DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
SUNYI


__ADS_3

Dentingan jarum jam terus bergulir.


Mereka berdua hanya terdiam.


Yang satu menatap tajam.


Yang satu menunduk diam.


kapan selesai masalah ini, gw harus akhirin semua ini..


"Dari tadi cuma melototin gw mulu, kalau mau ngomong cepet lah.. gw cape mau istirahat.." Bella memberanikan dirinya menatap balik wajah Reza.


Reza mendengus.


"Kenapa harus aku yang ngomong duluan.. emang kamu gak ada yang mau di jelasin ?" tukas Reza.


Bella mengangkat alisnya.


kok gw ?


"Jelasin apa gw ? kenapa pergi dari pesta yang mewah itu ?" jawab ketus Bella melemparkan tasnya ke lantai.

__ADS_1


"Gw rasa gak ada yang perlu gw jelasin, gw nyesel hadir kesana ! Dan gw gak mau lagi berurusan dengan kalian.."


Belum selesai Bella berbicara di potong oleh Reza.


"Kalian ! " bentakan Reza membuat getaran di hati Bella.


Bella diam merasakan getaran di hatinya. Mencoba menahan butiran air mata yang sudah di ujung.


"Aku tau aku salah ninggalin kamu.. Tapi aku gak tau kalau Glen dan Sisi pun pergi. Aku juga punya kesulitan sendiri saat itu.."


Mereka terdiam.


"Mama sudah minta kamu istirahat di kamar.. tapi kamu nolak. Aku berkali kali chat dan miscall kamu tapi gak ada respon.. ponsel kamu mati.."


Bella hanya mampu diam dan mengamankan hatinya. Dia gak mau air matanya jatuh di hadapan Reza.


"Semua panik cari kamu.. Semua main salah menyalahkan. Kamu tuh udah dewasa bukan anak kecil yang harus kabur gitu aja.."


yaa memang gw anak kecil.. guman Bella.


"Kalau aku ngomong tuh di dengerin, bukan seolah menyalahkan Bell.. " Reza mengusap wajahnya.

__ADS_1


"Kamu harus paham situasiku, posisiku.. aku ngajak kamu supaya kamu tau kalau di pesta itu aku seperti apa.."


"Harus tau situasi Lo ? Lo seperti apa?" Bella bergidik mendengar ucapan Reza.


"Yang harus sadar tuh Lo Za.. gw tuh baru, baru banget datang kepesta kaya gitu.. Gw emang kampungan Za, gw gak tau Lo seperti apa di pesta itu.. Yang gw tau, gw di bawa orang dari jauuuuh Za, sampai sana di campakan.." Nanar wajah Bella membuat Reza menunduk.


"Ada gak Lo gandeng gw, ajak gw di saat Lo bersosialisasi ? Ada gak ? Gw tanya sama Lo, ada gak ? Hah.."


"Gak kan.. Ya gak mungkin juga gw jauuuh memalukan untuk di perkenalkan."


Reza mendongak menatap Bella yang sendu.


Reza meraih tangan Bella dan di tepis oleh Bella.


"Buat apa Lo bawa gw kesana, apa maksud Lo mempermalukan gw sampe kaya gitu Za.." Bella sudah tak mampu membendung air matanya.


"Jauh jauh gw ikut sampai sana di titipkan sama sepasang kekasih yang saling mengasihi.. Gw udah kaya orang jompo yang gak punya keluarga. Di suruh diam duduk sampai di jemput sang pengasuh.." Bella tertawa mengejek diri sendiri sambil mengusap air mata.


"Gw rasa cukup Za, gw udah tau Lo dengan penjelasan Lo. Dengan kondisi Lo dan lingkungan Lo. Gw juga udah sadar bahwa Lo sama gw berbeda tempat."


"Sebaiknya Lo sekarang pulang. Gw mau istirahat." Bella bangkit dan meninggalkan Reza yang sedang termenung menatap punggung Bella yang menjauh.

__ADS_1


Reza menghempaskan tubuhnya ke sofa.


Di remas wajah serta rambutnya.


__ADS_2