DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
JERITAN YANG TERTAHAN


__ADS_3

"Apa salah putraku? Dia bukan seorang anak pembangkang, dia tidak pernah menyakiti hatiku. Lantas kenapa dia harus mengalami nasib seperti, ini!." suara tangisan Mama Sarina jelas di telingaku. Kata kata penyesalannya menusuk hatiku.


"Kenapa Tuhan memberikan kehidupan seperti ini pada putraku, Reza."


'Mama,, maafkan aku. Aku ingin sekali memelukmu.' dengan tenaga yang tersisa aku berusaha menggerakkan tanganku, tapi alih alih bergerak. Bergeser pun tidak.


"Pernikahan yang bahagia hancur seketika karna wanita di hadapanku ini, dengan alasan saling mencintai aku merestui hubungan mereka. Tapi kenapa, sekarang harus seperti ini? Aku ikhlas dengan hubungan mereka, bukankah restu orang tua itu yang terpenting." menangis tersedu sedu.


"Apa ini dosa dosa yang harus kami hadapi karna telah menyakiti wanita yang begitu baik, bahkan menyakiti cucuku sendiri. Dengan cara apalagi agar semua dosa kami termaafkan. Panggilan Omah, tidak bisa ku dengar dari mulut cucuku Edward. Bahkan untuk berharap pun aku takut, malu karna perbuatan di masa lalu. Sekarang, dia adalah harapan di akhir usiaku. Bisakah kau biarkan dia lahir menemaniku, Tuhan?." mengelus perutku dengan lembut. Air mata menembus pakaianku.


Walau tidak ada kata yang menyalahkan ku, tapi aku tahu Mama menyesal merestui hubungan kami. 'Ma.. aku janji, aku akan berusaha memberikan cucu sebagai pengganti cucu yang dengan sengaja aku pisahkan dari kalian. Aku akan berusaha sekuat dan semampuku mempertahankan sisa hidupku. Maafkan aku, Ma. Membuat luka hatimu, aku telah gagal menjadi menantu yang baik untukmu. Terimakasih karna telah menerimaku sebagai menantu mu.'

__ADS_1


"Clara, bisakah kamu bertahan? Agar cucuku lahir dengan sehat dan selamat. Aku berjanji akan merawatnya dengan baik. Tapi aku pun berharap kalian segera sehat dan selamat. Jangan membuat Reza merasakan kehilangan lagi, kamu harus berjanji padaku, Clara." Mama mencium keningku.


Mama meninggalkan ruangan, hari ini aku di jenguk bergiliran. Tadi pagi sudah ada Mikola dan Freddy, setelahnya Mama Sarina. Dimana Mas Reza? Seharian ini belum terdengar suaranya, apa dia sibuk di kantor? Ya wajar, selama ini dia di sibukkan dengan keadaanku.


KREK ...


Siapakah yang masuk sekarang? Mas Reza?


"Apa kabar, Clara?."


"Apakah belum cukup bagimu menghancurkan hidup putraku, Clara? Sekarang kamu terbaring di sini dengan mengacaukan segalanya. Mengacaukan pikiran, Reza. Menghancurkan hatinya, membuat semua orang sibuk dengan dirimu. Kau memisahkan Reza dengan putranya, cucuku. Kau juga membohongi kami tentang Mikola. Kini kau membuat sibuk semua orang yang sudah sibuk hidupnya."

__ADS_1


Aku sungguh tak pantas sakit hati, karna ucapan Om Abraham benar adanya. Tapi aku tidak terima jika semua kesalahan di limpahkan padaku. Kenapa hanya aku yang salah ? Kenapa hanya wanita yang di anggap perusak rumah tangga ? Bukannya pasangan berselingkuh itu lelaki dan perempuan, kenapa harus perempuan yang di salahkan. Seandainya lelakinya tidak mau, maka tidak terjadi.


'Om, aku tahu kesalahanku, tapi jangan hanya menyalahkan ku.'


"Kalau mau mati, mati saja. Tidak usah menyusahkan semua orang. Kamu tidak tahu malu dan tidak tahu diri. Coba lihat Bella, wanita yang sudah kamu hancurkan rumah tangganya. Dia lah yang beberapa kali membantumu, kalau itu aku. Jangankan membantu, melihat pun sudah tak sudi. Wanita tidak ada harga diri, tidak pantas menjadi menantuku. Dari awal kamu mendekati anakku, aku tau akal busuk mu. Aku tidak butuh cucu darimu, Clara. Aku tidak ingin ada keturunanku yang akan menjadi perusuh seperti ibunya. Jika sudah tidak kuat, pergilah. Jangan membuat masalah baru dalam hidupku, aku sudah terlalu lelah melihat drama ini."


'Benar, Om. Aku tak tahu malu, tak tahu diri. Aku tidak punya muka, aku tak pantas jadi seorang ibu. Bukan begitu, Om?. Sampai benci itukah Om padaku. Bukan aku yang jadi orang ketiga dalam hubungan anakmu, Om. Tapi Bella yang tiba tiba jadi istrinya. Aku sudah berpacaran selama lima tahun, Om. Aku yang lebih dulu mengenal, Reza.' jerit ku dalam hati. Aku ingin mengeluarkan suara yang kencang dan lantang. Tapi sialnya tidak bisa ku lakukan.


Dari awal Om Abraham memang tidak menyukaiku. Saat kami pacaran pun, Om Abraham selalu mengacuhkan ku. Dia tidak pernah menatapku atau ramah padaku. Sikap cuek dan dinginnya aku anggap hal biasa, tapi ternyata itu rasa tidak sukanya padaku yang mendalam. Aku memang bukan dari keluarga terpandang seperti dirinya dan memang benar awalnya tujuanku mendapatkan Reza demi hartanya. Tapi seiring waktu berjalan, aku benar benar mencintai Reza, apalagi setelah aku tahu Reza menikah dengan wanita tanpa keluarga yang jelas. Kenapa dia di restui sedangkan aku tidak!!! Sebelum aku tahu, ternyata Bella putri seorang pengusaha kaya. Itu membuat hatiku terbakar, hingga menghalalkan segala cara untuk menghancurkan mereka. Tapi aku tidak menyangka semudah itu. Jadi jangan salahkan aku, Om. Salahkan hubungan mereka yang tidak kuat, salahkan cinta mereka yang tidak menyatu.'


'Om, bisakah memberiku satu kesempatan di mataku untuk menjadi manusia yang baik. Aku ingin melahirkan anak ini, Om. Biarkan aku berusaha dengan sekuat tenaga mempertahankan sisa hidupku untuk anakku. Jika Om tidak menginginkannya, aku akan mencari orang yang bersedia merawatnya. Aku memang tidak pantas menjadi ibu, aku yang tidak baik ini. Tapi aku janji, anakku akan menjadi anak baik. Dia akan di rawat oleh orang yang benar benar mencintainya dengan tulus.'

__ADS_1


Perkataanmu menyakitkan untuk seorang pasien yang sedang sekarat ini. Om bukan hanya menyakiti hati, tapi juga menghancurkan semangatku. Om juga tega mengutuk anakku yang belum lahir. Apa bedanya Om dengan diriku?


Aku yang tidak berdaya, aku yang hanya bisa menangis tanpa suara. Ya Tuhan, tolong biarkan aku bersuara di saat seseorang datang. Ada yang ingin ku sampaikan kepadanya. Berikan aku kesempatan untuk memohon maaf kepadanya dan mengakhiri semua ini. Walau terlambat, tapi ku harap masih sempat. Aku terus menjerit dalam hatiku, berharap ada suara yang keluar dari tenggorokan.


__ADS_2