DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
CLARA


__ADS_3

Aku gak habis pikir, wanita macam apa dia. Sudah tau suaminya punya kekasih, datang seakan-akan dia tidak peduli tapi berani beraninya dia menghinaku.


Tidak tahu malu, menjadi cangkang yang berstatus istri. Apa yang di banggakan, beraninya bilang aku wanita simpanan. Aku yang lebih dulu mengenal Reza, dia yang merebutnya. Gara gara dia aku harus menunggu Reza menceraikannya. Aku sudah bertahan beberapa tahun ini, aku tidak akan kalah nunggu beberapa bulan lagi. Aku yakin Reza punya cara untuk menceraikan dirinya.


Aku memang di simpan oleh Reza, tapi aku di nikmati dengan cinta. Sedangkan dia, ih menjengkelkan.


Menyebut aku wanita penyakitan!!! Penyakit itu hanya alasanku untuk mengikat Reza di sisiku. Dan itu berhasil, bukankah karna alasan itu juga kamu di khianati oleh semua orang. Menyedihkan sekali, bangga sebagai istri tapi tidak ada yang menghargai.


Aku melempar pas bunga di hadapanku ke arah pintu.


Andai bukan Reza yang memintaku merahasiakan rencananya serta kenyataan bahwa keluarganya tahu tentang hubungannya denganku. Aku sudah pasti akan membuatnya merasakan hidup segan mati tak mau.

__ADS_1


Bangga sekali dia dengan anak, untuk apa punya anak jika kehilangan suamimu. Nikmati lah sisa sisa kebahagiaanmu bersama Reza saat ini, sebentar lagi kamu akan tau bahwa tidak berguna dengan memiliki anak. Sudah banyak aku direpotkan oleh apa yang namanya anak dalam rahimku. Bahkan sumbernya dari beberapa pengusahaan hebat disana. Tapi itu akan merepotkan untukku, jika harus melepas Reza. Aku tak perduli sekaya dan sekuat apa mereka menghangatkan tubuhku, aku hanya ingin Reza di sisiku.


Jika aku mengakui anak yang ku kandung itu anak Reza, pasti dia akan terima dengan senang hati. Toh sampai sekarang hubunganku dengan Reza belum merasakan kehadiran anak di perutku. Dan coba lihat, dia yang tinggal bersama dengan Reza pun selama dua tahun belum ada tanda tanda. Mungkin Reza tidak mampu, tapi aku tidak peduli.Aku bisa memilikinya dari lelaki lain jika aku mau.


Aku menelpon Reza, "Kamu di mana, sayang. Aku sendirian, aku takut sayang." Hanya dengan menunjukan sikap manja inilah, suamimu terus berada di sisiku, Bella.


"Iya, sayang. Sebentar lagi sampai kok. Tadi aku sempat mampir ke bengkel, ada kerusakan sedikit." ucapnya.


"Iya, sayang. Aku juga rindu, maka dari itu aku datang padamu malam ini. Aku ada hadiah untukmu nanti tunggu ya, sayang. Much."


"Ah ha.. inilah suamimu, Bella. Lelaki yang tergila gila padaku. Tidak akan ku biarkan dia jatuh ke tangan wanita manapun. Tidak akan ada yang bisa memberikan kepuasan serta kenyamanan yang ku berikan kepada setiap kekasihku." Gumam ku.

__ADS_1


"Gadis desa, berani bersaing dengan ku." Aku menggelengkan kepalaku, itu tidak mungkin Bell. Pengalamanmu jauh di bawahku. Bahkan lelaki yang telah ku tinggalkan mengemis diriku kembali.


Aku melangkah masuk kamar, lalu mandi dengan wewangian yang memabukkan bagi para lelaki buas. Ku kenakan lingerie hitam yang transparan. Hanya menutup bagian intim tubuhku. Ku balut dengan cardi rajut yang hangat. Mengoleskan handbody khusus yang langsung menyerap ke kulit dengan kelembutan sempurna.


Memoles wajah ku dengan tipis tak lupa lipstik berwarna pink cerah kesukaanku.


Inilah aku, yang membuat lelaki buas menggilai tubuhku.


Lelaki dengan bentuk dan kejantanan apa yang belum aku rasakan. Dengan tidak tau malu dia membanggakan statusnya padaku.


Aku kesal dan tidak terima dengan ejekannya, maka jangan salahkan aku jika suamimu aku puaskan di sini. Dan mungkin enggan menyentuhmu setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2