Cinta Yang Tak Ku Rindukan

Cinta Yang Tak Ku Rindukan
Part 156 ( Bagai Obat Nyamuk )


__ADS_3

Duduk di tepian kolam renang yang memiliki kedalaman 125 cm, Tiga remaja duduk berdampingan dengan memasukkan kaki mereka ke dalam kolam renang. Menggerak-gerakkan kakinya guna menabrak air dan menimbulkan buih dan cipratan. Di mana posisi sang pemuda berada di antara dua gadis cantik, Felia dan Clarice.


Obrolan yang semula hanya dominan antara Clarice dan Arsen, kini mulai terlihat mengobrol bertiga. Arsen memang pemuda yang cukup humble dan mudah untuk beradaptasi.


Obrolan semakin meluas ketika Arsen dan Felia mengenal satu orang yang sama. Pemuda bernama Haris yang di ketahui sebagai anak pelayan di rumah tetangga Arsen, ternyata kakak kelas Felia.


Setelah merasa cukup dengan obrolan opening yang cukup panjang, Arsen mulai berniat untuk kembali berlatih renang bersama Clarice. Ia pun memasukkan tubuhnya ke dalam kolam renang sedalam 125 cm itu.


"Cla? Ayo!"


Ajak Arsen pada Cla yang terlihat masih santai duduk di tepian kolam. Dan justru terlihat nyaman menatap langit biru di atas sana. Entah, bayangan apa sedang di gambar Cla di atas sana. Arsen tak bisa menggambarkan.


"Ayo!" paksa Arsen menarik kedua tangan Clarice, hingga sang gadis masuk ke dalam kolam secara terpaksa.


"AAA!" teriak Clarice yang kaget dengan ulah Arsen. Hingga keduanya masuk ke dalam air bersamaan.


Jika dulu, mungkin Arsen akan langsung seperti di terpa gelombang tsunami ketika mengalami hal ini. Tapi sekarang ia sudah bisa menguasai diri ketika berada di dalam air kolam renang. Meski ia belum bisa berenang gaya apapun juga.


Byuurrr!


Arsen dan Clarice sama-sama keluar dari dalam air dengan Arsen yang langsung tertawa puas karena berhasil mengerjai sang pelatih renang.


"ARSEN!" teriak Clarice kesal, dan semakin kesal melihat tawa puas Arsen.


"Hahahaha!" gelak Arsen lagi dan lagi.


"Rasakan ini!" ujar Clarice sembari kembali masuk ke dalam air, dan ia merambat di lantai.


Dengan tangan kanannya ia tarik dengan kuat kaki kanan Arsen hingga Arsen kewalahan. Ia tidak kuat menahan tarikan Clarice yang sangat kuat. Jika tidak terjadi di dalam air, Arsen sudah pasti bisa dengan mudah menyingkirkan tangan Clarice.


Tapi ini di kedalaman... Lokasi yang menurut Arsen masih terasa cukup angker dan menyeramkan untuk titik tertentu dan momen tertentu. Seperti halnya sekarang. Di mana tanpa aba-aba kaki kanan nya di tarik dari dalam air. Dan entah mengarah ke mana.


"Clarice!" seru Arsen sebelum punggung serta tubuhnya terjebur ke dalam kolam. Dan memunculkan buih-buih berukuran besar serta cipratan air yang sampai mengenai Felia.


Arsen sangat kewalahan. Ia sampai kembali merasakan takut luar biasa. Namun hati kecilnya berkata jika Clarice tau titik lemah dan tau sejauh mana kemampuannya.


Tanpa di sadari oleh Arsen dan Clarice, apa yang mereka lakukan sejak bertemu hingga saat ini masih menarik perhatian seorang gadis. Gadis yang sampai saat ini masih duduk di tepi kolam renang. Dengan hanya menatap dua anak muda itu dengan senyuman lirih.


Sang gadis terlihat sangat mengagumi sosok Arsenio Wilson. Setiap gerak gerik sang pemuda menarik ekor mata Felia. Dan angan-angan tidak masuk akal bermunculan di sana.


Sebelum ini, Felia sudah beberapa kali melihat Arsen. Yaitu ketika di arena balap, saat pertama kali ketika sang pemuda membuka jati dirinya. Dan memperkenalkan dirinya sebagai Arsenio Wilson.


Sejak saat itu, Felia berhasil menemukan instagram Arsen melalui instagram Clarice. Felia tidak memfollow, tapi sang gadis beberapa kali mengunjungi akun instagram Arsen dan melakukan scroll. Menamatkan satu persatu foto-foto yang di bagikan oleh Arsen sejak akun itu di buat pertama kali.


