dengan ikrar suci selalu dan terus di liputi oleh rasa bahagia dan berkecukupan, Aamiin.
Kembali pada kisah fiksi yang di tulis oleh Author receh ini. Author yang berdiri atas dasar sebuah keinginan besar untuk menjadi seorang penulis yang baik. Dan memberikan pelajaran yang baik di setiap konflik yang ada. Terlepas dari rasa ingin mendalami passion yang terpendam.
10 Tahun telah berlalu sejak hari pernikahan Gilang dan Kayla yang tidak di ceritakan secara langsung oleh Author. Karena sudah di wakili oleh Kenzo, ketika menceritakan jati dirinya sampai lahirnya anak ketiga mereka.
Gilang dan Kayla memiliki anak pertama mereka setelah dua tahun menikah. Pesta pernikahan yang mewah dan megah menjadi hadiah Gilang untuk sang pujaan hati yang bersedia menerima lamarannya.
Dan sekarang anak pertama mereka yang bernama Titan Justin Adhitama sudah berusia 8 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SD. Tampan rupawan, dengan wajah kebulean selalu menjadi ciri khas keturunan Adhitama. Belum lagi sang Ibu yang juga memiliki paras cantik.
Lalu anak kedua mereka bernama Titania Atary Adhitama berusia 5 tahun. Kini sudah memasuki sekolah Taman Kanak - Kanak, dan berada di kelas A.
Mereka semua lahir dan tinggal di Sidney Australia. Di mana tempat kerja Gilang memang sudah di nobatkan di sana jauh sebelum berencana menikah dengan Kayla. Gilang memboyong Kayla sejak beberapa minggu setelah pesta pernikahan mereka di Indonesia. Meski begitu mereka tetap sering datang ke Indonesia. Terutama saat libur sekolah.
Di season ini, kehidupan Gilang dan Kayla akan mulai jarang tersorot pena Author. Karena mereka berada jauh di sana. Jika memungkinkan, cerita mereka akan masuk entah di episode berapa. Dan mungkin tidak terlalu banyak.
Yang jelas Kenzo dan Gilang seolah bertukar tempat. Kenzo yang di nobatkan untuk tinggal di Indonesia justru menikah di Australia. Sedangkan Gilang yang di nobatkan untuk tinggal di Australia justru menikah di Indonesia.
Memang takdir tidak ada yang tau. Semua hanya mengikuti arus yang berjalan. Termasuk keduanya yang memiliki jodoh sama - sama dari Indonesia dan dari gadis sederhana pula. Meski dengan tampang dan harta yang mereka miliki, mereka bisa mendapatkan sekelas artis sekalipun.
Tapi Tuhan mengukir nama gadis biasa di dalam hati mereka. Merubah tulang rusuk mereka yang hilang menjadi gadis desa seperti Calina, dan gadis sederhana seperti Kayla.
Beruntung, Kayla bersedia untuk tinggal di negara yang bahkan tidak pernah ia kunjungi. Bahkan bahasa pun ia sangat kesulitan di awal. Mengingat ia bahkan sekolah tidak sampai lulus SMP.
Namun lama - lama Kayla berhasil beradaptasi. Dan kini ia terlihat sangat lancar berbahasa Inggris.
***
10 tahun telah berlalu, dan kisah hidup Zio dan Zahra juga tidak berakhir. Kini mereka memiliki anggota keluarga tambahan. Sebagai adik dari Clarice dan Felia.
Anak pertama pasangan Zio dan Zahra di lahirkan 9 tahun silam bernama Titan Zhian Alvaro. Seorang anak laki - laki yang tampan seperti sang Ayah. Wajah 100% Indonesia.
Anak kedua mereka lahir 5 tahun setelah kelahiran pertama. Seorang anak perempuan bernama Titania Zefanya Alvaro. Gadis kecil yang sebentar lagi akan merayakan ulang tahun yang ke - 5 di sekolah barunya.
Mereka semua tinggal di rumah Zio. Rumah yang di tinggali Zio bahkan sebelum mengenal Zahra. Ya, rumah yang di pilih Naura sekitar 11 - 12 tahun silam.
Rumah itu tetap sama, hanya di renovasi di beberapa titik saja. Dan cat yang di rubah warna setiap tahunnya. Supaya tidak bosan dan supaya terlihat selalu baru, untuk mengukir cerita yang baru setiap tahunnya.
