DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
PENYELIDIKAN


__ADS_3

Reza pulang kerumah besar.


Di sambut gembira oleh orang tuanya.


"Gimana pekerjaan mu Za." Papa Abraham membuka pembicaraan santai mereka.


"Ya lancar lancar aja Pah,..


"Mama sama Papa gimana dirumah?"


Mama Syarina tersenyum.


"Ya begini lah sayang, punya anak satu satunya. Jarang ada waktu pulang kerumah.


Punya suami pun sibuk dengan bisnisnya. Alangkah senang punya menantu nanti diam dirumah serta cucu cucuku.." menyuguhkan teh kepada anaknya tercinta.


"Kalau begitu aku harus menikah dengan wanita biasa, yang bisa melayani suami dan keluarga. Yang bisa mengurus anak anak dirumah. Betulkan.." Ucapan Reza membuat orang tua nya terenyuh.


Benar juga ya, kalau Reza menikah dengan Davina dia juga akan sibuk mengurus pekerjaannya..


Mama Syarina merenung.


Papa sedikit kaget dengan ucapan Reza hanya diam.


"Kalau aku nikah sama wanita karir. Mama jangan harap bisa berbincang bincang santai di rumah sama menantu mama. Malah mungkin akan sulit juga bertemu." Reza bangkit melangkah ke dalam ruang perpustakaan.


Tujuan Reza pulang kali ini, untuk memastikan foto yang di lihatnya adalah foto om Surya atau bukan.


Reza mencari album lama yang tersimpan di laci. Di buka lembar demi lembar album tersebut.


***


Mama Syarina mulai goyah dengan ucapan Reza.

__ADS_1


Dia merasa salah menyatukan Reza dengan Davina.


Papa Abraham memperhatikan raut wajah istri kesayangannya.


"Kenapa sayangku.. Kok mikir keras gitu, sampe berkerut keningnya.." rayu Papa.


"Pah, apa gak bisa pertunangan di batalkan Pah ?" tatapan penuh harap dari mama Syarina.


Papa Abraham kaget dengan ucapan istrinya.


Sebenarnya bisa, karna Papa pun tau kalau Davina memiliki kekasih di luar sana dan tidak menginginkan pernikahan mereka.


Tapi itu tidak semerta-merta pihak Reza memutuskan.


"Paaaah,, bisa kan Pah.. aku gak mau nanti kesepian lagi.." rengekan Mama membuat papa tak berkutik.


Papa mengangguk.


"Mah, papa belum selesai bicara.."


Astaga.. Gak semudah itu sayang, harus di pikirkan matang-matang..


Guman Papa Abraham sendirian.


Memegang kepalanya dan memijat hidungnya.


"sayang.."


Mama memeluk Reza.


Reza kaget dengan tingkah Mama nya.


"Kenapa mah?" Reza membalikan badanya.

__ADS_1


"Mama mau menantu yang gak sibuk ya, Carikan yang pintar, cantik dan baik.." ocehan Mama yang membuat Reza tambah gak ngerti.


"Cepat bawa pulang kerumah ya,."


Reza menatap Mamanya yang sedang tersenyum.


"Maksud Mama gimana? aku kan udah tunangan sama Davina mah,."


"Itu urusan Papa sayang, biar Papa kamu yang cari cara pembatalan pernikahan kalian.. Toh baru tunangan kan.." Mama nya yang tampak senang seakan tak perduli akibat dari pembatalan pernikahan tersebut.


Marger perusahan batal jika pernikahan batal.


Tapi tidak masalah untuk Reza.


Karna perusahaan yang dia pimpin saat ini sudah cukup melelahkan.


Papa yang terpaku dengan pikirannya sendiri.


Akhirnya memutuskan mencari jalan keluar.


Karna dia tau, lebih sulit menanggani kemarahan istrinya di banding dengan kesulitan dalam pekerjaannya.


Reza yang mendengar ucapan Mama merasa senang.


"Terimakasih Mah, kalau masalah sudah di selesaikan sama papa, Reza akan bawa calon menantu Mama ya.." Reza menggenggam tangan Mamanya.


Mama mengangguk senang.


"sudah ada calonnya ?"


Reza mengangguk.


*di restui gak yaaa...

__ADS_1


__ADS_2