
Hatiku terus kacau dan resah setelah mendengar kenyataan yang menyakitkan di rumah sakit tadi. Betapa tidak, seorang anak kecil sedang sakit dan di pisahkan paksa oleh ibunya. Bahkan di akui anak orang lain. Sebenarnya bukan hanya dia, tapi aku lebih sakit saat ingat aku pun belum memberitahu Reza bahwa Edward adalah putra kandungnya. Tapi tujuanku adalah agar kehidupan kami semua tenang dan tentram. Sedangkan melihat kondisi saat ini, betapa pilunya Reza dan keluarga yang di bohongi. Mungkin karma bagi mereka karna telah menyakiti hati ku.
Tapi aku bukan Tuhan, yang berhak menghakimi orang lain. Sekalipun mereka telah amat menyakitiku.
Aku berniat memberitahu Mas Gaga tentang ini. Apapun tanggapannya, aku paling tau kalau Mas Gaga adalah orang yang bijak dan selalu tepat pada hukum kebenaran.
Terbukti dia sudah berulang kali memintaku untuk bicara pada Reza mengenai Edward, tapi selalu aku tolak.
"Aku harus segera bicara dengannya." aku memantapkan hati untuk bicara semua yang ku dengar pada Mas Gaga.
Betapa kagetnya pas masuk ke dalam rumah.
Sosok orang asing yang baru saja aku temui dan bahkan terus terbayang di kepalaku ada di dalam rumah.
Fredy itu dia, lelaki Clara dan ayah dari Mikola mungkin. Ada apa dia ke sini ?. Kenal Mas Gaga ?. Apa mungkin Mas Gaga sudah tau tentang mereka?.
"Hai sayang, kenapa kamu bengong?." sapa Mas Gaga membuatku sadar dari lamunan.
"Ah gak, Mas. Ada tamu?." aku melirik Fredy.
"Oh iya, sini aku kenalkan." lambaikan tangannya. Aku mengangguk dan mendekati, duduk di sisi Mas Gaga.
"Sayang, ini Fredy. Kenalan Mas dan merupakan kekasih dari Clara." ucapnya.
Aku mengangguk di hadapan Fredy.
"Ini istriku, Fred. Bella pemilik Effort Factory." mengenalkan ku sekaligus menggodaku.
Aku mencubit perut Mas Gaga yang sedikit keras. Dia tersenyum menyentuh kepalaku.
Aku menatap wajah Mas Gaga. Dia tersenyum mengelus kepalaku.
"Dia datang kesini karna ada konsultasi masalah hukum dengan Mas, sayang. Kamu tau, di keluarga Abraham tidak ada yang memiliki riwayat penyakit jantung. Karna mereka rutin tiga bulan sekali melakukan pemeriksaan. Fredy Dan Clara menjalin hubungan sudah sebelum bersama Reza. Dan riwayat penyakit jantung sudah bukan rahasia di keluarganya."
Tanpa aku minta, Mas Gaga tau kalau aku menginginkan penjelasan. Dan dia selalu tau itu tanpa aku bicara.
"Ini sebenarnya sudah cukup, Fred. DNA dan bukti kebersamaan kamu beberapa bulan terakhir sebelum kehamilan Clara juga sudah cukup. Tapi aku berharap ini semua bisa di selesaikan secara kekeluargaan dulu, Fred. Walau gimanapun keluarga Abraham sudah mengklaim Mikola cucu mereka. Dan bahkan pernikahan Reza dan Clara sebentar lagi berlangsung." ucap Mas Gaga.
Memang benar, bagaimana perasaan Mama dan Papa jika tau Mikola bukan cucunya. Bagaimana responnya, apa yang akan terjadi dengan mereka?.
Tiba tiba hatiku terasa sakit, bagaimana jika Mas Reza tau kalau Edward anaknya dan berusaha merebutnya dari ku?. Apa yang akan ku lakukan..
__ADS_1
Aku termenung hingga tak sadar, Fredy menyapaku dan pamit pergi.
"Sayang.." Mas Gaga menyentuh hidungku.
Aku menatapnya.
"Fredy mau pamit, sayang." ucapnya lagi.
Aku melirik Fredy yang sudah berdiri.
"Ah, Maaf. Ya silahkan berkunjung kembali. Hati hati di jalan." ucapku melepasnya.
Selepas Fredy pergi hatiku bertambah risau. Banyak pikiran buruk yang melintas begitu saja.
"Sayang, kamu kenapa?. Mas perhatikan dari tadi kamu banyak melamun." ucapnya memeluk pinggangku.
Aku harus bicara pada Mas Gaga. Walau gimanapun dia suamiku saat ini, Daddy dari Edward.
"Mas, ada yang mau aku bicarakan." ucapku serius menatap wajahnya.
"Iya, sayang. Mas tau, dari tadi kamu tampak gugup. Ada apa?." tatapnya penuh perhatian dan hangat.
"Sayang, Mas sudah siap akan hal itu. Reza sudah tau secara nyata kalau Edward adalah anak kandungnya. Maafkan Mas tidak memberi tahu, kamu." ucapannya membuatku kaget. Terasa jantungku berhenti berdetak sesaat.
"Ka - kapan! Bagaimana cara Mas bicara dengan Reza? Bagaimana responnya, Mas." ucapku kaget.
