Cinta Yang Tak Ku Rindukan

Cinta Yang Tak Ku Rindukan
Part 55 ( Disneyland Party )


__ADS_3

Waktu terus berlalu. Matahari berulang kali datang dan pergi. Menandakan hari terus berganti. Usia setiap manusia pun terus bertambah seiring berjalannya waktu.


Pagi itu hari Minggu, semua anggota keluarga tengah sibuk mempersiapkan perlengkapan ulang tahun Clarice yang ke - 5 di salah satu Ballroom hotel bintang 5.


Calina dan Kenzo mengundang seluruh teman sekolah Clarice yang ada di Internasional School terbaik di Ibukota. Tak lupa, Gilang dan orang tua mereka pun akan datang siang itu.


Mengusung tema Disneyland, maka saat ini putri sulung Calina tengah di rias ala Putri Aurora dengan gaun pink nya yang mengembang hingga mata kaki, serta rambut kuning yang panjang bergelombang. Sebuah mahkota bertahta di atas rambut palsunya.


Di sampingnya ada Mommy Calina yang mengenakan gaun Cinderella berwarna biru. Rambut hitam alaminya pun di sanggul ala Cinderella saat menghadiri pesta sang Pangeran di malam itu. Dimana konon katanya sepatu kaca menjadi jembatan pertemuan mereka berikutnya.


Menelaah kisah Cinderella di negeri dongeng, maka sebenarnya Calina sendiri seperti Cinderella di dunia nyata, dengan meninggalkan kisah Ibu tiri Cinderella yang kejam.


Dimana si gadis desa itu pada akhirnya di nikahi pangeran kaya raya di Ibukota. Dan nasib pun berubah seratus delapan puluh derajat. Dari bekerja dengan gaji hanya 5 juta saja, kini hanya perlu bersantai di rumah untuk mendapatkan 100 kali lipatnya.


Wanita yang pernah di anggap sebagai sampah oleh suaminya sendiri itu, kini justru menjadi Nyonya Muda seorang konglomerat. Apa yang ia inginkan bisa saja terwujud hanya dalam sekali berkedip. Tapi Calina bukanlah perempuan yang di didik untuk menghambur - hamburkan uang.


Jika di kamar itu ada dua perempuan beda usia sedang berhias ala putri Disney. Maka di kamar satunya ada dua lelaki yang sudah siap dengan baju ala raja dari negeri dongeng. Dan seorang lelaki kecil dengan baju khas pangeran dari negeri yang sama.


Gilang menggendong sang keponakan laki - laki yang berusia 2 tahun itu di lengan kirinya. Sementara Kenzo siap menjemput putri kecilnya, yang hari ini akan menjadi ratu sehari.


Langkah tegap kakak beradik itu menghampiri kamar sebelahnya. Dimana para wanita kabarnya sudah siap untuk menghadiri pesta sang Nona kecil.


"Hai..hai..hai!" seru Gilang membuka pintu tanpa sebuah ketukan.


Reflek, Calina yang sedang berdiri di depan cermin besar pun menoleh ke samping untuk melihat siapa yang datang. Dan segera memposisikan diri, saat melihat suaminya ada di belakang si pembuat onar.


Tersenyum manis, menunjukkan kesempurnaan penampilannya siang itu. Dan hanya dengan senyum manisnya itu, berhasil membuat Kenzo tak berkedip melihatnya untuk beberapa saat.

__ADS_1


Hingga aksi saling tatap dan melempar senyum penuh arti itu teralihkan oleh ulah Clarice yang menggemaskan.


Saat sang Ibu mencari perhatian Daddy tirinya, Clarice justru bersorak senang ketika melihat siapa yang datang. Dengan gaun pink nya yang terlihat begitu mewah, Clarice melompat kecil sembari berputar - putar pelan.


"Uncle, lihat gaunku!" serunya memamerkan gaun ulang tahun yang di buat khusus dirinya pada Gilang.


"Oh my God, you're so beautiful!" seru Gilang mengagumi sang keponakan tiri yang memang kecantikannya menurun dari sang Ibu. Dan Gilang selalu antusias akan tingkah polah dua keponakannya itu.


"Are you ready?" sahut Kenzo menghentikan tarian Clarice yang menarik semua sorot mata di dalam kamar itu. Ia dekap kedua lengan Clarice, menatap lembut sang putri.


