
Bella yang berusaha kuat untuk tidak bertemu Reza.
Menahan tangis tanpa suara.
Sesak Dada.
Bukan salah Reza melakukan itu padanya.
Bukan sengaja Reza meninggalkannya.
Bella terus mengingat perkataan yang membuatnya menjadi tak berdaya.
Perkataan seorang pria yang menghampirinya di sebuah pesta pertunangan yang dia hadiri beberapa hari lalu.
Diam diam Bella mencari tau keadaan Reza.
kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Reza yang sedang terbaring lemah di atas bed nya.
Bella menatap dari kejauhan suami tersayangnya menahan sakit.
Tanpa menyadari kalau di sebelahnya sudah berdiri Papa Abraham.
"Kenapa gak masuk ?"
Tanpa sadar Bella menjawab.
"Aku gak bisa.. aku gak bisa buat beban dia.." Bella tersendu tak mampu menahan tangis yang di tahannya sedari tadi.
"Kenapa kamu beranggapan begitu.. dia mencarimu setiap kali sadar.."
Bella kaget saat sebuah tangan menyentuh bahunya. Di tolehnya orang yang tanpa sengaja di jawab pertanyaannya.
"Papa.." Bella mendapati Papa Abraham tersenyum padanya dan mengangguk.
"Masuklah nak, Reza membutuhkanmu.." pinta Papa seraya menuntun Bella memasuki bangsal.
Bella kikuk ntah apa dan bagaimana dia harus bersikap. Mematung di hadapan bed tempat suaminya berbaring.
__ADS_1
"Sini nak.." lambai Papa di sisi Reza.
Bella melangkah dengan ragu apakah benar perbuatannya ini.
Di raih tangan Bella di dekapkan di atas dada Reza.
Bella kaget dengan respon Papa padanya.
"Coba kamu rasakan, sakit yang dia rasakan. Lebih sakit ketika sadar mencari orang yang di cintai tak ada disisinya nak.."
Tangisan Bella membuat Reza terbangun.
Di tatapnya wajah Bella dengan sangat lembut.
Seseorang yang di carinya beberapa hari lalu.
Di raih tangan Bella yang ada di atas dadanya dengan lembut.
Bella yang sedang menunduk menyeka tangisnya.
Terhenti ketika tanganya di genggam oleh Reza.
Bella memeluk tubuh Reza yang bersandar di tepi bed.
Papa Abraham meninggalkan mereka. Berharap masalah bisa mereka pecahkan bersama tanpa ada rasa canggung akan kehadiran dirinya.
"Maafkan gw Za, gw gak bisa di sisi Lo.." Suara Bella serak terlalu banyak menangis.
"Kamu kenapa ? kemana selama ini.. maafkan aku yang gak bisa jaga kamu.." Reza menggenggam kedua tangan Bella dengan kedua tangannya.
Bella hanya diam.
Entah harus bercerita atau tidak.
Bella tak mau menambahkan beban kepada Reza.
Bella tak mau Reza terlibat dengan masalahnya.
"Ada masalah sayang ? apa yang terjadi di pesta itu, aku tau kamu bukan orang egois yang hanya karna masalah kecil itu kamu menghindari ku yang.."
__ADS_1
Reza mengingatkan Bella bahwa selama hubungannya belum terungkap Bella dan Reza menjalani kehidupan di depan umum sebagai dua orang yang saling tak mengenal, dan bahkan sekarang pun mereka belum memberikan pernyataan resmi kalau mereka bersama.
Bella menggelengkan kepalanya.
"Jangan bohong sama aku yang.. coba tatap mataku.." pinta Reza yang tidak bisa di lakukan Bella.
Bagaimana mau natap matanya.
Kebohongan ini akan terlihat jelas di matanya.
Bella mengalihkan pembicaraan dengan bertanya kondisi Reza.
"kenapa udah beberapa masih di rawat.. apa parah Za ?"
Iya benar, itu yang harus di tanyakan.
Bella mencoba mengalihkan perhatian Reza dari masalah yang enggan di ungkapkannya.
Reza menggelengkan kepalanya.
Reza tau ada sesuatu yang di sembunyikan dari istrinya itu.
Tapi Reza belum bisa mencari tahu mengenai masalah itu.
"Hanya luka sedikit di bagian pencernaan sayang.." Reza membelai rambut Bella.
"Gimana keadaan kamu?"
"Aku baik Za, seperti biasa aku kerja."
Reza melihat ekspresi Bella yang sedang menutupi sesuatu lagi dari dirinya.
Ada masalah apa padanya.. apa ada kejadian yang kurang baik di pesta itu ya.. Aku harus cari tau..
"Ada masalah sayang di tempat kerja.."
Melihat Bella mendekati meja makan minimalis di sisi tempat tidur Reza.
Bella menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Hanya saja aku kesal sama Sisi.. ternyata dia berbeda dengan ku.." Dengus Bella kembali duduk dengan membawa beberapa buah.