Cinta Yang Tak Ku Rindukan

Cinta Yang Tak Ku Rindukan
Part 46 ( Siapalah Diri Ini? )


__ADS_3

šŸ„ Di Ibukota...


Kenzo dan Calina kembali menjalani rutinitas seperti biasa. Calina tetap tinggal di apartemen Kenzo tanpa bekerja. Tentu saja atas perintah Kenzo. Dan Kenzo akan mendatangi saat jam pulang kantor tiba. Untuk kemudian makan malam bersama.


Soal keuangan, Kenzo tetap mengambil alih akan hal itu. Jika sebelumnya ia mentransfer 15 juta perbulan. Sejak kembali dari kampung, Kenzo mentransfer 20 juta setiap bulannya. Sangat banyak bagi seorang Calina yang terbiasa hidup dengan nominal seperempat dari itu.


Sudah dua bulan lamanya sejak kembali dari kampung mereka menghabiskan hari di Ibukota. Itu artinya sudah empat bulan mereka saling mengenal dekat. Dimana kini usia kandungan Calina sudah menginjak hampir enam bulan.


Perut yang semula datar, kini mulai terlihat. Dan kini ia lebih suka memakai dress atau baju - baju untuk ibu hamil. Yang ia beli secara online menggunakan uang Kenzo.


Hanya saat akhir pekan saja ia akan di ajak Kenzo untuk keluar belanja kebutuhan apartemen, sambil belanja baju di toko secara langsung. Selebihnya, ia memilih untuk diam di apartemen.


Namun apa yang terjadi ketika laki - laki dan perempuan terlalu sering bersama, terlalu sering di kunjungi, terlalu sering berbincang. Bahkan menjadikan orang itu satu - satunya tempat untuk berbagi cerita?


Hal itu akan membuat salah satunya merasa kehilangan, manakala jika tak bertemu walau sehari saja. Entah itu rindu atau apa, yang jelas perasaan aneh akan menyelimuti hati yang mulai goyah akan... Yaa.. Begitulah.


Itulah yang di rasakan Calina, saat Kenzo tak datang ke apartemennya. Ia gelisah, sedih, kesepian dan rindu...


Seperti hari itu. Sudah empat hari Kenzo tak mendatanginya sama sekali. Padahal biasanya hanya sehari Kenzo melewatkan untuk datang. Atau saat Kenzo ada urusan ke luar kota atau bahkan luar negeri. Itu pun selalu pamit pada Calina.


Ingin rasanya ia menelpon. Tapi apa tidak terlihat norak atau terlalu berharap? Memalukan sekali bukan, jika wanita menghubungi lebih dulu?


Calina duduk di sofa ruang tamu sembari memainkan ponselnya. Hanya ponsel dan televisi temannya sehari - hari. Dan area dapur dimana ia bertengkar dengan perabot dapur yang beraneka ragam.


Karena sesekali ia juga akan memasak untuk sarapan atau makan siang. Karena untuk makan malam, selalu ada pelayan restoran yang datang mengirim makanan sehat. Tentulah di bawah perintah Kenzo.


Atau bahkan lelaki itu akan datang sendiri dengan membawa makanan serta susu untuk ibu hamil.


Ya, sebegitu perhatiannya seorang Kenzo pada sosok Calina yang hanya seorang gadis desa. Yang bahkan pernah di sia - siakan lelaki yang ia cinta.


Keesokan harinya, Kenzo belum juga ada kabar. Meski makan malam kiriman Kenzo tak pernah terlewatkan. Padahal jika weekend seperti ini, biasanya Kenzo akan datang pagi - pagi sekali dengan baju olah raganya.


Jam dinding menunjukkan pukul 11 siang. Calina yang kesepian memutuskan untuk membuang bosan dengan keluar apartemen untuk berjalan - jalan di mall sebelah.


Ini kali pertama ia keluar dari kandang dan berjalan - jalan di mall seorang diri. Biasanya ia hanya keluar bersama Kenzo di kala weekend.


Jika biasanya tujuan utamanya adalah memasuki supermarket, kini gadis itu tampak memuaskan diri untuk membeli cemilan di area food court. Kenyang sudah perut Calina.

__ADS_1


Ia melanjutkan langkahnya, hingga sampai di depan galeri baby shop. Ia usap perutnya yang terlihat mungil. Dimana permukaan perut itu mulai bergerak - gerak kecil.


' Sepertinya sudah saatnya untuk belanja keperluan bayi... '


Gumam Calina. Berfikir sesaat dan langsung masuk ke dalam galeri. Berbagai pilihan perlengkapan bayi sangat terlihat lucu dan menggemaskan.


Dokter mengatakan jika Calina tengah mengandung anak perempuan. Hanya saja ia belum yakin sepenuhnya. Mengingat banyak kasus terjadi perubahan jenis kelamin di trisemester terakhir.


Sehingga untuk saat ini Calina memilih beberapa perlengkapan bayi yang bersifat netral.


Puas berbelanja, Calina keluar dari baby shop dengan menenteng dua paper bag berukuran sedang dan kembali berjalan - jalan seorang diri.