Salah satu foto yang membuat Felia iri adalah ketika Arsen memposting foto dirinya bersama Clarice setelah acara balap waktu itu. Karena tidak ada lagi bersama seorang gadis selain foto itu.


Dan setiap foto yang di pamerkan, sang pemuda selalu terlihat tampan dan menawan. Dan itu menimbulkan kekaguman tersendiri di mata Felia.


Setelah balapan waktu itu, bulan berikutnya Arsen kembali ikut di bulan berikutnya, dan lagi-lagi Clarice datang bersama Naufal. Begitu juga dengan awal bulan ini. Clarice juga tampak datang bersama Naufal dan satu gadis lagi. Yang di perkirakan oleh Felia, itu adalah teman Cla yang bernama Hanna.


Dan yang lebih menarik dari sebelum-sebelumnya adalah, Clarice datang dengan di bonceng oleh Arsen menggunakan motor CBR250RR yang di gunakan pertama kali Arsen membuka jati dirinya di arena balap. Sedang Hanna di bonceng oleh Naufal.


Sontak semua orang beranggapan jika Clarice adalah memang kekasih Arsen. Namun semua itu di bantah oleh Clarice setiap ada yang bertanya pada Cla. Dan jika bertanya pada Arsen, sang pemuda selalu hanya menjawab menggunakan senyuman.


Sadar diri, tentulah Felia tidak berani muncul di hadapan Arsen dan Clarice di setiap kali ia menonton aksi Arsenio Wilson di arena balap. Apalagi ada Naufal yang bersama mereka.


Dan kini... Dunia memberi kesempatan pada Felia untuk bisa melihat sang pembalap dari jarak yang sangat dekat. Dimana pemuda dengan ribuan follower itu duduk tepat di sampingnya. Hanya berjarak tak lebih dari 1 meter saja.


Membuat sang gadis bisa melihat sang pemuda dengan sangat jelas. Garis-garis yang membentuk ketampanan dan kesempurnaan fisik seorang Arsenio Wilson bisa di lihat Felia dengan sangat nyata. Dan itu semakin membuat jantung Felia berdetak lebih cepat dari biasanya. Ada debaran yang tak bisa ia ungkapkan.


Meski begitu ia bisa berbangga diri di hadapan teman-temannya di sekolah yang mengidolakan sosok Arsen di arena balap. Jika bisa ia ingin memiliki kesempatan untuk berfoto bersama entah kini, nanti atau suatu saat.


Tak bosan Felia menatap pemuda yang sejak tadi irit menatapnya. Karena sang pemuda jauh lebih tertarik untuk melihat Clarice di banding dengan dirinya.

__ADS_1


Dan Felia sadar diri akan satu hal ini. Dan sampai kapanpun ia tidak akan memaksakan ha ini, batinnya.


Ketika melihat keduanya bersenda gurau di dalam kolam renang, ingin rasanya Felia menggantikan posisi Clarice. 1 hari saja. Ia ingin menjadi seorang Clarice yang di kelilingi oleh teman laki-laki yang tampan dan kaya raya. Meski mungkin itu tidak akan ada untungnya.


Namun lagi-lagi hangat air kolam yang merendam kakinya menyadarkan dirinya. Jika angan-angan itu hanyalah mimpi semata. Hanyalah sesuatu yang sulit untuk di gapai.


Sang gadis menunduk, tersenyum lirih dan pilu. Meski sesungguhnya Felia bukanlah gadis tanpa fans. Dia cukup di impikan banyak pemuda di sekolah. Bedanya Felia merasa tak ingin menjalin hubungan dengan teman sekolah.


Jika di telaah lebih jauh, siapa yang tak ingin menjadi seorang Brighta Clarice Agasta?


Cantik, sempurna secara fisik, dan juga sempurna secara uang jajan dan kehidupan sosial. Apa yang di inginkan cukup mudah untuk di dapatkan.


BYURR!!


Suara air yang berdebur kembali terdengar. Mengakhiri sebagian lamunan Felia mengenai sosok Arsen dan kehidupan Clarice yang di penuhi dengan keberuntungan, menurut Felia. Namun sang gadis tampak masih asyik menatap dua anak muda yang merendam sebagian tubuhnya di dalam air.


"Awas kamu, Cla!" ucap Arsen. "Kalau aku sudah bisa berenang, aku pasti akan membalas mu..." ujar Arsen menyiratkan air ke wajah Clarice.


"Aku tunggu! weekk!" balas Clarice juga menyiratkan air di wajah Arsen, dengan menjulurkan lidahnya.