Apalagi rumah itu sebelumnya sepi sunyi, karena hanya di huni berdua besama Naura. Dan setelah Naura meninggal, justru hanya di huni seorang diri oleh Zio. Dan sekarang setiap hari di rumah itu ada sepasang suai istri dan ketiga anak mereka. Kadang - kadang juga dengan keempat anak mereka. Jika formasi sedang lengkap.
Sesuai dengan apa yang di ucapkan Zio pada masa dulu. Meski Clarice tak selalu tinggal di rumah itu, gadis itu tetap memiliki kamarnya sendiri di sana. Dan tepat berada di sebelah kamar utama yang di tempati oleh Zio dan Zahra.
Bukankah seperti itu janji Zio pada Clarice saat pertama kali membawa sang anak gadis itu ke rumahnya. Jika dalu sang anak gadis meminta desain Unicorn, maka kamar itu sekarang bernuansa Pink, ungu, putih dan rose di beberapa bagian.
Dan sebuah icon Flamingo ada di bagian dinding tepat di atas ranjang. Bagian langit kamar kini di bentuk awan yang memancarkan lampu berwarna warm white. Sebelumnya berbentuk pelangi dengan awan yang memancarkan cahaya putih. Dan semua sisi di penuhi karakter Unicorn.
Lalu kamar Felia?
Kamar Felia ada di depan kamar Clarice. Hanya terbentang ruang santai saja. Mereka di anggap kembar, jadi apapun harus setara. Meskipun kenyataannya mereka tidak kembar dan bahkan tidak memiliki darah yang sama.
__ADS_1
Bedanya mereka memiliki karakter yang berbeda. Sampai berusia menginjak 16 tahun saat ini, gadis itu masih menyukai karakter Hello Kitty yang menggemaskan. Dan Zio selalu berusaha menuruti apapun yang di ingin kan anak - anak.
Clarice dan Felia, meski mereka seumuran dan sama - sama sudah berada di kelas 10, mereka tidak barada di sekolah yang sama. Ya... tentu karena beberapa faktor yang membuat mereka harus berpisah sekolah sejak kecil.
***
Lalu bagaimana kabar Zhika?
Nasib naas menghampiri adik Zio, adik ipar Zahra, sekaligus mantan adik ipar Calina. Dimana sekitar lima tahun lalu, kehebohan terjadi di Ibukota. Semua orang panik ketika asap hitam di sertai kobaran api mengepul di udara.
Dan topik berita utama di TV membuat Zio, Zahra bahkan Calina langsung bersedih dan pilu. Semua stasiun televisi menyampaikan berita yang sama. Hanya segi pengambilan angle saja yang berbeda.
Mereka semua berbondong - bondong mendatangi lokasi kejadian melalui jalur yang berbeda. Dan di sana ratusan orang menangis histeris di tengah udara yang semakin terasa panas. Dan bara api baru bisa padam setelah 20 mobil pemadam kebakaran bekerja sama untuk menaklukkan kerajaan api yang baru berdiri dalam hitungan detik itu.
Gadis itu, Zhika Alexa tewas dalam insiden kebakaran Rumah Sakit Jiwa bersama 21 korban lainnya. 19 orang pasien Rumah Sakit Jiwa, dan tiga orang tenaga medis yang tidak sempat menyelamatkan diri.
Bayangkan jika Zio tidak memiliki Clarice, kemudian Zahra menolak lamarannya. Sudah di pastikan ia akan menjadi manusia paling menyedihkan. Karena seluruh anggota keluarganya meninggal satu persatu. Dan tersisa dirinya yang hanya dia sebatang kara.
Sejak hari itu Zio semakin mensyukuri hidupnya. Dia menjadi orang yang jauh lebih baik setiap harinya. Ucapan terima kasih terus terucap pada sosok Clarice dan Zahra. Dua wanita yang dia anggap paling berharga. Kemudian kehadiran anak - anak tambahan ia anggap bonus terbesar yang pernah ia dapatkan.
Dan di dalam diamnya, terucap di dalam hati, ia juga mengucapkan terima kasih pada Calina. Karena mantan istrinya itu bersedia mempertahankan kandungan di saat tidak ada sosok suami yang mendampinginya. Bahkan di saat anak yang di kandung adalah hasil dari pemaksaannya pada suatu masa.
Selain ada Zhika yang menjadi korban, bisa di bayangkan jika saja Kayla tidak di bawa paksa saat itu. Kemungkinan kecil pula untuk dia selamat. Meskipun sebenarnya ia waras. Toh petugas medis juga sehat dan tigak gila, tapi nyatanya bisa jadi korban, kan?
