Cinta Yang Tak Ku Rindukan

Cinta Yang Tak Ku Rindukan
Part 56 ( Memory di Tengah Pesta )


__ADS_3

Di saat semua tamu undangan yang datang duduk di kursi yang di sediakan, dan beberapa anak memilih untuk bermain di playground, MC mulai menjalankan tugasnya begitu keluarga Kenzo hampir sampai di meja kue tart.


MC membuka acara pesta yang meriah dengan penuh suka cita. Dua badut berkostum Putri Aurora dan Pangeran Philip pun sudah menghibur di bagian depan panggung. Menyapa setiap anak dengan gaya lucu mereka.


Calina berdiri di samping kiri Clarice, sementara Kenzo di sisi Kanan Clarice. Dan Galen ada di lengan kiri Kenzo.


Saat MC memandu acara, pandangan Calina menyisir seluruh ruangan. Menamatkan satu persatu tamu undangan yang datang. Tak ada satu tamu pun dari perusahan Adhitama yang di undang. Karena memang Kenzo tidak menghendaki hal itu.


Tentu saja karena sang istri yang belum siap untuk di kenal oleh orang - orang di dalam sana.


Sorot mata Calina terlihat cerah, saat melihat sang Mama yang duduk di salah satu kursi tamu paling depan. Kemudian sorot matanya bergerak ke kanan, dan menemukan sepasang Tuan dan Nyonya yang sangat ia hormati.


Mereka adalah mertuanya sendiri, Tuan Adhitama dan Nyonya Nuritha Adhitama.


Melihat mereka duduk di barisan paling depan, dan melempar senyum padanya, terenyuhlah hati sang bunga desa.


Memory kembali membawanya untuk memutar waktu. Waktu yang sempat ia rasakan sangat sulit di kala itu. Hingga harus menangis di samping putri kecilnya tertidur lelap.


Ya, bagi seorang janda menikah dengan seorang perjaka tulen bukanlah hal yang mudah. Terutama untuk mendapatkan restu dari calon mertua yang notabene nya keluarga kaya raya. Seperti janda pada umumnya, Calina pun menghadapi hal semacam itu.


šŸ„ Flashback On . . .


"Apa kamu yakin akan menikahi seorang janda cerai?" tanya Mama Nuritha. Nada penyampaiannya terdengar sangat serius dan tidak main - main. Hingga menusuk telinga lawan bicaranya, bahkan seisi ruangan.


"Ya, Ma!" jawab singkat lelaki 31 tahun. Yang tak lain adalah Kenzo Adhitama. Putra pertamanya sendiri.


"Apa kamu yakin dia wanita baik - baik?" tanya Mama Nuritha lagi. Kali ini terdengar ada sedikit rasa kecewa di dalam getar suaranya. Namun jelas terlihat jika wanita berusia lewat setengah abad itu menahan segala sesak yang ia rasakan.


"Kenzo yakin, Ma!" jawab Kenzo yakin seyakinnya, "Mama tidak perlu terlalu khawatir! Kenzo mengenal baik Calina dan keluarganya.


"Kalau dia wanita baik - baik, lantas kenapa dia yang mengajukan perceraian pada suaminya terdahulu? Dan tanpa ia tau jika dia hamil? Bercerai saat hamil itu tidak boleh, Ken!"


Menghela nafas berat, "Mama pasti tau kenapa seseorang harus menyerah dari lika liku rumah tangganya. Dan Mama pasti tau, kenapa seseorang memilih terjun dari kapal dan berenang ke tepi pantai, dari pada harus bertahan di kapal yang hampir karam?" jawab Kenzo dengan berbalik bertanya. Menggugah pola pikir Mama Nuritha sebagai seorang wanita. "Mengenai kehamilan Calina, dari awal Kenzo sudah katakan, dia tidak tau jika dia sedang hamil!"


Mama Nuritha menarik nafas dalam. Ia tau semua penjelasan yang di maksud putranya. Tapi menerima seorang janda beranak satu untuk menjadi menantunya sepertinya bukan hal mudah.

__ADS_1


Ia memang sangat ingin putra sulungnya itu segera menikah dan memiliki anak. Ia sudah tak sabar untuk bisa menimang cucu di usianya yang sudah 56 tahun. Tapi jika harus memiliki cucu tiri rasanya juga bukan hal yang mudah untuk kehidupan sosialitanya.


"Sebenarnya apa kurangnya Janne untuk kamu, Ken?" tanya Mama Nuritha, "dia cantik, pintar, single dan juga berasal dari kalangan yang sama dengan kita. Apalagi kalian bersahabat sejak kecil!" lanjut Mama Nuritha. "Kamu juga tau seperti apa perjuangannya untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari sekedar sahabat dari mu. Dia hanya menunggumu selama ini, Ken!"


"Kenzo sudah memikirkan semua matang - matang, Ma. Dan justru karena kami bersahabat sejak kecil, Kenzo tak ingin merusak hal itu." jawab Kenzo. "Karena menikah dengan sahabat juga belum tentu membuat hubungan kami jauh lebih baik."


