
Kakak beradik, Kenzo dan Gilang hari itu memiliki aktivitas masing - masing. Sibuk dengan kesibukan sendiri - sendiri.
Jika Gilang tengah bersama Zahra untuk mendatangi Rumah Sakit Ibukota, maka ada Kenzo yang menemani Calina dan Clarice berbelanja di super market yang ada di dalam mall dekat apartemen.
Berbelanja kebutuhan di super market memang sering mereka lakukan bersama. Sekaligus membelikan keperluan Clarice.
Dan kali ini, sengaja setelah menjemput Clarice di sekolah, Kenzo janji bertemu Calina di super market biasa. Guna berbelanja kebutuhan bulanan yang kadang habis sebelum waktu belanja tiba.
Dengan meninggalkan Galen bersama Mama Shinta dan baby sitter di rumah. Kini ketiganya sudah sibuk memilih kebutuhan mereka masing - masing.
"Mommy, aku mau biskuit ini!" ujar Clarice yang memasukkan biskuit ke dalam troli yang di dorong oleh Calina.
"Ok, sayang!" jawab Calina membiarkan Clarice memasukkan beberapa biskuit kesukaannya.
Sementara itu di belakang Clarice ada Kenzo yang baru saja mengikuti langkah Clarice dari gondola snack. Di tangan laki - laki itu ada Shaving Foam yang kemudian ia masukkan pula pada troli belanja.
"Biar aku bantu!" Kenzo merebut gagang troli dari tangan Calina.
Namun baru juga di dorong dua meter, Clarice yang masih mengenakan seragam sekolah itu kembali merengek pada sang Ayah untuk mendatangi tempat lainnya.
"Daddy! Aku mau beli kue yang ada di sana!" ujarnya menunjuk bagian super market yang di penuhi berbagai jenis cake & bakery. Mulai dari kue tart, dan roti jenis lainnya, juga kue basah pun ada.
"Ok, girl!" jawab Kenzo yang selalu menuruti keinginan putri sambungnya itu.
"Biar aku dorong sendiri, Mas.." Calina kembali meraih gagang troli yang baru dua menit di pegang suaminya.
"Baiklah..." jawab Kenzo, kemudian meraih tangan Clarice untuk di gandeng mendekati area kue.
"Kamu mau yang mana?" tanya Kenzo mulai mengikuti langkah mungil Clarice berkeliling di area cake & bakery.
"Daddy? Clarice boleh tidak minta kue ulang tahun?" tanya Clarice yang berdiri di depan showcase kue tart, yang di isi dengan berbagai ukuran dan bentuk. Dari bentuk karakter lucu, hingga tart berhias bunga - bunga yang romantis.
"Untuk apa?" tanya Kenzo yang merasa kue tart hanya untuk momen ulang tahun saja.
"Mereka sangat lucu...." jawab Clarice dengan nada menggemaskan. Menunjuk beberapa kue tart yang berbentuk karakter. Dan karakter Unicorn selalu menjadi favorit bocah lima tahun itu.
__ADS_1
"Yang mana?" tanya Kenzo lebih jelas. Ia tau Clarice menunjuk kue tart berhias Unicorn. Hanya saja ada beberapa model dan ukuran di dalam showcase.
"Clarice mau yang kecil, Daddy! Yang warna - warni!" ujarnya bahagia.
Maka Kenzo pun membuka showcase dan mengeluarkan sebuah kue tart berdiameter 16 cm, dengan hiasan Unicorn yang mempercantik tampilan brownis hitam itu.
"Yeay!" seru Clarice.
"Kita bawa ke Mommy!" ucap Kenzo.
***
Sementara Calina yang masih sibuk mengambil beberapa barang yang ia butuhkan, di kagetkan oleh suara seseorang yang menyebut namanya.
"Calina?"
Seseorang terdengar sangat lirih menyebut namanya dari arah belakang.