Dan dengan mencuatnya berita yang sampai keluar negeri itu, membuat Kayla bersyukur. Ternyata Zahra Dan Gilang menjemputnya di saat yang tepat. Tidak ada yang tau nasib seseorang di masa depan, bukan?
"Terima kasih, Gilang.. kamu memang yang terbaik untukku!" ucap Kayla ketika melihat berita berdua di ruang tengah peninggalan sang Nenek.
"Kamu yang terbaik untukku, Sayang..." balas Gilang meraih jemari Kayla yang lembut nan putih.
***
Dan kini mari kita kembali pada pemeran utama dalam serial Cinta yang Tak Ku Rindukan, si gadis desa yang isah cintanya tidak selalu berjalan mulus. Tapi nasib baik masih memihak sang bunga desa.
Seiring berjalannya waktu, dengan jumlah anggota keluarga yang semakin banyak, Apartemen bukan lagi menjadi tempat yang nyaman untuk keluarga Kenzo tinggal yang jumlah keluarganya semakin besar.
Kini mereka tinggal di salah satu rumah yang di bangun Kenzo sekitar 10 tahun yang lalu. Berada di komplek yang sama dengan orang tuanya, Kenzo membangun rumah bak istana. Dengan satu kamar utama, dan 9 kamar yang bisa di tempati oleh anak - anak maupun tamu.
Disertai kamar pembantu dan baby sitter yang cukup banyak. Dan semua pekerja di dalam rumah itu di berikan kamar masing - masing. Tanpa ada dua orang yang menempati satu kamar.
Salah satu dari tujuh kamar yang tersisa di tempati oleh Mama Shinta yang semakin menua, yakni sudah hampir mencapai angka 70 tahun. Untuk itu Mama Shinta sudah tidak di izinkan untuk tinggal di kampung lagi. Beliau menempati kamar yang ada di bawah. Kamar tamu yang di ubah menjadi kamar untuk anggota keluarga.
Kenzo memboyong semua ke rumah baru sekitar 7 tahun yang lalu. Setidaknya Kenzo menggelontorkan dana sekitar 40 Miliar untuk membangun rumah di komplek elite itu. Tapi semua terbayar dengan rasa puas akan hasilnya. Setidaknya mereka jadi lebih dekat dengan kedua orang tua Kenzo yang juga semakin menua. Bahkan lebih tua dari Mama Shinta.
Bertepatan dengan hari pernikahan Gilang dan Kayla waktu itu, juga merupakan hari kelahiran sang bungsu Kenzo dan Calina. Bayi mungil berjenis kelamin laki - laki yang lahir 10 tahun silam itu bernama Pradygta Adhitama. Dan Dygta di sematkan sebagai nama panggilan sang anak bungsu.
Kenzo yang memiliki dua anak kandung berjenis kelamin laki - laki sepertinya memang menurun dari keluarganya sendiri. Dimana dirinya dan sang adik juga hanya berdua. Tanpa memiliki saudara perempuan.
Tapi untunglah sudah ada Clarice yang menjadi anak perempuan Kenzo. Meskipun tidak ada hubungan darah, nyatanya mereka bisa mirip. Dan tidak akan ada yang mempermasalahkan itu, karena semua orang di sekitarnya sudah tau seluk beluk keluarga Kenzo Adhitama.
Lantas anak bungsu mereka kini menjelma menjadi anak Kelas 4 SD di usianya yang menginjak 10 tahun. Jangan di tanya lagi seperti apa wajah bungsu Kenzo. Dia sama tampan dengan Kakak laki - laki dan sang Ayah. Gen yang bagus akan terus menurun, bukan?
Seperti itulah gen yang di turunkan Kenzo untuk anak - anaknya. Bagus dan mengagumkan. Selalu memiliki daya pikat yang tak biasa bagi lawan jenisnya.
Dygta yang baru saja di khitan beberapa minggu lalu itu memiliki wajah lonjong dengan rambut hitam lurus seperti sang Ayah. Jika di lihat secara fisik, semua pasti yakin dan percaya jika Dygta kelak akan memiliki perawakan seperti sang Ayah. Yang memiliki darah Australia.
Sementara Galen, anak itu kini sudah duduk di bangku kelas 1 SMP. Di usianya yang sekarang, Galen mulai menunjukkan wajah tampan, maskulin dan memiliki daya tarik tersendiri. Selain itu tubuhnya yang ideal dan menjulang, membuat gadis remaja seusianya menjadikan dirinya sebagai magnet untuk mata mereka. Terutama saat di sekolah.
