
Papa Abraham mulai merencanakan untuk pembatalan pernikahan.
Papa menemui Davina.
Davina setuju karna dia pun tak menyukai Reza.
Davina menjelaskan kepada orang tuanya.
Ya memang sedikit ada keributan, karna orang tua Davina sangat menginginkan pernikahan tersebut.
Pernikahan mereka batal tapi tanpa publikasi.
Mereka berencana menikah di tanggal yang sudah di tentukan.
Untungnya keluarga mereka tidak terlalu menekankan pernikahan mereka. Karna kedua orang tua dari kedua pihak ingin kebahagiaan anak semata wayangnya.
*** Kecurigaan Reza ***
Benar foto yang ada di kotak Bella adalah om Surya ayah dari Davina.
Karna pernikahan mereka tetap di laksanakan dengan pasangan masing-masing.
Reza menemui sahabat ayahnya tersebut.
"Hai Za, tumben kamu inisiatif ketemu om.. Biasany Papa kamu aja.." Sapa om Surya memegang bahu Reza yang sedang duduk menunggu nya.
Reza berdiri dan menundukan kepalanya.
"Udah lama nunggu ?"
"Belum kok om, baru aja.." Reza berbohong, biar gimana pun hatinya deg degan. Harus di awali apa percakapan ini.
Panjang lebar mereka berbincang dan akhirnya Reza tak jadi bertanya.
__ADS_1
Reza pikir harus berbicara dulu ke orang tuanya.
Perihal masalah tersebut, karna orang tuanya lah yang mengetahui jelas masalalu sahabatnya.
"Kapan kapan kita ngobrol lagi ya om, aku ada kerjaan sekarang.." Reza menyelesaikan perbincangan nya.
"Dengan senang hati Za, semoga menantu om nanti seperti kamu ya,," Om Surya berdiri dan seperti biasa menepuk bahu Reza.
Saking sibuknya dia mengatur pembatalan dan pertemuannya dengan om Surya.
Reza sampai lupa berkabar dengan istrinya.
*kriing..
"sibuk banget ya*.."
Reza tersenyum membaca pesan singkat di ponselnya.
Dia sampai lupa kalau dia sekarang memiliki seseorang yang menantinya.
Reza menelpon Bella.
"Hai, kemana aja kamu.." Nada manja Bella membuat Reza gemas.
"Aku sibuk menyelesaikan sesuatu sayang, nanti kalau sudah selesai akan ku jemput kamu kerumahku yaa.." bujuk Reza.
"Memangnya mau ngapain kerumah kamu?"
Hati Bella dag dig dug mendengar kata "rumahku".
Tapi Bella mencoba menenangkan diri nya.
"kalau gitu, kami aja yang kerumah kamu deh.." Rayuan Reza membuat Bella salah tingkah.
__ADS_1
"Kamu apa kabar Za ?" Bella mengalihkan percakapannya.
"Aku baik sayang, sabar ya.. aku usahakan Minggu ini selesai.. bantu doa ya sayang.." Reza mengakhiri telponya.
kayanya sibuk banget dan rahasia banget si.. sampe gak mau bilang ada apa Za.. Guman Bella menatap ponselnya.
*** Glen ***
Sisi berada di samping Glen sejak sore hari.
Melihat Glen yang tidak seperti biasa, tampak kalut dan kusut.
"Gw lapar Glen, kalau Lo mau galau terus gw tinggal ya.." Sisi bangkit dan melangkah tapi di cegah Glen.
"Tunggu gw Si.." Glen menggenggam tangan Sisi.
Gw kenapa ya, selama ini gw gak pernah patah hati.. Sakit gak, tapi kok gw kaya gini ya..
Gerutu Glen.
"Lo itu bukan patah hati Glen.. tapi kecewa karna ambisi Lo gak kecapai.." Gerutu Glen terdengar jelas oleh Sisi.
Glen kaget dan tersenyum.
Mereka menghabiskan waktu bersama.
Ya bener kata Sisi, gw kecewa sama diri gw yang gak bisa dapetin Bella..
...**gimana ya tanggapan om Surya kalau tau identitas Bella nanti.....
jangan lupa di like dan komen ya para kesayangan.. semoga sehat sehat semua...
Bantu emak kasih saran ya,
__ADS_1
dan gimna akhirnya Glen sama Sisi yaa*...