
Braaaakkk...
"Nah ini dia, anak muda zaman sekarang gak ada sabarnya.. mentang mentang hujan ya malah pada berduaan." ucap Bapak RT.
Bella dan Reza kaget. Posisi mereka tak bagus, mereka berdua sedang bercumbu sambil berpelukan. Bella menunduk malu karna ada beberapa orang yang ada disana.
Reza gelagapan, dia mengelak tapi tak di hiraukan. yaa gimana mau di percaya, posisi mereka memang lagi "mesum" dan lagi Reza hanya memakai handuk di pinggangnya.
"Udah udah gak usah ngelak dan ribut, kasian sama tetangga yang lain istirahat.." ujar Bapak yang memakai kopiah, mungkin seorang ulama.
"kalian sudah dewasa, lebih baik di segerakan." melanjutkan ucapannya.
"tapi pak, kami gak ngapa-ngapain, cuma sebatas yang tadi di lihat. Dan saya mampir kesini karna mobil saya bannya mogok, saya numpang mandi karna kehujanan.." Reza terus mencoba menjelaskan. Sedangkan Bella sudah tak mampu mengangkat kepalanya.
"kalian sama sama kenal ? " tanya pak RT. dianggukan oleh Reza dan Bella. " Sama sama suka kan ? " sambut pak RT. kembali dianggukan oleh mereka.
" Ya sudah, sudah jelas pak. " ucap pak RT kepada bapak yang pakai kopiah. Dan di anggukan mereka semua yang ada disana.
Bella dan Reza bingung dengan anggukan orang tua yang ada di depan mereka.
"siapa nama kamu nak ? tanya Ustadz yang berkopiah kepada Reza.
"Reza pak.." jawab Reza.
"kepanjangannya?" sambung bertanya Ustadz.
"Reza Abraham Lincoln." Reza panik.
__ADS_1
"ada apa ini.." Pekik Reza dalam hati. Reza takut masalah ini akan di sampaikan ke orang tuanya.
"Kalau nama kamu siapa dek?" melanjutkan pertanyaannya kepada Bella.
"Bella Saphira pak." gugup Bella menjawab pertanyaan tersebut.
"Ayahmu siapa dek?" sambung ustadz.
"Ayah kandung saya, namanya Surya Hartanto." jawab Bella.
Deg...
"kok gw kaya gak asing sama namanya ya.. Surya Hartanto.. hmmm.." pikir Reza.
Lama menunggu Pak ustadz menulis di kertas yang mereka bawa.
"hah mahar" kaget Bella dalam hati. Bella menatap Reza. Mereka saling tatap dalam rasa kagetnya.
"Maaf pak, maksudnya mahar ? kami menikah ?" Reza tak percaya dengan pikirannya dan langsung bertanya.
"hmm iya lah, mau apa lagi.." jawab pak RT. Dan dianggukan Ustadz.
"tapi pak kami belum siap?" berontak Bella.
"kalian bilang belum siap, tapi udah melakukan itu.." sindir bapak yang berdiri di depan pintu.
"argh.. masa nikah kaya gini siii.." Batin Bella dan Reza tak terima.
__ADS_1
"Sudah malam, yuk cepet mana maharnya. Apa kalian mau kami bawa ke Polsek terdekat ?" tegas pak RT.
Reza mengambil dompetnya, tapi sayang di dompetnya hanya ada 16lembar pecahan Ratusan dan 2 lembar lima puluhan.
"Cuma ada uang tunai Rp.1jt 700 pak.." jawab Reza.
" Ya sudah, yang penting kamu ikhlas dan yang menerima ikhlas.." sambut ustadz menghitung dan menyimpan di atas kertas.
"ikhlas gak ikhlas kalau kaya gini mah pak," pekik suara bapak yang ada di pintu.
Bella yang sedari tadi hany diam dan menundukkan kepalanya, tiba tiba menangis tanpa suara. Reza menoleh menatap Bella yang sedang menangis. Reza menggenggam tangan Bella.
"maaf ya Bell.. malah jadi kaya gini.." ujar Reza dengan penuh penyesalan.
Bella tidak merespon hanya terus meneteskan air matanya.
"Yuk kita mulai, jabat tangan saya dan ucapkan yang saya ucapkan.." tutur ustadz. Reza menjabat tangan ustadz dan mengikuti ucapan ustadz.
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA BELLA SAPHIRA BINTI SURYA HARTANTO DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT TUNAI" ijab Kabul Reza yang sekali ucap dan lantang.
Ustadz menoleh ke kanan dan kiri Bapak RT dan warga disana, mereka mengucap SAH.
Begitulah acara ijab Kabul Reza dan Bella dengan singkat dan memalukan.
Seorang bapak memberikan Vidio bukti pernikahan mereka kepada ustadz dan mengambil foto mereka. Ustadz menyerahkan selembar surat kepada mereka masing-masing.
Bella dan Reza menandatangani surat tersebut dan menerima foto serta videonya.
__ADS_1
Bella nangis di kamar setelah semua warga keluar. Reza termenung menatap surat yang ada di depan matanya.