Meninggalkan bentuk fisik, mari kita lihat dari segi duniawi. Mereka anak seorang konglomerat Ibukota. Di mana uang berlimpah dan apapun yang mereka inginkan pasti terwujud. Mau tidka mau, suka tidak sua banyaknya uang memang sangat mempengaruhi aura seseorang.
Tapi bukan itu yang di ajarkan oleh sang Ibu!
Sebanyak apapun uang sang Ayah, Calina tetap membatasi anak - anak supaya tidak terlalu boros. Yaitu dengan cara mengajari utuk hanya membeli apa yang mejadi kebutuhan mereka. Boleh menuruti apa yang mereka inginkan, tapi semua itu tentu ada batasnya. Dan harus di timbang dengan benar sebelum memutuskan akan membelinya.
Calina tidak ingin anak - anaknya menjadi tamak hingga melupakan jati diri mereka sebagai manusia. Ia selalu mengingatkan jika apa yang di berikan Tuhan pada mereka adalah sebuah titipan. Kapanpun Tuhan bisa mengambilnya kembali jika memang Tuhan sudah menginginkannya.
Dan apa yang di ajarkan oleh Calina, benar - benar melekat di kepala anak - anaknya. Semua mengelola keuangan masing - masing dengan sangat baik.
Apalagi untuk Clarice. Satu - satunya anak gadis di dalam rumah itu sangat pintar mengelola keuangannya. Meskipun ia memiliki uang jelas jauh lebih banyak di banding kelima saudaranya.
Calina benar - benar berhasil membuat anak - anak memahami arti uang di dalam kehidupan.
"Jangan sampai uang membawa terbang cara bicara kita."
__ADS_1
Setidaknya itulah kalimat yang sering di ucapkan oleh Calina.
"Banyak orang suka bicara tinggi, hanya karena merasa memiliki banyak uang untuk membeli apa yang merkea inginkan."
"Bahkan banyak orang memilih untuk sedikit - sedikit ambil jalur hukum, kemudian membayar pengacara mahal, hanya untuk masalah sepele yang masih bisa di atasi dengan bermusyawarah. Sangat pemborosan. Bukankah lebih baik uangnya untuk beramal?"
"Atau banyak pula orang yang mengoleksi sesuatu yang membuat tagihan pajak mereka membengkak. Meskipun mampu untuk membayarnya, alangkah sebaiknya semua di pertimbangkan dengan baik. Karena apapun yang kita miliki selama di dunia ini akan di hisab kelak di akhirat."
"Jadi semua harus seimbang... jangan sampai lebih banyak yang terlihat oleh mata dunia, dari pada yang tak terlihat."
"Yes, Mommy!" jawaban dari ketiga anak yang sangat menyayangi Ibunya itu.
Dan karakter yang di bentuk Calina sejak mereka kanak - kanak itu terus melekat sampai mereka kini beranjak remaja.
# # # # # #
Siapa yang tau tentang isi hati manusia? Nobody knows!
Hari - hari untuk kembali masuk ke sekolah telah di mulai. Ini sudah tiga bulan lamanya Clarice berada di kelas baru dan level yang baru. Yaitu kelas 10 SMA. Dari yang sebelumnya hanya Junior Hight School kini sudah menjadi Senior.
SMA, atau kepanjangan dari Sekolah Menengah Atas adalah waktu yang konon katanya di masa itu yang paling indah untuk di lalui dari semua waktu di semasa hidup.
Yang mana di masa itu di penuhi dengan kisah yang berbeda - beda dari setiap anak. Ada yang serius dalam menuntut ilmu, ada yang mendalami passion masing - masing, juga ada kisah cinta monyet yang menyertai di antaranya. Membuat aura remaja semakin menguar di udara.
Terserah seperti apa mereka akan mengukir kenangan di masa itu. Selama tidak melanggar adat istiadat dan agama, yaa... masih bisa di bilang hal itu positif.
Yang jelas, bukan hanya mereka yang bilang, jika masa SMA adalah masa yang indah, sangat indah. Melainkan Author sendiri juga mengakui, jika masa SMA adalah masa yang paling indah dari semua masa yang pernah Author lewatkan.
Karena masa SMA kita hanya fokus dengan diri kita sendiri. Butuh apapun juga tinggal meminta, tanpa tau orang tua kita punya uang atau tidak. Sementara saat sudah dewasa banyak sekali yang harus kita pikirkan.
