DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
KETERLALUAN


__ADS_3

Janji temu Bella dengan Reza di sebuah cafe di ujung kota.


Ya karna Bella sedang ada urusan disana. Dan Reza pun kebetulan ada pekerjaan disana.


Mereka melepas rindu.


Saling menatap dan sesekali bergurau.


Reza mengajak Bella berpindah tempat.


Bella mengerti maksud Reza.


Hasrat yang terlihat jelas di matanya.


Diperjalanan menuju hotel tempat mereka akan beristirahat.


Istirahat itu yang di ucap Reza, Yang Bella yakini bukan itu tujuannya.


Bella menceritakan tentang Davina yang datang kerumahnya.


Reza hanya diam.


Reza menoleh menatap Bella.


"Apa kamu akan meninggalkan aku Bell demi adikmu itu ?"


Bella tersenyum tipis.


Adik ? Adik dari mana yang menginginkan suami kakaknya.


Bella menggelengkan kepalanya.


Bella hanya menceritakan tentang Davina kepada Reza tidak dengan teror lain yang dia terima.


"Baguslah.." senyum puas Reza.


"Lagi pula dia datang padamu, kenapa gak langsung ke orang tuaku.. Biasanya dia langsung merengek kepada orang tuaku Bell.." lanjut Reza.


Mungkin malu dan dia ingin Bella yang hancur dan di pandang buruk oleh orang tua Reza karna meninggalkan Reza.


"Entahlah" jawab Bella.

__ADS_1


Tapi di dasar hatinya Bella sedikit takut dengan ancaman mereka. Bella yang menatap langsung mata Davina seakan penuh emosi.


Apapun yang kuinginkan harus ku miliki, jika tidak siapapun takkan memilikinya.


Mereka sampai di hotel dan melakukan cek in.


Reza membimbing Bella memasuki kamarnya.


Meraih lengan Bella di rangkul pinggul Bella yang ramping.


Tatapan mereka bertemu.


Nafas bersatu.


Terlihat jelas di mata masing-masing.


Di kecup kening, hidung, pipi dan bibir Bella.


"Aku merindukan mu sayang.." bisik Reza di telinga Bella.


Bella merinding dengan hembusan nafas Reza.


"Kamu mau istirahat kan.." Bella mencoba mengalihkan perhatian.


Reza tersenyum licik.


"Kamu nakal bell.. aku suka.." Reza mengedipkan matanya sebelah.


Bella cemberut mencoba bangkit tapi tak bisa.


lengan berotot Reza tak bisa di lawannya.


Reza menelusup kedalam dada Bella.


Mencari buah kenyal kesukaannya.


"Aku menginginkanmu.. "


cup.


Bella menggeliat menahan birahinya.

__ADS_1


"Aku.. hah.. lengket.. be..lum man d dii Za.."


Reza menengadah menatap wajah Bella yang sudah memerah.


Dia tersenyum.


"Tak usah mandi.. nanti juga lengket lagi.." ucap genit Reza membuat Bella kesal.


Bibir monyong di sambar Reza.


Dengan lihai lidahnya menyelusuri rongga mulut Bella.


Reza membalikkan tubuh Bella.


Kini Bella di bawah Kungkungan.


Em..


Malam panjang mereka habiskan dengan menyatukan diri. Saling melepas rindu yang tertahan selama ini.


Bella memekik menahan gairah yang sudah memuncak.


Di tekan kepala Reza semakin dalam.


Seakan meminta jangan pergi dan terus beri aku kenikmatan.


Ah.. Za..


"Kamu keterlaluan Za, jangan menyiksaku.." lirih Bella yang sudah tak tahan ingin terbang ke angkasa.


Dua insan yang dilanda rindu.


Memadukan hasrat yang bergelora.


Menjalani pernikahan dengan rahasia bukanlah hal mudah.


Banyak hal yang harus di perhatikan.


Saling menjaga perasaan satu sama lain tapi tak bisa di ungkapkan di hadapan orang lain.


Status sosial mereka yang berbeda menjadi penghalang besar bagi Bella.

__ADS_1


Bukan tak percaya diri, tapi Bella ingin mensejajarkan dirinya dengan Reza. Tak ingin di pandang sebelah mata oleh keluarga Reza yang lain.


Walaupun Bella tau, orang tua Reza bukanlah orang tua yang pemikirannya kolot hingga membandingkan status sosial mereka.


__ADS_2