"Felia ayo masuk!" ajak Clarice. "Apa yang kamu tunggu?" tanya Clarice yang sudah hampir sampai ke tengah kolam renang. Tidak lagi di tepian kolam.


"Tidak ada!" jawab Felia tersenyum manis.


"Sepertinya dia melamun..." lirih Arsen yang hanya dapat di dengar oleh Clarice saja.


"Mungkin dia terpana olah wajahmu!" jawab Clarice lirih juga.


"Aku memang tampan dan semua orang mengakui akan hal itu." ujar Arsen percaya diri.


"Terlalu percaya diri!" Cla mendorong dada Arsen, hingga tubuh Arsen sedikit doyong ke belakang.


"Haha!" gelak Arsen.


"Iya..." jawab Felia masih dengan senyum yang sama, namun ia sambil berdiri dari duduknya.


"Dia bisa berenang, 'kan?" tanya Arsen pada Clarice.


"Bisalah! Memangnya kamu! bisanya cuma gaya batu!" jawab Clarice.


"Masih untung bisa gaya!" jawab Arsen.


"Tapi bukan gaya batu juga kali!" ketus Cla bersamaan dengan Felia yang meluncur dari tepi kolam dan masuk ke dalam kolam renang yang dalamnya 175 cm.


"Wih!" seru Arsen menatap Felia yang kini sudah bergerak-gerak di dalam kolam renang. Dan tak butuh waktu lama untuk bisa sampai di tepi kolam sebrang.


"Aku benar-benar terlihat seperti badut kalau bersama kalian semua di kolam renang!" gumam Arsen menatap Felia yang kini tengah mengusap wajahnya di tepi sebrang.


"Memang iya!" sahut Cla mendorong pundak Arsen. "Kamu itu bagai badut yang sedang berlatih untuk menghibur penonton!" ejek Clarice.


"Dan itu artinya kamu adalah pelatih badut!" jawab Arsen tak mau kalah. "Yang artinya kamu lebih menggelitik dan lebih lucu di banding dengan badut belajaran seperti ku!" Arsen menjulurkan lidahnya karena merasa menang kali ini. Gelak tawa menyertai kalimat terakhirnya.


"Awas kamu, Arsen! Aku tidak akan membawakan kamu oleh-oleh dari Korea!" ucap Cla.


"Dan aku tidak akan membawakan kamu oleh-oleh dari Amerika!" balas Arsen.


"Dasar buaya darat!" umpat Clarice kesal.


"I don't care..." jawab Arsen terdengar sangat santai dan biasa saja di bilang buaya darat.


"Sebaiknya ayo kita coba berenang ke tepi sana!" ucap Cla menunjuk tepian yang tak jauh dari posisi Felia saat ini.


"Aku belum bisa berenang, Brighta Clarice...:" gemas Arsen meremas air dengan gemas dengan menekan kata ketika menyebut nama Clarice.

__ADS_1


"Kalau begitu... bagaimana kalau aku seret lagi kaki mu?" tawar Clarice. "Aku pasti sanggup membawamu ke tepi sana!" lanjut Cla di sertai dengan seringai nakal dan jahil.


"Lakukan saja! Dan aku akan memanggilmu dengan sebutan Sayang di depan Daddy mu..." desis Arsen mendekatkan bibirnya pada telinga Clarice. Memberikan ancaman yang membuat Clarice seketika naik pitam.


"Dasar pecundang!" seru Clarice menyiram-nyiram kan air ke muka Arsen menggunakan kedua tangannya. "Aku akan memanggilmu anak manja di depan Papa dan Mama mu... dan juga di depan teman-teman satu kelas!" ancam Clarice balik.


"Dan aku akan melakukan hal yang sama!" teriak Arsen sembari menutup wajahnya dari cipratan air oleh Clarice.


Felia menatap lirih pada keromantisan di depan mata. Jika waktu bisa di putar, mungkin sang gadis akan memilih untuk bermain PS saja bersama Galen dan kedua adiknya.


Pertengkaran yang justru terlihat romantis membuat sang gadis bagai obat nyamuk yang terus bergerak, namun tak sekalipun dilihat oleh dua anak muda di sana.


Beginilah Arsenio Wilson dan Brighta Clarice Agasta. Dua anak muda yang sepertinya sulit sekali untuk akur. Tapi takdir di masa depan tidak ada yang tau, bukan?


Kepada siapa kelak cinta mereka akan berlabuh...


Akankah Clarice dan Arsen berjodoh? Atau bahkan mereka berjodoh dengan orang yang tak pernah kita duga sebelumnya?


