DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
WELCOME, MY PRINCESS


__ADS_3

Hari ini begitu terasa lebih bahagia. Yang kami nantikan selama sembilan bulan sepuluh hari akhirnya hadir di tengah tengah kita.


Mas Gaga yang tak melepaskan genggaman tangannya saat menemaniku melahirkan. Si wajah beku Edward tanpa berkeringat menantikan aku keluar dari dalam ruang persalinan.


Tangisan pertama dari putriku membuat air mata ku menetes tak henti. Sakit, mulas saat kontraksi terbayar lunas. Sesungguhnya sudah lengkap kebahagiaan keluarga kecilku.


Haru tangis Mas Gaga dengan tatapan penuh cinta menatapku. Dia terus mengecup tanganku yang berada dalam genggamannya.


Proses melelahkan namun membahagiakan berhasil ku lalui dengan beberapa drama, ya karna ini pertama kalinya aku puas melampiaskan rasa sakit yang kurasa pada Mas Gaga. Melahirkan kali ini rasanya berbeda, anak ini darah dagingnya Mas Gaga. Rasa canggung yang kurasakan saat melahirkan Edward beberapa tahun lalu tak terlintas kali ini, dia suamiku dan ayah anakku. Suara adzan dan lantunan setiap ayat yang dia lantunkan, menyentuh hatiku. Memberi ketenangan ragaku yang sedang lelah, hingga aku terlelap.


Suara tangisan manis putriku membuatku terbangun dari tidurku.


"Oh, sayang... sabar ya, Mommy sedang istirahat. Sebentar lagi bangun, kamu tahan sebentar ya.." ucap Mas Gaga menenangkan putrinya.


Mataku yang setengah terbuka menatap mereka yang sedang sibuk membujuk putriku yang sedang menangis.


Kulihat Edward yang membawa secangkir air mineral dan menyodorkan kepada adiknya.


"Minumlah jika kamu haus, jangan berisik mengganggu Mommy tidur. Kamu sudah membuat Mommy kelelahan dan kesakitan." ucapnya dengan tatapan lembut tapi bernada dingin. Ya itulah Edward, duplikat dari Mas Gaga. Terlihat beku tapi dia hangat di dalam.


"Sayang, adik bayi minum susu bukan air mineral. Dia laper, Nak." jawab Mas Gaga.


"Laper ? Aku ambilkan bubur, ya. Atau adik bayi mau makan burger punya kakak." ucapnya polos.


Membuat kami tertawa.


"Mas..." panggilku.


Mas Gaga menoleh kearah ku, "Hai, sayang. Sudah bangun.." dia menghampiriku.


Aku mengangguk dan duduk bersandar, "Sini sayang, haus ya.." aku mengambil putriku dari gendongan Mas Gaga.


"Mommy, masih sakit ? Mau aku pijat, Mom.." tatapan Edward penuh perhatian dan kasih sayang.


Aku meraih kepalanya dan memberikan kecupan di keningnya.


"Tidak sayang, Mommy baik baik saja."


"Tapi tadi Mommy teriak teriak, sampai tangan Daddy terluka di cakar, Mommy." ucapnya dengan mengusap perutku. "Perut Mommy sudah kecil kembali, ya. Jadi ini yang buat sakit ya, Mom ?."


"Ya, sayang. Proses melahirkan memang sakit, tapi sebanding dengan lahirnya kalian anak anak Mommy dan Daddy yang tampan dan cantik. Perut Mommy kecil kembali, karena adik bayi Edward sudah lahir." jelaskan ku padanya.


Dia mengangguk angguk kepalanya.

__ADS_1


Mengusap perutku dengan lembut.


"Sayang, kamu sudah ada nama untuk putri kecil kita?" tanya Mas Gaga padaku.


"Hem.. aku belum terpikir, Mas." jawabku. Memang aku tidak terbiasa memikirkan nama bayi sebelum lahir. "Kan biasanya kita selalu spontan, Mas." Hehe


"Edwina Putri Gaga..." ceplos Edward.


Membuat aku dan Mas Gaga terkejut dengan ucapannya yang terdengar samar.


"Coba ulangi, sayang." pinta Mas Gaga.