Mendengar suara yang tak asing namun lama tak pernah terdengar, membuat tubuh Calina membeku untuk sesaat. Rasa tak percaya namun terdengar sangat nyata menyeruak di dalam dirinya. Pelan - pelan ia menoleh ke belakang.
Bagi Calina, satu hal mengejutkan ketika tiba - tiba kembali melihat ketampanan Zio yang seolah tak pernah berkurang di makan usia. Membuat Calina kembali teringat dunia yang ia jalani enam tahun silam.
Dan bagi Zio, Calina pun sama. Tetap cantik meski terlihat sedikit lebih berisi di banding enam tahun yang lalu.
Potongan memori masa lalu benar - benar berkelebat di depan mata mereka masing - masing.
Calina dengan memori nya di hari pernikahan, kemudian berlanjut dengan saat ia mengetahui Zio sudah memiliki istri lain, dan di lanjut dengan sikap dingin laki - laki itu selama satu tahun lamanya. Terakhir memori saat pertama kalinya dirinya di hanyutkan dalam sebuah malam yang membuat dirinya menangis sepanjang hari. Dan berlanjut hingga sikap baik, untuk kemudian berakhir dengan hari perceraian.
' Sungguh memori cinta yang tak pernah ku rindukan... '
Lirih sang bunga desa di dalam hati.
Sedang memori yang melintas di benak Zio adalah momen saat ia mengucap janji suci di depan penghulu, di lanjut dengan saat Calina mencium tangannya. Kemudian pada masa di mana ia tak pernah menganggap suara gadis itu benar - benar ada di dalam rumahnya.
Dan tiba - tiba saja dia merasakan tidak suka atau mungkin cemburu saat melihat Kenzo menoleh Calina di malam pesta ulang tahn perusahaan. Hingga membuat dirinya berpura - pura mabuk. Dan niat untuk membuat Calina tak lagi menjadi istri perawan pun muncul di benaknya begitu saja.
__ADS_1
Dan dari malam itu, gadis itu terus saja menyusupi pikirannya. Hingga ia benar - benar luluh semasa di Rumah Sakit. Saat semua yang ia cintai pergi meninggalkan dirinya. Dan momen sidang mediasi yang tak di hadiri Calina ikut muncul di dalam sang General Manager.
Sejak saat itu, keduanya tak lagi bertemu. Dan kini kembali bertemu dengan situasi yang sangat membuat keduanya canggung.
Semua terjadi bak adegan slow motion, di tengah keramaian para pengunjung super market yang berlalu lalang.
"Mas Zio..." lirih Calina hingga hanya bisa terdengar samar di telinga Zio.
"Hai, Cal..." sapa Zio tersenyum kaku, "apa kabar?"
"Hai, Mas. Aku baik." jawab Calina ikut merasa canggung. "Bagaimana kabar kamu dan Naura?" tanya Calina ragu, namun ia harus menanyakan hal itu.
Zio mengangguk lemah sembari menatap ke arah bawah, "aku baik!" jawabnya singkat.
"Naura?" tanya Calina merasa tak mendapat jawaban dari Zio.
Menarik nafas panjang, kemudian menghelanya pelan, "Naura sudah meninggal.." lirih Zio.
"Innalilahi wa'inaillaihi roji'un..." sahut Calina cepat. "Sejak kapan, Mas?"
"Beberapa bulan yang lalu.."
"Aku turut berduka cita, Mas."
"Iya, Cal..." jawab Zio.
Kemudian keadaan seolah sunyi, namun secara tidak sengaja, mata Zio menatap isi troli belanja Calina yang sudah di penuhi beberapa barang rumah tangga. Dan ada beberapa barang yang menarik perhatiannya.
"Kamu...." Zio menatap lekat wajah Calina.
Calina sedikit membuka mata melihat Zio yang seolah tak melanjutkan pertanyaan nya.
"Apa, Mas?"
"Kamu sudah menikah?" tanya Zio menunjuk Shaving foam dan beberapa snack anak - anak di dalam troli.
__ADS_1
...🪴 Happy Reading 🪴...