Menarik nafas dalam dengan penuh rasa kecewa, "Apa kamu lupa, dia pernah terluka karena menyelamatkan kamu?" tanya Mama Nuritha memutar memory lama Kenzo bersama si rambut pirang.


"Apakah semua kebaikan sahabat harus di balas dengan menuruti semua keinginannya?" tanya Kenzo balik. "Haruskah Kenzo membalas kebaikan Janne dengan sebuah cinta palsu?"


Kenzo berucap dengan menatap dalan sepasang bola mata Mama Nuritha.


"Itu tidak akan hanya melukai dirinya, melainkan menyiksa Kenzo, Ma!"


"Tapi tulang belakang belakang Janne?"


"Kenzo sudah menyiapkan pengobatan terbaik di Amerika. Janne ada pekerjaan di sana beberapa bulan lagi. Jadi sekaligus berobat agar tulang belakangnya kembali normal."


"Kenzo! Tidak semudah itu, Ken!"


"Apa orang tuanya juga setuju?"


"Ya, mereka sudah setuju!" jawab Kenzo cepat.


Mama Nuritha memicingkan matanya. Seolah tak percaya dengan jawaban Kenzo.


' Apa mungkin Jeng Nayra semudah itu melepas putri nya pergi jauh kesana dan melepas Kenzo? '


Tanya Mama Nuritha dalam hati. Rasanya tidak akan semuda itu memutus niat Janne untuk mendekati Kenzo. Mama Nuritha tau kegigihan Janne untuk mendapatkan Kenzo selama ini.


"Apa Janne sudah tau kamu akan menikahi Calina?"


"Ya, Ma! Kenzo tidak bisa lagi menyembunyikan siapa Calina di depan Janne! Kenzo tidak ingin memberi harapan palsu untuk Janne!"


Mendengar jawaban Kenzo yang terdengar tegas, lugas dan jelas itu, seisi ruangan semakin hening. Empat manusia di dalam ruang tengah rumah Adhitama itu hanya saling lirik satu sama lain.

__ADS_1


Sedari tadi Gilang dan Tuan Adhitama hanya menjadi pendengar percakapan antara ibu dan anak itu. Dua lelaki itu memilih diam di banding harus ikut berpendapat. Mengingat semua memang sangat rumit.


Hubungan keluarga Adhitama dan keluarga Janne terjalin sangat baik. Serangkaian kerja sama yang selalu mencapai kesepakatan dan kesuksesan tentu di khawatirkan jika sampai hubungan mereka memburuk.


Selain dua orang lelaki yang hanya menjadi pendengar, juga ada satu lagi yang menjadi pendengar di balik dinding.


Dialah Calina Agasta. Ia datang ke rumah Papa Adhitama, guna memberikan hasil masakannya untuk calon mertuanya dengan meninggalkan Clarice di apartemen bersama Mama Shinta.


Namun siapa sangka ia justru mendengar obrolan paling menyakitkan. Setelah Kenzo melamarnya semalam, ternyata sebenarnya Mama Nuritha belum bisa menerimanya statusnya sebagai janda, dan orang kampung.


Mendengar apa yang di obrolkan dua orang di ruang tengah, membuat kaki Calina bergetar. Seperti tak bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Sikap Mama Nuritha jelas berbeda dengan sikap almarhum Mama Reni. Mertua yang mencintainya seperti anak kandung sendiri sejak awal.


Calina yang tak sanggup lagi mendengar kelanjutan obrolan mereka, memilih untuk membawa rantang makanan ke arah dapur. Meletakkannya di atas meja makan. Menitipkan pada seorang pembantu di dapur yang sedang memasak.


Setelah itu ia keluar dari rumah megah tiga lantai itu. Menunggu taksi yang ia pesan melalui aplikasi. Tanpa terasa, air mata menetes begitu saja.


Ketika ia menikah dengan laki - laki yang tak mencintainya, ia mendapatkan mertua yang berhati malaikat.


Namun saat ia hendak menikah dengan lelaki yang mencintainya apa adanya, justru ia mendapati calon mertua yang sebenarnya tak menginginkan dirinya.


Calina sudah di dalam taksi online, duduk di bangku belakang dengan melamun. Apa yang harus ia lakukan untuk mengambil hati orang tua Kenzo.


Apalagi sebelum ini, ia sempat di datangi Janne, gadis berambut pirang yang menjadi sahabat Kenzo. Wanita yang selalu menempel pada Kenzo di manapun berada.


šŸ„ Flashback Off . . .


Kembali pada Ballroom hotel bintang lima yang megahnya luar biasa. Kini Calina dan Mama Nuritha saling melempar senyum dari jarak sekian meter.


Batu karang yang pernah menghalangi kapalnya untuk berlayar itu kini menjadi Ibu peri dalam kegelapan. Menjadi penutur terbaik setelah Mama Shinta.


"Happy Birthday to you..."


Di tengah lamunan Calina tentang masa lalu, tanpa terasa kini semua teman - teman Clarice sudah berkumpul di depan meja untuk menyayikan lagu selamat ulang tahun.


...🪓 Happy Reading 🪓...

__ADS_1


__ADS_2