
toktoktook...
kreeaattt....
Bella berhadapan langsung dengan Reza, mereka tersenyum bersamaan. Yah ada rasa rindu di hati Bella, setelah lama tidak bertemu Reza. Karna Bella sedikit menaruh hati pada Reza sejak ciuman di hotel terakhir.
"masuk Rez.." Bella memiringkan tubuhnya.
Reza yang menatap Bella dari ujung kepala sampai ujung kaki. Gimana gak melotot matanya, Bella memakai baju terusan polos hitam selutut, rambut tergerai rapi, wajah yang terpoles tipis serta bibir yang selalu ingin di terkam Reza.
Reza melangkah masuk.
Mereka menata makanan dan minuman yang Reza bawa. Reza menatap leher Bella yang sangat mulus.
akh gila gw, udh kelamaan libur kali ya, sampe ngiler liat leher dia.. Guman Reza dalam hati.
"mau makan dlu aja kali ya, abis itu baru nyemil sambil nonton Drakor ya.." ajak Bella.
"oke.. atur aja." Reza menelan saliva kasar.
Mereka melahap makan malamnya. Setelah merapihkan sisa makanan ke dalam dapur. Bella duduk di samping Reza yang sedang menatap telponnya.
"kamu sibuk kerja ya..?" tanya Bella.
"sedikit." jawab Reza.
"hmmm..." Bella menenggak minuman.
__ADS_1
"aku banyak keluar kota sekarang Bell.. makanya pas sempet aku ksini,.." Reza menggenggam tangan Bella. "aku rindu kamu." lanjut Reza.
Bella tersipu malu, wajahnya memerah sambil. menunduk dia tersenyum tipis.
"aku serius Bell.." jelas Reza.
Bella melepaskan pegangan tangan Reza. Dan melangkah ke rak yang ada di depan mereka.
"kita nonton ya.." tnya Bella.
Reza mengangguk sambil menuang alkohol yang dia bawa.
"minum boleh, jgn sampe mabuk ya.." ucap Bella.
Reza tertawa dan mengangguk.
Mereka menghabiskan malam dengan saling bercerita, mulai dari kesukaan sampai yang mereka tak suka. Tanpa disadari mereka semakin dekat dengan sendirinya.
Pukul dini hari mereka masih tertawa riang, pas sekali adegan Drakor yang romantis. Suasana menjadi sedikit sejuk terasa, Reza mendekati Bella dan mengecup bibirnya. Bella sempat terkejut, tapi tidak menolak.
"hmmm... " Bella terenggah...
"bau mu wangi sekali, enak Bell.." Reza menyusuri setiap inci leher Bella.
Bella tersentak kaget, dan tersadar. Dia mendorong Reza menjauh dan memalingkan wajahnya.
Reza kaget dengan respon Bella.
__ADS_1
"kenapa Bell.." terkejut Reza.
"kamu yang kenapa, asal aja.." ketus Bella yang pipinya masih merona.
"kamu gak suka Bell..?" Reza menggenggam tangan Bella.
"ya.." singkat Bella. Menundukkan kepalanya.
"kamu gak suka sama saya Bell, kamu gak punya perasaan sama seperti saya ke kamu Bell..? tanya Reza yang tetap menggenggam tangan Bella.
"lantas karna saya suka sama kamu, saya mau melakukan itu tanpa kejelasan?" Bella menatap Reza. " memang kamu anggap saya seperti apa ?" tutur Bella.
"kita sudah dewasa Bell.." lirih Reza.
"lantas karna dewasa, kita bebas berhubungan dengan siapa saja tanpa ikatan maksudmu ?" bentak Bella dan pergi dengan wajah kekecewaan.
brraaakkk...
Reza mengejar Bella.
"Bell.. kita selesaikan dlu Masalah ini Bell.. jangan di tunda lagi." Reza mengetuk pintu kamar Bella.
"masalah apa yang perlu di selesaikan Za?" jawab Bella di balik pintu.
"kamu bener gak ada perasaan sama saya Bell ?" guman lirih Reza.
"kalau kamu adakah perasaan sama saya?" jawab Bella.
__ADS_1
"memang aku lelaki nakal.. tapi semenjak ketemu kamu, aku gak pernah lagi berhubungan dengan wanita lain Bell.." tutur Reza.
Bella yang bimbang dengan perasaanya, karna dia bingung bisa percaya atau tidak pada Reza.