# # # # # #


Hari libur telah tiba, Dady Kenzo sengaja mengambil libur panjang untuk bisa membawa anak-anak pergi berlibur ke luar negeri.


Pagi telah tiba, dan keluarga Kenzo Adhitama sudah berada di Bandara untuk memasuki Private Jet milik keluarga Kenzo yang siap mengantarkan sang pemilik berkeliling dunia. Tentu saja untuk memberi reward pada anak-anak setelah usaha keras mereka mengerjakan soal ujian semester.


Clarice menarik koper pink nya yang berukuran cukup besar, serta sebuah tas yang menempel pada gagang koper. Sedang di pundaknya terdapat tas selempang kecil yang hanya ia isi dengan ponsel, dompet beserta identitas dan paspor miliknya saja.


Galen dan Dygta pun sama. Mereka membawa masing-masing satu koper dan tas yang menggantung di pundak kiri mereka. Bedanya paspor mereka di bawah perlindungan sang Mommy.


Dan pesawat pribadi milik Daddy Kenzo pun akhirnya mengudara meninggalkan tanah air untuk menghabiskan hari mereka di luar negeri.


Kali ini, tujuan pertama adalah Korea Selatan, untuk menuruti keinginan sang putri sulung yang bermimpi untuk bisa mengenal negara yang terkenal dengan drama dan juga K-POP nya itu secara nyata.


Kurang lebih 14 jam mereka di udara untuk pesawat kembali mendarat di Seoul, Korea Selatan. 3 hari, waktu yang di berikan sang Daddy untuk mereka bisa menikmati kehidupan di Korea Selatan.


Singkat cerita, 3 hari sudah mereka tinggal di negeri ginseng itu. Sudah banyak momen yang mereka lewati di tanah itu. Dan Clarice jelas yang terlihat paling bahagia untuk saat ini. Karena keinginannya terwujud sudah.


Ia bahkan bisa menonton konser girlband K-POP Blackpink dari jarak yang sangat dekat. Dan bahkan Clarice harus membayar cukup mahal untuk sekedar bisa berfoto bersama dengan keempat anggota member Blackpink di back stage.


It's Okay, Cla! Your Daddy has a lot of money!


Selanjutnya mereka akan menuju negeri matahari terbit untuk menuruti keinginan si bungsu yang penasaran dengan negara asal anime Naruto itu. Hampir tiga jam pesawat mengudara untuk tiba di Jepang


3 hari pula waktu yang di berikan oleh sang Daddy untuk merasakan hiruk pikuk kehidupan di negara yang terkenal dengan makanan ikan mentah itu.


Dan sudah banyak pula momen yang di inginkan Dygta terwujud di sana. Bukan hanya Dygta, tapi Clarice juga sangat menikmati momen selama tinggal di Jepang tiga hari.


Mereka bisa berfoto dengan karakter anime favorite mereka di salah satu momen yang sedang di gelar kota Tokyo. Tak lupa mereka juga mengunjungi Disneyland Tokyo untuk mengisi hari kedua mereka di Tokyo.


Puas menikmati kehidupan di Jepang, kini saatnya menuju Singapura untuk mengakhiri liburan mereka dengan menuruti keinginan si putra sulung, Galen Adhitama.


Sang anak laki-laki pertama Daddy Kenzo itu hanya ingin menikmati liburan di negeri tetangga saja. Bermain Universal Studio dan juga menonton konser penyanyi maupun grup music kelas dunia yang sedang melakukan konser di sana.


Agar adil, maka 3 hari pula mereka menikmati kehidupan di negara Singapura. Tidak pernah bosan mereka mengunjungi negara itu. Meskipun sudah berulang kali mereka di ajak Daddy Kenzo ke sana. Entah untuk perjalanan bisnis. Entah hanya untuk menonton konser atau juga hanya untuk berbelanja.


10 hari sudah mereka meninggalkan tanah air untuk mengisi liburan. Sudah banyak cerita yang bisa mereka bawa untuk menjadi kenangan saat mereka kembali tidur di kamar masing-masing.


Sudah banyak pula, foto dan video yang memenuhi postingan mereka di aplikasi berbagi foto. Baik di instagram dan di aplikasi chatting.


Kini saatnya mereka menghabiskan sisa waktu liburan mereka di rumah. Saatnya untuk  kembali mengisi daya yang terasa lelah setelah liburan yang panjang.


Selama itu mereka meninggalkan tanah air. Lantas apakah hubungan Clarice dengan yang lain masih sama, ketika hanya terjalin di dunia maya saja?


Entahlah... semua akan terjawab di next episode.

__ADS_1


...🪴 Bersambung ... 🪴...


__ADS_2