"I'm ready!" serunya tersenyum bahagia.


"Let's go!" ujar Kenzo meraih tangan mungil dan membawa sang gadis kecil keluar dari kamar. Sedang tangan kanannya terangkat keatas untuk di dekap sang istri.


Lima orang yang menjadi pionir dalam acara ulang tahun itu pun beriringan keluar kamar, dan masuk ke dalam lift yang sama.


Sementara di Ballroom, sudah ada beberapa tamu undangan yang datang. Terutama para anggota keluarga dekat.


Di bagian depan, sudah ada back drop dengan berhias balon - balon dan rangkaian pernak pernik yang menunjukkan tema Disneyland. Sebuah nama terukir di papan putih, untuk menunjukkan pesta siapa yang sedang berlangsung.


...Happy 5th B'day...


...Brighta Clarice Agasta...


Meja persegi panjang dengan kue tart 5 tingkat sudah bertengger dengan megahnya bersama berbagai hiasan bernuansa Princess Aurora.


Di pojok ruangan, ada hiburan berupa orkestra yang menyanyikan lagu - lagu bernuansa ceria dan familiar di telinga anak - anak.

__ADS_1


Kenzo, Calina, Clarice dan Galen yang berada di lengan Gilang memasuki Ballroom melalui pintu samping. Melewati ruangan khusus sang punya hajat.


Kehadiran mereka tentu di sambut meriah oleh beberapa tamu yang sudah hadir. Sebuah lagu berjudul Selamat Ulang Tahun dari Jambrud di nyanyikan dengan nada yang cukup halus oleh sang Vokalis untuk menyambut kedatangan Clarice notabene nya adalah anak - anak.


Calina cukup terpukau melihat betapa megah EO mempersiapkan acara ulang tahun untuk putrinya. Ia tak percaya jika Kenzo mengeluarkan budget sedemikian untuk acara ulang tahun Clarice.


Sepintas ia teringat momen lima tahun lalu. Di hari yang sama, di jam yang berbeda, ia berjuang untuk melahirkan putrinya tanpa di dampingi seorang suami. Hanya ada Mama Shinta yang menjadi penguat genggaman tangannya.


Sementara Kenzo, hanya bisa menunggu di luar ruang bersalin. Karena ia bukanlah ayah kandung sang bayi. Juga bukan suami Calina.


Segala rasa sakit, perih, dan tulang yang serasa di remukkan pun ia rasakan seorang diri. Tanpa sosok suami, ataupun ayah dari anaknya.


Menyakitkan dan menyedihkan memang, namun itu adalah takdir yang ia pilih, di banding harus menghubungi Zio dan memberi tahukan semuanya. Tentu Calina menolak keras akan hal itu.


Kehidupan pasca melahirkan yang melelahkan pun hanya ia rasakan berdua bersama sang Mama di apartemen kecil. Hingga Kenzo yang melihat keduanya kelelahan pun, mencari pembantu paruh waktu.


Lima tahun lalu, semua kesulitan yang ia rasakan, di ringankan oleh sosok Kenzo. Semua keluh kesah ia obrolkan pada Kenzo. Sampai akhirnya ia merasa jika Clarice tidak akan kehilangan sosok Ayah di dalam hidupnya.


Calina menoleh Kenzo yang masih menggandengnya untuk mendekati meja kue tart. Tatapan sendu dna penuh cinta.


Semua kesulitan di masa lalu, terasa sangat mudah saat mendengar Kenzo memanggilkan Clarice dengan sebutan Daddy pada dirinya.


Sesaat ia tak percaya dengan cara Kenzo memperkenalkan diri pada Clarice. Semua terasa seperti mimpi. Apalagi semua terjadi di saat keduanya hanya menjalin hubungan tanpa status. Apalagi bayang - bayang gadis berambut pirang sebahu terus membayangi pikiran Calina.


"Ada apa?" tanya Kenzo menoleh Calina di sisi kanan.


Calina menggeleng pelan, dengan seulas senyuman bahagia.

__ADS_1


Kenzo kembali menghadap lurus ke depan setelah membalas senyuman Calina. Dan langkah pun semakin dekat dengan meja kue tart.


...🪴 Happy Reading 🪴...


__ADS_2