
Sepanjang malam, mereka menghabiskan dengan pikiran mereka masing-masing.
Reza tertidur di sofa dan Bella di kamarnya.
kriiiing...kriingg...
Telpon Reza yang sedang di charge di kamar berbunyi.
Bella terbangun dan mengangkat telpon tanpa sadar.
"hmmm..halo." Bella menjawab telponnya tanpa menunggu sang penelpon menyapa.
" siapa ya ini, Reza mana?" suara di ujung telepon.
Bella kaget, karna dia mendengar nama Reza dan yang menelponnya seorang laki-laki.
Bella mengucek matanya, di lihat layar ponsel yang ternyata bukan miliknya.
"Glen".. guman Bella. Belum sempat Bella berpikir, Glen berteriak.
"ya udah di lanjut aja bilang Reza.. nanti suruh telpon ya kalau sudah selesai.." tawa keras Glen.
*tuuut...tutt...
"Ssssiit..apa maksud lu coba*.." gerutu Bella kesal. Tambah kesal saat Bella mengingat kejadian semalam.
"gw sekarang seorang istri, dan istri dari lelaki yang gak gw kenal identitasnya.." gerutu Bella.
" nasib gw gak banget ya, Bapak kandung belum ketemu, sekarang malah dapet suami.." pekik kesal Bella.
kreeet ..
Bella membangunkan Reza.
Bella menepuk-tepuk pundak Reza.
Reza terbangun, dan kaget karna menemukan Bella di hadapannya dengan cemberut.
"kenapa Bell, aku ketiduran di rumah mu ya..." kucek kucek mata Reza.
"hooaam.." Reza menguap.
Degg...
Reza pun teringat kejadian semalam. Ya dia sudah menikah dengan Bella.
Bella menyerahkan ponsel Reza. Dan melangkah masuk kamar mandi. Hari ini akhir pekan jadi Bella libur kerja.
__ADS_1
Reza termenung bingung harus melakukan apa, Sekarang dia memiliki istri dan dia belum bilang siapa dirinya sebenarnya.
byuurr... byuuurrr..
Bella mandi dengan kencang.
"mungkin dia masih kesal dan gak terima semua ini. " Guman Reza.
Reza bangkit ke dapur mengambil minuman. Reza membuat 2 gelas teh manis.
Pikir Reza gimana pun keadaannya semalam, sekarang dia adalah suami dan harus bertanggungjawab atas pernikahan ini.
"gw harus cari cara menyelesaikan masalah ini.." pikir Reza. " mau di selesaikan atau di lanjut terserah Bella, intinya gw harus jujur dulu hari ini.." sambung Reza membawa teh ke meja depan.
braak ..
Bella masuk kamar. Reza menoleh hanya bisa menemukan pintu kamar yang sudah rapat tertutup.
Reza duduk menunggu Bella keluar kamar.
Terdiam sambil menyeruput tehnya.
Sudah hampir habis teh di gelasnya, Bella akhirnya keluar kamar.
"Bell... duduk sini minum teh dulu.." panggil Reza melihat Bella melangkah ke dapur. Bella menoleh dan berjalan mendekat.
teeekk..
"makasih." ucap Bella sedikit ketus.
"hmmpp Bell.. sekarang status kita suami istri. Ada tentang aku yang kamu belum tau, gimana pun kalau harus tau sekarang.." ujar Reza.
Deg..
Bella kaget mendengar ucapan Reza.
Bella menerka nerka kemungkinan apa yang akan di ucapakan Reza.
"aku sudah beristri.." itu yang ada di pikiran Bella.
Bella menyiapkan hatinya, jika memang betul apa yang di pikirannya maka Bella akan mengambil langkah mundur.
Menyelesaikan masalah ini dengan perceraian.
"pernikahan satu malam.." termenung Bella.
Tiba tiba Reza menggenggam tangan Bella.
__ADS_1
" aku mau jelasin identitas aku sebenarnya.."
Belum selesai Reza menjelaskan ponsel Reza berdering.
kriiiing.. kriingg...
Reza menatap layar ponselnya.
"Glen" ucapnya.
Bella tersentak dia lupa bilang kalau tadi lelaki itu menelponnya.
"Za tadi itu orang telpon aku pagi.. aku lupa bilang.." ucap Bella. Reza menatap Bella dan tersenyum. Reza melepas tangan Bella dan mengangkat telponnya.
"kenapa lu telpon gw mulu.." Reza membuka pembicaraan.
"bokap nyokap lu pulang, lu dimana gw mau ke bandara.." Suara di ujung teleponnya.
Reza kaget dan panik.
Bella bingung kenapa Reza tiba-tiba panik.
" gw jalan kesana langsung, lu bawain gw set baju ya.." ujar Reza bangun tergesa-gesa.
Bella melongo, ada apa ini pikirnya. Apa bener dia punya istri dan istrinya mencarinya.
Reza melangkah ke pintu, berhenti dan menoleh ke Bella dan sedang kebingungan.
Reza mendekati Bella dan mengelus kepalanya.
"tunggu aku ya, aku pergi dulu. Nanti aku jelasin ya." Reza mengecup kepala Bella.
Bella mengangguk.
Reza melangkah keluar, di kejar oleh Bella.
"Za.. Za tunggu.." Bella berlari membawa celana Reza.
"kenapa Bell ?" Reza menoleh dan berhenti.
"ni kamu belum pakai celana.." Bella tersenyum menjahili Reza.
"aaarrgh yaa ampun sampe lupa aku.. ya udah maksih ya" Reza tertawa dan membawa celananya masuk mobil.
Tin tiin..
Taksi yang di pesan Reza sudah datang.
__ADS_1
Reza keluar dari mobilnya setelah mengenakan celananya.
"aku berangkat ya Bell.." Reza melambaikan tangannya ke Bella. Bella tersenyum dan mengangguk.