
Reza pulang dengan kesal, rasa marah seolah menggejolak di hatinya. Dia pulang tanpa pamit kepada Bella. Sepanjang jalan Reza mengumpat.
"liat aja, sampai kapan gw di goshting ma dia.. " umpat Reza. " gw ikutin permainannya, lumayan menarik juga.." tawa kesal Reza dalam mobilnya.
Bella yang selesai mandi keluar dan mendapati Reza yang sudah tak ada di rumahnya.
" Lah kemana dia ? udah pulang kayanya". guman Bella.
braaaakkk....
Glen terkejut melihat tampangnya Reza yang kalut.
"lu kenapa Za ?" tanya Glen penasaran dengan keadaan sahabatnya.
buuukkh..
" sial gw di goshting ma cewek Glen.." tawa kesal Reza.
"siapa ?" Glen mendekat Reza yang berbaring di sofa.
"cewek yang waktu itu gw ceritain sama lu,.." Reza menutup mata nya. " gw udh mau nyampe titik ehh dia malah mandi.." bangkit Reza menarik kancing kemejanya.
" yang bner lu, sehebat itu tuh cewek Za ?" tawa riang Glen sambil menepuk-tepuk pahanya.
Malam itu di penuhi Reza dan Glen dengan minum minuman keras. Mereka bercerita sepanjang malam tentang kekecewaan yang baru di alami Reza. Tawa riang Glen mengisi setiap cerita Reza.
Sedangkan Bella, langsung tidur dan sedikit pun tak merasa bersalah. Karna dia pikir cukup sampai disitu toleransi kedewasaannya dalam hubungan yang belum jelas ini.
__ADS_1
Hari berhari di lalu mereka dengan biasa. Reza makin sering mampir kerumah dengan mobil merah yang biasa dia kendarai.
"loh ini bukan mobil Reza ya.. kok ada di depan sini.." Bella melihat sekeliling tempat mobil terparkir. Mobil sport mewah itu terparkir di depan sebuah cafe. Bella melihat sosok yang ingin di lihatnya. Ya.. Reza itulah dia.
"lagi beli Snack rupanya dia.." guman Bella.
"temuin gak yaaa ? Bella berniat menemui Reza yang sedang menikmati coffe di cafe itu.
"Akh gak usah deh.. mending gw mandi, udh lengket ni badan.." mencium tubuhnya. "malukan gw kalau ketemu kaya gini.." tawa Bella melangkah masuk ke dalam gang kontrakannya.
kreeeettt...
*bruuukkk...
"akh lelahnya*.." guman Bella bersandar pada sofa.
tokk tokk tokkk ..
Bella melangkahkan kaki menuju pintu, mengucek usek rambutnya yang basah dengan handuk.
" sebentar.." teriak Bella.
kreeaakk...
Sosok yang berdiri membalikkan badanya. Sosok yang sudah tak asing lagi. Bau badannya yang khas, serta tinggi tegak itulah Reza.
__ADS_1
" eheemm.." Bella membuka suara.
Reza menoleh tersenyum.
" baru pulang ya ? soalny aku td kesini blm ada kamu.. jadi ngopi dlu.." tutur Reza. Matanya tak lepas dari pandangan indah tubuh Bella yang segar dan wangi khas sabunnya. Rambut yang masih basah serta handuk yang melilit di lehernya.
Bella tersenyum seraya memiringkan tubuhnya, dan Reza memasuki rumah Bella.
Di sela sela obrolan ringan mereka.
"Za, apa kamu gak kerumah cewek kamu ?" kok kayanya hampir sering kesini terus ?" Bella membuka obrolan pribadinya.
Tak mungkin kan seorang Reza gak punya pacar pikirnya.
Reza tertawa. " kalau kamu punya pacar ya ngapain aku kesini nemenin kamu Bell.."
Bella mengangkat alisnya dan memiringkan ujung bibirnya. "masaaa.."
Reza hanya mengangguk. "kalau kamu?"
"Aku punya pacar Za, tapi entah sekarang dimana ?"
Tiba tiba raut wajah Bella berubah sendu.
Reza tak pernah peduli dengan hubungan pacaran. Selama belum ijab qobul bebas menurutnya.
"Kok bisa kamu gak tau bell.. apa udah lost kontek.." Reza mencoba mencari tau maksud Bella.
__ADS_1
"Ya karna aku juga belum ketemu ma pacar aku Za.." pecah suara ketawa Bella.
Reza terperangah, dan akhirnya mengerti maksud Bella ikut ketawa.