"Satu hari sebelum ulang tahun Edward, sayang. Reza tidak akan memperebutkan Edward denganmu. Edward hanya milikmu. Kamu tenang aja ya, Mas punya cara Mas sendiri menangani ini. Sekarang kamu istirahat, Mas mau jemput Edward di rumah Tante Rina." ucapnya menenangkan ku, tapi hatiku masih kacau. Penuh pertanyaan yang harus sesuai jawaban yang ku inginkan.
"Mas, Mas yakin! Semua ini aku tidak akan alami. Bagaimana jika Reza berubah pikiran dan apa lagi sekarang Mikola sedang di perebutkan ayah kandungnya. Mas, kita harus apa jika dia berubah pikiran." rengek ku dalam pelukan Mas Gaga.
"Sayang.. Sekalipun sekarang Reza kehilangan Mikola, ya karna memang dia bukan ayahnya. Dan untuk Edward, sedikitpun dia tidak akan berani menyentuh apalagi berharap hak asuh Edward. Dia hanya perlu tau, kalau dia ayah kandungnya. Bukan berarti dia bisa memiliki dan bahkan mengasuhnya." dia mengusap punggungku.
"Mengenai bagaimana, cukup Mas yang tau. Kamu tau Mas mu ini seorang pengusaha sekaligus pengacara kan, sayang. Kamu tenang aja, Mas tidak akan bertindak di luar kedua jalur, Mas. Apa lagi mengenai Edward, putra kita."
Aku mengangguk mengiyakan, walau bagaimanapun aku yakin Mas Gaga tidak akan dengan sengaja memisahkan aku dengan Edward. Apa lagi saat ingat bagaimana dia bersikap saat aku melahirkan dan juga selama ini membesarkan Edward.
Aku percaya sepenuhnya kepada Mas Gaga.
"Bagaimana cara Mas memberitahu keluarga Abraham tentang Mikola?" tanyaku. Aku masih penasaran kita harus bagaimana dengan kenyataan ini.
Dia tertawa kecil. "Mau cara bagaimana, sayang. Ya, Mas harus bersikap sesuai profesi Mas dong." cium kepalaku.
__ADS_1
"Oh iya, Mas datang sebagai kuasa hukum dari Fredy." tawaku kecil. Aku sampai lupa kalau Mas Gaga adalah pengacara terbaik di kota ini. Dan sekaligus pengusaha yang handal. Dia tersenyum.
"Kamu mau ikut Mas jemput Edward atau tidak?" tanyanya menatapku.
"Harus dong.." ucapku riang bergelayut di tangan suamiku tercinta.
***
"Hole... Mommy... Daddy... " teriak Edward dari depan pintu menyambut kedatangan kami.
Dia berlari ke arah kami, aku sudah siap dengan tangan terbuka menerima pelukannya. Tapi Edward malah masuk dalam pelukan Daddy-nya.
Aku mengerucutkan bibirku seolah merajuk.
"Mommy tidak di peluk, sayang. Apa tidak rindu dengan Mommy?." godaku sambil mencolek pipi tembemnya.
"N dak, aku lindu Daddy." dia bergelayut manja di dalam dekapan Daddy-nya. Sambil terus menciumi pipi Daddy-nya. Begitupun dengan Mas Gaga yang mengeratkan dekapannya sambil terus mengecup kepalanya.
Aku iri dan cemburu. Aku yang mengandung, melahirkan, menyusui dan bahkan bergadang setiap malam. Semakin tumbuh besar dia malah semakin lengket dengan Daddy-nya. Wajahnya terlihat serupa dengan Daddy-nya. Cara makan bahkan makanan yang tidak di sukai pun sama.
"Kamu itu anakku apa anak Mas Gaga, nak. Tidak ada miripnya dengan Reza sedikitpun. Bahkan raut wajahnya pun di ambil alih Mas Gaga." gumam ku.
"Kalian sudah datang.." Tante Rina setengah berlari.
"Iya Tan, baru saja." ucapku bersalaman dengan Tante.
"Ah, Tante lari saja mengejar Edward. Dia tau sekali kalau kalian datang, padahal bunyi mobil aja Tante tidak dengar." ucapnya dengan nafas tersengal.
Kami tertawa kecil, "Mungkin sudah feeling-nya, Tan. Coba lihat, langsung lengket sama Daddy-nya." jawabku sambil melirik Mas Gaga yang sedang bercanda di taman depan rumah Tante.
Tante tersenyum dan mengangguk.
"Ricardo kemana, Tan?." tanyaku melirik ke arah dalam nampak sepi. Aku duduk di kursi teras.
"Pergi, bilangnya tadi ada urusan sedikit. Entah urusan apa, padahal ke sini aja baru." ucap Tante sambil duduk di sebelahku.
Aku mengangguk, "Namanya pria lajang, Tan. Main main lah ke cafe, barangkali ada gadis yang nyantol." ucapku tertawa.
Tante menepuk bahuku, "Dia sudah punya kekasih, bahkan sangat setia. Dari masa sekolah sampai sekarang." ucap Tante.
Aku membulatkan mataku, "Wah, hebat dong. Pria setia. Bagaimana dengan kekasihnya?." aku bertanya bukan dengan maksud menghasut. Tapi lebih kepada pengalamanku, aku selalu percaya dan setia tapi nyatanya dia mendua.
__ADS_1