Butuh mental yang kuat untuk seorang ibu hamil berkeliling seorang diri di dalam mall sebesar itu. Beberapa pasang mata memang terlihat berulang kali melirik ke arah perutnya. Tapi selama ia tak mendengar kalimat yang menyinggung, Calina tidak peduli.


Langkah demi langkah mengantarnya untuk melewati restauran mewah yang ada di dalam mall. Sepasang mata melihat barisan gambar beserta nama makanan yang disajikan di dalam restauran itu.


Melihat harganya saja, Calina lebih memilih untuk melipir. Bukan karena tidak sanggup membayar. Uang dari Kenzo bisa membuat dirinya terlihat setara dengan mereka - mereka yang ada di dalam sana.


Tapi ia memilih tidak menggunakan uang itu untuk sesuatu yang mahal dna berlebihan. Toh Kenzo sering membawakan makanan dari restauran mahal untuknya.


Lagi pula ia mendapat uang sebesar itu secara cuma - cuma dari Kenzo, bukan hasil keringat sendiri. Apa yang harus ia banggakan selain bersyukur akan nikmat Tuhan yang mempertemukan dirinya dengan lelaki berhati malaikat seperti Kenzo?


"Mas Kenzo!" pekik Calina lirih.


Sosok lelaki dengan pakaian casual yang sangat mirip dengan Kenzo duduk di hadapan seorang gadis yang entah seperti apa wajahnya.


Rambutnya pirang dengan panjang melebihi bahu. Baju yang melekat di tubuhnya terlihat sangat trendi dan mahal. Tas kecil yang ada di atas meja pun terlihat bermerk. Jelas itu wanita yang berkelas.


"Aku yakin itu Mas Kenzo!" lanjut Calina semakin mendelik. "Dengan siapa dia?"


Ia segera memutari dinding kaca, untuk bisa melihat lebih jelas jika yang ada di dalam sana adalah benar Kenzo. Semakin dekat jarak Calina dengan meja yang di tempati Kenzo, Calina semakin yakin jika itu adalah Kenzo. Ia hafal jam tangan rolex yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Calina menoleh gadis yang sedang bersama Kenzo. Menautkan sepasang matanya untuk menelisik wajah putih mulus tak bercela gadis itu.


' Siapa dia? cantik sekali! '


Gumam Calina dalam hati.

__ADS_1


' Apa karena gadis itu, Mas Kenzo tidak pernah lagi menemui ku akhir - akhir ini? '


' Bahkan ia tak mengirim pesan satupun untukku? '


Miris hati Calina melihat penampakan di depan mata.


Calina memperhatikan dengan seksama gadis cantik yang terlihat seumuran dengan Kenzo. Dari segi penampilan luar, sangat pantas bersanding dengan seorang Kenzo, CEO perusahaan terbesar di Ibukota.


Calina menunduk, melihat diri ujung kakinya yang hanya memakai flat shoes kelas menengah ke bawah. Kemudian naik melihat dress yang ia kenakan tak lebih dari baju hamil yang ia beli melalui online shop. Dan semakin miris saat melihat perutnya yang buncit.


' Mana mungkin perhatian yang aku dapat dari seorang Kenzo Adhitama adalah perhatian karena.... Cinta? '


Lirihnya dalam hati. Bibirnya menyungging senyum miris. Awan meruntuhkan dirinya begitu saja, setelah sempat di bawa burung terbang ke langit.


' Siapalah diri ini yang mengharapkan gunung emas seperti mu... Aku hanyalah benalu yang merepotkan! '


Lanjutnya bergumam dalam hati. Menatap lesu pada dua anak manusia yang tampak asyik mengobrol.


Terlihat gadis di depan Kenzo sangat bahagia berbincang dengan Kenzo. Berulang kali terlihat tertawa dan berulang kali pula memegang tangan Kenzo. Terlihat keduanya sangat akrab. Meski Kenzo tetao dengan wajah dingin yang khas, dan hanya sesekali menyungging senyum samar.


Air mata menetes begitu saja dari pelupuk matanya. Hati seorang Ibu hamil memang sangat rapuh. Melihat mimpi yang terhempas begitu saja rasanya sangat berat untuk ia rasakan.


Dengan langkah gontai, Calina memilih untuk kembali ke apartemen. Sepanjang perjalanan, ia hanya terlihat seperti orang ling lung yang hanya mengikuti langkah kaki. Tanpa tau jika di sekitarnya sangat ramai oleh orang berlalu lalang.


Di dalam lift pun, ia hanya menunduk. Menatap kosong pada pantulan dirinya dari dinding lift. Ia bahkan menekan pin pintu apartemen dengan sangat malas.


"Setidaknya Mas Kenzo adalah lelaki terbaik yang rela meminjamkan tempat ini untuk aku tinggali!"


Gumamnya masuk ke dalam apartemen dan kembali merasakan sepinya hari.


...🪓 Happy Reading 🪓...


āœļø Aw aw aw! Siapa dia? šŸ¤”


Apa hubungan mereka? 🄺


Nantikan terus kelanjutan kisah Calina Agasta dan Kenzo Adhitama! 🤩

__ADS_1


Lalu dimana Zio dan Naura? Emmm..... šŸ¤”šŸ¤”


__ADS_2