Dan di usia inilah, kisah seorang Brighta Clarice Agasta di mulai. Di sekolah terbaik dan termahal di Ibukota. Yang tak semua anak memiliki keberuntungan untuk bisa sekolah di sana. Sekolah dengan biaya termahal di Ibukota.
Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, ketika anak laki - laki yang di ketahui sebagai siswa baru dan pindahan dari sekolah ternama di luar kota, tengah berdiri di depan kelas X-3 untuk memperkenalkan dirinya.
Wajah rupawan, postur tubuh yang ideal, kulit putih alami, dan yang pasti anak orang kaya. Terlihat dari apa yang di kenakan pemuda 16 tahun itu. Lagi pula, anak baru itu masuk Alexander International School jalur mandiri, bukan jalur prestasi. Sudah bisa di perkirakan berapa uang yang harus di gelontorkan orang tuanya untuk biaya daftar ulangnya saja.
Segala embel - embel yang melekat di dalam diri pemuda itu adalah sesuatu yang menarik untuk lawan jenisnya. Memikat dari segala sisi. Amazing!
Tak terkecuali memikat hati seorang gadis bernama Brighta Clarice Agasta. Anak tiri seorang konglomerat Ibukota. Yang bisnisnya semakin bertambah tahun semakin menggurita. Sedang sang Ayah kandung merupakan seorang General Manager di perusahaan sang Ayah tiri. Yang mana gaji dan bonusnya selalu naik setiap tahunnya.
Jangan di tanya lagi seberapa tebal uang saku remaja 16 tahun itu. Tapi gadis itu sangat memegang teguh ajaran sang Ibu mengenai keuangan.
Calina benar - benar mengajari Clarice dengan serius. Karena ia tau, banyaknya uang Clarice tidak main - main untuk anak seusianya. Sang Daddy terlalu berlebihan dalam memberi uang jajan pada anak - anaknya. Dan memberi sesuai tingkat sekolah masing - masing. Yang mana semakin tinggi tingkat sekolahnya, di anggap sang Daddy kebutuhannya semakin bertambah.
Clarice dengan statusnya yang sebagai anak SMA, mendapat uang saku sebesar 15 juta perbulan dari Kenzo. Sedang dari Zio sebesar 2,5 juta perbulan. Dan itu nominal yang sama dengan yang di dapat oleh Felia.
Dari sini sudah mengerti kan, kenapa Clarice dan Felia tidak pernah satu sekolah?
Meski begitu Felia juga tercatat di salah satu sekolah swasta favorit di Ibukota. Apalagi Felia juga berprestasi. Dan sesekali mendapat beasiswa.
Hebatnya Clarice yang memiliki uang jajan sebanyak itu adalah selalu mendengarkan pesan semua orang tuanya. Salah satunya, pesan dari sang Daddy dan Mommy yang melarang Clarice untuk berpacaran selama masih duduk di bangku sekolah.
Dan semua itu benar di pegang teguh oleh Clarice, yang tidak pernah berpacaran sampai duduk di bangku kelas 10 SMA. Di saat semua teman - temannya memiliki kisah cinta, ia sama sekali tidak tertarik untuk mencoba hubungan yang di larang oleh orang tuanya itu.
Kalimat yang selalu di ungkapkan Daddy Kenzo selalu terngiang di telinga Clarice.
"Jangan kecewakan Daddy, Mommy, Papa, dan Mama... kami semua sangat menyayangi kamu, Sayang..." ucap Daddy Kenzo setiap memberi nasehat padanya.
Entah saat akan tidur, ataupun saat Clarice meminta saran pada sang Daddy yang sangat dekat dengan dirinya. Bahkan lebih dekat dengan sang Daddy dari pada dengan sang Papa. Karena 70% Clarice lebih banyak tinggal bersama Kenzo dari pada dengan Zio.
Clarice memang memegang teguh nasehat orang tuanya. Tapi bukan berati dia tidak pernah jatuh cinta. Dia pernah menyukai teman satu kelasnya saat SMP, tapi tidak berani memiliki. Dan itu membuat dia membiarkan siapapun yang sedang ia taksir berpacaran maupun menjalin hubungan apapun dengan gadis yang lain.
Yang penting dia tidak mengecewakan orang - orang yang ia cintai.
...🪴 Bersambung ... 🪴...
✍️ Dear para pembaca setia Cinta yang Tak Ku Rindukan 🥰🥰
Besok libur dulu ya... Besok adalah libur ke tiga serial Cinta yang Tak Ku Rindukan...
Kita bertemu lagi hari Minggu...
See you 🤩🤩
__ADS_1
Salam, Lovallena ❤️