
Davina segera memberi kabar pada Papanya perihal keinginan Bella.
Davina meminta Papanya hadir dalam pertemuan mereka. Dan papa menyetujuinya.
Beberapa hari ini papa pulang ke kampung halaman, dengan alasan ingin menenangkan diri.
Tepat jam 7 malam semua sudah berkumpul di VIP room restoran yang di pesan Reza.
Bella, Tante Rina, Glen dan Reza ada disana.
Tambah dari raut wajah yang hadir kebingungan. Pasalnya makan malam, tapi hidangan belum di sajikan. Dan Bella masih diam tidak membuka acaranya.
"Hmmm.. Mbak, ini acara apa ya ? Kok dari tadi diam diam semua." Glen memberanikan diri berbicara.
Bella tersenyum.
Senyumannya menambah penasaran bagi dia dan Tante. Glen menatap Reza.
Reza ikut tersenyum "sabar Glen, nanti juga akan tau."
Glen mendengus kesal.
Harusnya malam ini dia ada kencan, malah harus hadir di acara makan malam pertama yang di siapkan kakaknya tapi hanya kebisuan yang di terima.
Apa si ini, bikin sewot aja.
tok..tok..
Masuklah Davina menggandeng papa disisinya.
Wajah Davina tidak ramah, ketus dan jutek.
Melihat itu Bella tersenyum geli.
__ADS_1
Glen malah tambah kesal saat melihat orang yang dia tak suka hadir.
Apaan ini, dari tadi nunggu mereka gitu. Tau gitu cabut aja dari tadi. Apa si mbak ni maksudnya.
"Silahkan duduk." Reza mempersilahkan mereka duduk.
Tepat di hadapan Bella ada papanya.
"Mari silahkan di pesan." Reza kembali menyodorkan menu.
Davina menatap Papanya. Papanya hanya mengangguk.
"Apa kalian belum pesan ?" Davina kembali bertanya.
"Sudah, barang kali ada yang kalian mau tambah." Reza menjelaskan.
Davina menggelengkan kepalanya.
"Tidak, kami hanya tamu. Silahkan yang kalian pesan saja kami nikmati." tukas Davina.
Bella tau Davina kesal dengan perkataanya tadi siang.
"Tamu" udah tau tamu, kenapa baru datang jam segini. Bikin sewot aja.
Glen mendengus.
Makanan sudah tersedia.
Menu spesial untuk VIP room restoran.
Mereka menikmati makan malam yang terhidang dengan keheningan serta rasa canggung. Tapi dari raut wajah Papa yang biasanya begitu jelas emosional kini hanya diam tanpa perasaan.
Makan malam selesai.
__ADS_1
Glen hendak pamit tapi di tahan dengan tatapan tajam dari Reza. Hingga duduk kembali.
"Karna makan malam sudah selesai, sekarang Bella akan memberikan informasi yang penting untuk kita semua." Reza menggenggam tangan Bella.
"Bismillahirrahmanirrahim sayang."
Bella mengangguk.
"Sebelumnya aku mau tanya, untuk om Surya atau Davina. Ada yang mau di sampaikan ?" Bella menatap bergantian keduanya.
Davina mengangkat alisnya.
Papa menunduk.
"Baiklah jika tidak ada yang mau di sampaikan. Berarti apa yang akan saya sampaikan pun tidak akan terjadi. Mungkin hanya saya saja yang menginginkan nya."
Davina geram.
"Apa maksudmu ? kamu menginginkan rumah yang kami tempati, ya jelas hanya kamu yang ingin merebutnya. Kami tidak akan memberikan." sedikit nada bentakan.
Papa menahan tangan Davina.
Glen terkejut dengan ucapan Davina.
"Apa kamu bodoh, rumah yang kalian tempati ? ya itu memang milik mbak Bella sudah sewajarnya di ambil." Glen menimpali.
Tante kebingungan dengan kondisi di hadapannya. Bella tampak tenang, Reza demikian.
Papa Surya diam tanpa kata hanya ada emosi di antara Glen dan Davina.
Ada apa ini sebenarnya. kenapa Bella tidak bicara apapun sebelumnya ?
Tante menatap Bella, Bella tersenyum dan mengangguk. Tante yakin dengan apa pun yang Bella lakukan.
__ADS_1
Baiklah, Tante percaya padamu sayang.