"Nama adik bayi, Edwina Putri Gaga. Dad.. Itu aja kan mirip sama nama, aku." ucapnya sambil mengusap bokong adiknya.


"Wah.. bagus tuh, apa boleh Mommy tahu artinya, Kak.." tanyaku.


"Putri Gaga yang membawa keberuntungan." jawabnya dengan wajah datar. Aku terkejut dengan penuturan Edward. Aku melirik Mas Gaga yang juga sama nampak terkejut.


"Gimana, Mas?." tanyaku pada Mas Gaga yang masih terpaku menatap Edward.


"Hah!.. Hem.. Daddy setuju banget. Nama yang indah dengan makna yang baik. Terimakasih kakak Edward, pasti adik bayinya suka namanya." Mas Gaga mengusap kepala Edward.


"Pasti donk, kan adiknya kakak Edward ya." timpal ku.


"Permisi..." salam dari balik pintu.


"Ya silahkan masuk.." jawab Mas Gaga.


"Hai... bagaimana kabar Mbak.." Davina masuk bersama suaminya, Glen dan Sisi.


"Oh hai... kalian ternyata. Masuk masuk.. Aku baik.. Bagaimana kabar kalian ?." sapa ku.


Mereka meletakkan beberapa bingkisan yang mereka bawa di meja sudut ruangan.


"Kami tentu baik, Mbak. Kan yang habis berjuang Mbak, bukan kita." tawa Glen renyah.


Kami tertawa bersama.


Setelah mencuci tangan, mereka bergiliran mencium putriku.


"Hai, pangeran kecil yang tampan. Sekarang sudah punya adik, ya.." goda Davina pada Edward.


"Iya, Tante." Edward mencium tangan Davina dan kepada seluruh tamu.

__ADS_1


"Jagoan Om sudah besar, ni. Makin dingin aja tatapannya." colek Glen pada pipi Edward.


"Maaf, Om. Aku sudah menjadi Kakak, tolong jangan colek colek pipiku." ucapnya dengan nada datar. Membuat kami tertawa riang.


"Baiklah, baik. Maafkan Om, ya jagoan." ucap Glen.


"Mbak, Mas, sudah ada nama untuk adiknya Edward?." tanya Glen.


"Sudah, Alhamdulillah.." jawab mas Gaga.


"Siapa?." Sisi antusias begitu juga Davina.


"Edwina Putri Gaga." ucap Mas Gaga.


"Wah, bagus banget namanya. Serasi sama nama Edward, ya.. Apa artinya, Mas ?." tanya Riki suami Davina.


"Coba tanya yang kasih nama, Kakak Edward apa arti nama adiknya.." lirik Mas Gaga pada Edward yang sedang asik makan coklat.


"Hah, Edward yang kasih nama?." tanya Glen.


Aku dan Mas Gaga mengangguk.


"Hebat,, hebat.. memang jagoan Om luar biasa.. Apa arti nama adikmu, Kakak Edward. Om mau tau donk.." kami semua menatap Edward.


"Putri Gaga yang membawa keberuntungan." ucapnya singkat.


Kami semua saling lirik..


"Kamu cari dari mana artinya, Edward." tanya Riki.


"Aku pernah baca baca artikel, Om. Makna dari nama Edwina itu luas.. Wanita kaya yang penuh keberuntungan. Sangat perspektif dengan memiliki jiwa otoritas, keinginan kuat dan kreatif. Sifat nya unik, mampu memahami perasaan orang lain dengan arti lain, dia akan jadi gadis yang peka terhadap lingkungannya." jelasnya panjang.


Membuat kami berhenti berkedip dalam waktu bersamaan.


Mungkin di dalam hati kami semua memikirkan hal yang sama setelah mendengar penuturan dari Edward.


"Aku berharap, dia menjadi gadis yang hangat, ceria dan selalu bahagia." ucapnya lagi.


Sungguh aku speechless, apakah terlalu banyak minum susu anakku yang satu ini. Sungguh terlalu banyak kejutan yang dia berikan pada keluarga kecilku.


Kami semua saling menatap satu sama lain, mungkin isi kepala ku saat memikirkan nama Edward pun dahulu tidak sedetail saat dia memikirkan nama adiknya.


Aku jadi merasa malu, apa mungkin arti Edward dengan makna yang mendalam terselip sikap dinginnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2